MenjajakJejak7KaryaSeniBanksyPalingBerkesan

January 14, 2019Qubicle Art
Menelusuri 7 karya seni Banksy yang membuatnya menjadi seniman jalanan paling tersohor dengan identitas penuh misteri

Street art atau seni jalanan seakan meledak bagai kembang api saat Banksy mulai menghiasi berbagai sudut kota dengan karya-karya yang dapat membuat orang bertanya, berpikir, atau terkagum-kagum. Banksy mencuri perhatian masyarakat dan media, namun semua yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sosoknya tidak akan bisa.karena hingga hari ini juga identitas aslinya belum diketahui.

Menurut Bbc.com, karir awal Banksy terlacak sejak tahun 1992 di Bristol saat ia tergabung dalam kelompok graffiti bernama DryBreadZ crew. Selain berasal dari sebuah kota di Inggris, kebanyakan kisah Banksy adalah rumor yang tidak terbukti. Misteri pun menyelimuti seniman yang menggunakan jalanan sebagai kanvas ini.

Identitas tersembunyi bagaikan topeng yang memiliki fungsi nyata untuk Banksy. Pertama, ia masih bisa membuat karya di jalanan tanpa eksposur media dan aparat yang bisa membahayakannya. Kedua, semua dapat lebih fokus ke ciptaannya tanpa harus memperdulikan sang pencipta beserta kisah hidupnya.

Dari tahun ke tahun Banksy telah menghasilkan berbagai karya kritis, subversif, dan kadang humoris. Mari menelusuri jejak sang seniman jalanan melalui 7 karya mendunia yang bisa berbicara dengan sendirinya.

1. Tikus-tikus di Inggris dan Kota Dunia Lainnya

Salah satu tikus ciptaan Banksy di New York yang muncul di tahun 2008 (Foto: Canvasartrocks.com)

Karya seni Banksy diciptakan dengan teknik stensil yang menggunakan cetakan kertas, karton, atau medium lainnya. Salah satu subjek favoritnya adalah tikus yang berkeliaran di perkotaan terutama di tahun 2000 hingga 2005 (Banksyunofficial.com). 

Gambar tikus-tikus di karya seni Banksy pun menghiasi berbagai kota. Dari tikus dengan senapan di kereta bawah tanah London, tikus raksasa dengan payung di samping tulisan “LET THEM EAT CRACK” atau “Biarkan mereka memakan crack,” yang merupakan narkoba di New York, tikus dengan tang raksasa di Barcelona, hingga tikus dengan payung di rambu jalanan Berlin.

Tikus dan stensil, dua hal tersebut diambil atau setidaknya terinspirasi dari street artist lain bernama Blak le Rat. Dikutip dari Sfweekly.com, pria asal Perancis tersebut bahkan mengatakan bahwa Banksy menirunya. Namun ia juga memuji karya seni Banksy karena berhasil menempatkan gerakan grafiti secara keseluruhan di level tertentu, memanipulasi media serta pasar seni.

Banksy sendiri mengakui bahwa dirinya terinspirasi Blek le Rat. “Setiap berpikir bahwa saya baru saja melukiskan sesuatu yang orisinil, saya menemukan bahwa Blek le Rat telah melakukannya sebaik saya, tetapi 20 tahun lebih awal,” ungkapnya.

Tapi bagi Banksy, pengunaan tikus tidak hanya berhenti di tembok dalam bentuk stensil. Dalam pameran bernama Crude Oils (2005), ia melepaskan 200 tikus hidup bagaikan sebuah seni pertunjukkan, membuat patung tikus dengan kuas pada pameran Barely Legal (2006) di Los Angeles, dan pada tahun 2004 sempat menaruh instalasi tikus realistis dengan tas, kacamata, dan pilok secara ilegal di Natural History Museum di London.

2. Sang Pelempar Bunga

Bunga bukan molotov di Tembok Tepi Barat antara Israel dan Palestina (Foto: The8percent.com)

Berasal dari Bristol, Banksy pindah ke London pada tahun 2001 dan namanya pun mulai mendunia melalui kombinasi karya kontroversial dan sosok misteriusnya. Pada tahun 2002 ia menyelenggarkan pameran bernama Existencilism di Los Angeles, Amerika Serikat dan setahun kemudian membuat pameran Turf War di London.

Tahun 2005 menjadi momentum saat Banksy mengkritisi sekaligus mengambil posisi dalam politik global. Pada bulan Agustus, 9 karya seni Banksy terpampang di tembok Tepi Barat antara Israel dan Palestina. Salah satunya adalah mahakarya jalanan berjudul Rage, The Flower Thrower yang berada di Beit Sahour, Bethlehem.

Gambarnya adalah seorang pria dengan bandana yang menutup mulutnya, bersiap-siap melempar bunga. Dengan agresi dan asosiasi demonstrasi atau kerusuhan, stensil buatan Banksy seakan mempromosikan perdamaian di daerah konflik yang tiada hentinya berperang. Dilansir dari Pri.org, Banksy mengatakan bahwa tembok tersebut menjadi “destinasi liburan terbaik bagi seniman graffiti.”

