LiisaHietanen,MenyulapBonekaRajutJadiManusia

March 05, 2019Qubicle Art
Seniman asal Finlandia, Liisa Hietanen, membawa seni rajut ke tahap selanjutnya; menipu mata lewat boneka-boneka rajut seukuran manusia asli

Seberapa kuat kalian merajut sesuatu? Bikin tatakan gelas pakai benang rajut rasanya sudah kebanggaan besar, karena kesabaran adalah koenci untuk proses satu ini. Tapi, Liisa Hietanen, seniman rajut dari Finlandia membuat boneka-boneka rajut /manekin seukuran manusia, dengan ekspresi dan gestur yang persis dengan manusia normal.

Seni rajut ada masanya populer di Finlandia, bahkan para tim Olimpiade Finlandia sangat mungkin terlihat sedang merajut sebelum atau sesudah kompetisi Winter Olympics 2018.

Liisa Hietanen membawa seni rajut/crochet ke level yang mengagumkan. Ia mulai merajut sejak usia 10 tahun, hingga kemudian berlanjut hingga dewasa dan masuk ke sekolah seni. Di sekolah inilah ia membuat karya besar pertamanya yang bernama “Pirkko”; boneka rajutan serupa gurunya di kelas satu. Liisa Hietanen terinspirasi menggunakan rajut/crochet sebagai media berkarya karena menurutnya “teknik rajutan bisa sangat cocok untuk menggambarkan karakter dengan sempurna.”

Karya Liisa Hietanen di 2009, berjudul DIE RÖHRENDE WURST. Kini menjadi milik Sara Hildén Art Museum collection (foto: dok. Liisa Hietanen)

Desa Hämeenkyrö, Finlandia menjadi percobaan pertama karyanya yang dinamakan Villagers. Liisa Hietanen memulai karyanya ini dengan membuat boneka-boneka rajutan serupa karakter orang-orang yang tinggal di desanya ini. Ia meminta mereka menjadi model. “Kami kemudian bertemu dan membuat pose. Saya akan memfoto orang tersebut dari berbagai sudut dan sedikit melakukan pengukuran,” ujar Hietanen saat diwawancarai Mother Nature Network.

Detail dalam karya-karya manekin rajutan ini benar-benar di atas rata-rata. Bukan hanya bisa membuat gestur boneka yang sangat mirip dengan figur aslinya, tapi juga ekspresi dan garis-garis wajah karya rajutannya ini sangat mirip dengan orang yang ia tiru. Rata-rata ia membutuhkan sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan satu boneka/manekin.

Biasanya, ketika mulai mengerjakan bagian wajah dan tangan, Liisa Hietanen akan menemui model-modelnya lagi, mengajak mereka ngopi atau makan siang sambil mempelajari karakteristik mereka.



Dengan mempelajari perilaku model-modelnya ini, maka akan lebih mudah buatnya untuk menggambarkan karakter dan perasaan orang yang akan dibuat bonekanya. 

Raija, 2018 (foto: dok. Liisa Hietanen)

Teknik yang dipakai untuk membuat sebuah manekin yang sedang berdiri atau pun duduk, ia menggunakan struktur dari rebar, dan menggunakan semen untuk menambah bobot/beratnya.

Karya-karya Liisa Hietanen sekilas mengingatkan pada karya Ayano Tsukimi, seniman paruh baya yang menyulap Desa Nagoro, desa terpencil di Pegunungan Selatan Pulau Shikoku dengan banyak boneka sebagai pengganti penduduk asli. Boneka-boneka ini ditempatkannya di hampir seluruh area desa, seolah mereka benar-benar hidup dan beraktivitas layaknya warga lokal.

Liisa Hietanen saat mengerjakan karyanya (foto: Instagram @liisa_hietanen)

Dalam situsnya, Liisa Hietanen mengungkapkan bahwa teknik yang dipakainya membawanya ke sebuah pemikiran baru, bahwa ini merupakan karya yang bersambung, menggambarkan masa kini, dan seolah mengizinkan sebuah potret diri menemukan karakternya sendiri.

'Veli' (atas),'Anna', (bawah) bagian dari karya berseri yang idenya membuat figur orang-orang dari daerah asalnya (foto: dok. Liisa Hietanen)

Bukan cuma membuat figur-figur serupa penduduk desanya saja, karyanya yang juga epik adalah sebuah kamar mandi (ya, benar, dari rajutan!) bahkan sampai tisu toilet dan sampah di dalam tempat sampah di kamar mandi buatannya itu terbuat dari rajutan.

Seluruh kamar mandi terbuat dari rajutan (foto: dok. Liisa Hietanen)

Karya-karya Liisa Hietanen memang lekat dengan keseharian. Ia juga sering membuat benda-benda rajutan yang sederhana seperti piring berisi sop, sampai kantong belanjaan berisi pisang.


Oleh: Andhini Puteri

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US