BilaParaSenimanLegendarisPunyaLogo,BeginiJadinya

March 17, 2019Qubicle Art
Pernah membayangkan bila da Vinci, Van Gogh, Salvador Dali, dan seniman legendaris lain punya sebuah logo? Desainer grafis ini mewujudkannya

Desainer grafis asal Brasil, Milton Omena punya perspektif unik pada karya terbarunya. Ia membuat kumpulan logo, brand, bahkan produk untuk mewakili persona berbagai seniman legendaris.

Milton dengan seksama memikirkan gaya melukis, gaya hidup, sampai kepribadian dari para seniman ini untuk diterapkan ke dalam pemikiran sederhana namun brilian: “Bagaimana bila para seniman legendaris ini mempunyai logo?"

Dalam proyek yang diunggah melalui akun Behance-nya ini, ia mempunyai tujuan untuk memperluas batasan dalam berkarya, untuk keluar dari zona nyamannya. Lalu ia juga menjelaskan lebih dalam mengenai teknisnya, “Saya belum pernah menggunakan pastel atau lebih dari 3 warna. Menggunakan inspirasi dari para pelukis yang sudah memiliki gaya kuat adalah cara melatih fleksibilitas saya."

Simak realisasi perspektif Milton Omena terhadap para seniman legendaris ke dalam sebuah logo, brand, atau produk.

Leonardo da Vinci (1452 - 1519)

“Sebagai referensinya, saya memakai sketsa, buku catatan, dan studi-studi. Walau pun beliau [da Vinci] tersohor karena perspektif dan kedalaman latar belakang dan potret ekspresif, saya menyadari bahwa penemuannya merefleksikannya personalitinya secara lebih.”


Vincent van Gogh (1853 - 1890)

“Dikenal sebagai seniman bijaksana serta sangat teliti, saya mengambil inspirasi dari pola kuas ikonisnya. Pendekatan identitas sebagai brand menjadi satu-satunya cara logis untuk mencakup pengaruhnya yang sangat besar."

Claude Monet (1840 - 1926)

“Claude Monet, figur pionir aliran impresionisme. Saya mengambil inspirasi dari salah satu lukisan tersohornya yang menampilkan jembatan di atas danau dikelilingi taman.”


Salvador Dali (1904 - 1989)

“Figur unik yang melampaui realita sambil mempertahankan gaya realistis yang memukau. Dikenal karena perilaku nyeleneh dan kumisnya. Ini adalah salah satu logo paling menyenangkan yang saya rancang. Tidak menggunakan grids, hanya ilustrasi tangan.”

Pablo Picasso (1881 - 1973)

“Lukisan Pablo adalah salah satu karya paling mahal dalam pelelangan. Namanya muncul berkali-kali sebagai referensi generasi seterusnya, tidak hanya sebagai pelukis, tapi juga sebagai pematung. Aliran cubist-nya menjadi salah satu ciri khas menonjol.”

Piet Mondrian (1872 - 1944)

“Pelukis yang penggunaan warna primer secara geometris dan matematis menciptakan neoplastisisme, dan meninggalkan jejak dalam sejarah seni. Gayanya tidak hanya memengaruhi seni, namun juga terasa untuk ranah arsitektur dan desain grafis selama beberapa tahun terakhir”.

Jackson Pollock (1912 - 1956)

Seorang pribadi yang "rebel" yang dikenal karena tetesan-tetesan abstrak ekspresionisme. Kebiasaannya melukis di lantai sambil menghisap cerutu terkadang meninggalkan jejak natural pada kanvasnya.

Andy Warhol (1928 - 1987)

"Salah satu nama terbesar dalam gerakan pop art. Warna-warna cerahnya yang mengkonstruksikan menjadi daya tarik dari ketenaran dan komersialisme. Pria dengan ide-ide yang sangat besar dan yang menghargai kejutan."


Foto: www.behance.net/gallery/72817913/What-If-Painters-Had-Logos

Oleh: Adam Pribadi

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US