3. Dari Jalanan ke Pameran Prestise

Keep It Spotless (2007), menempatkan Banksy di pasar seni mahal (Foto: Wikiart.org)

Seniman jalanan sudah pasti berasal dari jalanan. Akan tetapi saat Banksy berhasil menjual karyanya dengan harga 1 juta dolar Amerika Serikat, ia berhasil menembus dan apa yang diciptakannya bahkan bisa disebut sebagai fine art. Keep it Spotless (2007) berhasil terjual seharga AS$1,870,000,00 atau sekitar Rp26,3 miliar oleh Sothebys New York di tahun 2008 (New.artnet.com). Karya seni Banksy itu menggambarkan seorang pelayan perempuan yang membuka sebuah tembok totol-totol dan seakan membuang kotoran di baliknya. 

Karya seni Banksy lain yang berhasil melewati angka 1 juta dolar adalah Simple Intelligence Testing (2000) dan Submerged Phone Booth (2006). Kesuksesannya pun ia respon dengan kutipan yang dilansir dari Smithsonianmag.com.“Saya cinta bagaimana kapitalisme menyediakan tempat—termasuk untuk musuhnya.”

4. Antonim dari Disneyland

Disneyland adalah sebuah taman bermain asal Amerika Serikat yang dikenal oleh seluruh dunia, bahkan membuat cabang di berbagai negara lain. Dengan slogan “Happiest Place on Earth” atau tempat paling bahagia di dunia, kebahagiaan segala umur dapat ditemukan melalui berbagai keseruan seperti wahana hingga lokasi tematik.

Bagaimana bila Banksy membuat Disneyland versinya dia sendiri? Apabila kata-kata bisa menjelaskan, ia menciptakan antonim atau lawan kata dari tempat paling bahagia di dunia tersebut—Dismaland pun tercipta.

Didirikan pada tahun 21 Agustus 2015 sebagai instalasi seni sekaligus taman bermain, kata apocalyptic atau bertema kiamat sesuai dengan Dismaland yang dibuat di Somerset, Inggris ini. Banksy mendeskripsikan tempat yang melibatkan 60 seniman ini sebagai taman bermain untuk keluarga yang tidak sesuai bagi anak-anak. Dari putri duyung Ariel yang terdistorsi, pegawai yang menggunakan kostum Mickey Mouse versi teror, hingga wahana seperti bianglala yang bisa dinaiki untuk melihat Dismaland dari ketinggian. Pada 27 September 2015 tempat ini akhirnya ditutup untuk selamanya.

5. Hotel Banksy

Hotel Banksy yang berada di Palestina (Foto: Thewalledoffhotel.com)

Setelah taman bermain Banksy membuat hotel di tahun 2017. Palestina adalah destinasi wisata yang dipilihnya dan di dalamnya kita bisa melihat berbagai ciptaan sang sosok misterius, termasuk 20 karya terbarunya. Seni, politik, dan turisme menjadi satu—Banksy tidak akan berhenti di sebuah medium dan pembangunan sebuah hotel menjadi salah satu langkah cemerlang dalam karirnya di dunia seni jalanan sekaligus seni secara umum. 

The Walled Off Hotel adalah namanya. Situs resminya di Walledoffhotel.com mengatakan bahwa semua yang tidur di tempat ini berarti tidur di karya seni Banksy. Hotel yang merupakan kolaborasi antara Banksy, Sami Musa, dan Dominique Petrin ini memiliki Piano Bar sebagai tempat bersantai, galeri seni, museum, dan bahkan toko buku. Tertarik untuk mengunjunginya?

6. Brexit

Respon Banksy atas Brexit (Foto: Designboom.com)

Banksy memang telah mendunia tapi ia tidak pernah melupakan negara asalnya. Saat Inggris ingin melepaskan diri dari Uni Eropa yang disebut sebagai Brexit, pria Bristol tersebut pun bersuara dan membuat sebuah karya di jalanan Dover, Inggris pada tahun 2017. 

Karya seni Banksy satu ini cukup sederhana, bendera Uni Eropa yang berwarna biru dengan 12 bintang. Tetapi seorang pria dengan tangga tinggi sedang memalu sebuah bintang yang melambangkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Dari isu global hingga nasional, Banksy tidak lupa mengkritisinya.

7. Lukisan Rusak Instan

Banksy masih terus berkarya hingga hari ini. Baik itu di jalanan, mengurus sebuah hotel, hingga menjual karya-karya mahal di museum dan kolektor seni. Akhir tahun 2018 pelelangan Sotheby’s di London menjual salah satu karyanya yang berjudul Girl With Balloon.

Saat palu diketuk dan akhirnya karya tersebut laku seharga AS$1,4 juta, seketika bingkainya mengeluarkan suara dan merobek lukisannya, Porak-poranda terjadi dan pihak Sotheby’s, penonton, hingga para pembeli karya seni pun bingung. Semuanya terekam dan Banksy menunggah video proses penghancurkan karyanya tersebut.

Kelakar seperti ini menunjukan bagaimana Banksy masih memiliki humor kasar yang berasal dari jalanan. Sebagai salah satu sosok yang membantu mendefinisikan street art, Banksy dapat terus abadi melalui berbagai karyanya yang berada di berbagai tempat—dari pinggir jalan, pameran, museum, internet, hingga di dalam benak pikiran kita semua.


Oleh: Bramantyo Indirawan   

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US