IlustrasiBembengdiPerayaan20TahunKiprahPuthutEA

August 05, 2019Qubicle Art
Larik demi larik dalam puisi Puthut EA diterjemahkan ke dalam ilustrasi visual seniman muda, Bambang Nurdiansyah alias Bembeng.

Seorang esais, sastrawan, sekaligus kepala suku Mojok.id, Puthut EA menandai 20 tahun kiprahnya di dunia kepenulisan dengan merilis sebuah buku bertajuk Jalan Bercabang Dua di Hutan Kesunyian. Namun, kali ini ia tak sendiri, ia menggaet seniman muda bernama Bambang Nurdiansyah atau yang akrab disapa Bembeng untuk menginterpretasi larik demi larik dalam puisinya untuk diterjemahkan ke dalam ilustrasi visual.

(foto: Qubicle.id)

Qubicle bertemu Bembeng, seorang seniman muda yang namanya kerap berkelindan di media sosial maupun di sampul-sampul buku. Kami berbagi pengalaman tentang kisah di balik proses kreatifnya, mengerjakan ilustrasi, hingga sampul dari buku terbitan Shira Media ini. Simak obrolan Bembeng dengan Qubicle berikut!

  (foto: Qubicle.id)  

Bisa diceritakan secara singkat, bagaimana mula terjadinya kolaborasi dalam buku ini?

Sebelumnya, memang saya sering bekerja sebagai ilustrator sampul buku. Salah satu yang paling sering, ya dari penerbit Shira Media. Singkat cerita, Saya ditawari oleh penerbit (Shira Media) untuk menggarap buku mas Puthut EA ini. Tapi yang membuat berbeda dari biasanya, saya sekaligus diminta mengerjakan keseluruan visual yang ada di buku. Mulai dari sampul, ilustrasi di dalam buku, beserta layout-nya. Tentu saja, tanpa berpikir panjang, Saya langsung mengiyakan ajakan tersebut, tanpa berpikir panjang. Akan jadi seperti apa, itu urusan belakang.

  (foto: Qubicle.id)  

Bagaimana Bembeng melakukan interpretasi visual agar fragmen-fragmen puisi dalam buku ini tampak "hidup"?

Saya menginterpretasi satu persatu puisi yang ada di buku Jalan Bercabang Dua di Hutan Kesunyian. Tapi, Saya tidak langsung membaca dan dan menafsirkanya sekaligus. Tapi satu persatu. Saya nikmati betul prosesnya. Saya mulai dari puisi pertama, dan kemudian langsung interpretasi secara visual. Setelah puisi pertama sudah rampung, baru Saya terjemahkan ke puisi yang kedua. Dan prosesnya berjalan seperti itu seterusnya. Dengan metode seperti itu, ada banyak hal ide-ide visual yang tidak saya duga sebelumnya.

  (foto: Qubicle.id)  

Puthut dan Bembeng dalam urusan usia terpaut cukup jauh. Apakah kemudian ini berpengaruh—memberi jarak—dalam proses pengerjaan kolaborasi ini?

Nah justru itu, saya diberi tahu oleh penerbit bahwa ada permintaan khusu dari mas Puthut selaku penulis. Ia rikues, yang mengerjakan ilustrasi untuk bukunya kali ini, harus anak muda. Ia ingin ada sudut pandang lain, untuk menerjemakan baitnya. Terutama dari sudut pandang anak muda.

Mengingat teks dibuku ini adalah, tulisan lama dari mas Puthut, yang belum pernah dibukuan sebelumnya. Justru karya ini dulu dibuat mas Puthut yang menginterpretasi karya visual dari dua seniman.

  (foto: Qubicle.id)  

Dalam melakukan "alih wahana", apa yang harus diperhatikan oleh interpretant agar karya yang diilustrasikannya tidak meleset dari tafsir—atau yang dimaksudkan oleh mas Puthut, sebagai penulis, misalnya?

Dalam mengerjakan ilustrasi di buku ini, mas Puthut memberikan saya kebebasan sepenuhnya dalam perkara interpretasi. Setelah saya menerima teks buku, saya sengaja tidak bertanya mengenai apapun kepada mas Puthut. Terlebih menanyakan maksud dari puisi-puisinya. Saya melakukan hal tersebut agar karya visual saya dapat menginterpretasi teks-teks mas Puthut dengan bebas atau bahkan memperkaya teks tersebut.

Selain dikenal sebagai seorang seniman visual, nama Bembeng juga erat di dunia perbukuan. Adakah keinginan untuk menulis sebuah buku ilustrasi—dengan format serupa—di masa depan?

Tentu saja. Saya berkeinginan kelak akan membuat semacam artbook sendiri. Semoga saja bisa terlaksana.

  (foto: Qubicle.id)  


Oleh: Kristian Tanjung

Foto oleh: Firdaus Akmal

Editor: Adam Pribadi

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US