SenimanKontroversialDuniadanParaGundiknya

January 28, 2019Qubicle Art
Para perempuan di balik seniman terkenal dan karya-karya besarnya yang kontroversial.

Bulan Juli, 1913, Camille Claudel yang hidup relatif tertutup di dalam studionya di Quai de Bourbon, dirujuk ke rumah sakit jiwa Ville-Evrard, oleh keluarganya sendiri. Claudel, seorang pematung obsesif yang juga sempat menjadi pupil sekaligus kekasih gelap Rodin (ketika masih dalam status suami-istri dengan Rose Beuret), mengalami depresi dan paranoia akut menyangkut hubungan gelapnya dengan Rodin. Hampir sebagian besar riwayat hidup Claudel, baik itu kehidupan pribadi dan artistiknya, tak pernah lepas dari bayang-bayang sosok Rodin yang di awal abad ke-20 adalah figur seniman yang sangat monumental di Eropa. Claudel seakan dipaksa menerima nasibnya menjadi “model” dan “muse” bagi Rodin—menjadi sekedar catatan kaki dalam catatan sejarah seni dunia, yang kisahnya sering diromantisasi hingga ke layar lebar.

Konsep muse dengan senimannya, bukanlah fenomena baru, ia hampir setua pigmen dalam lukisan gua. Dalam kepercayaan Yunani kuno, seni adalah kegiatan yang selalu dilindungi oleh Dewi Muse. Sejauh seni itu ada, maka muse ada. Istilah muse sendiri diambil dari bahasa Yunani ‘mousike’ yang artinya adalah ‘inspirasi’ atau ‘dorongan rasa’. Ketergantungan terhadap mitos menjadi salah satu alasan mengapa ide tentang muse masih bertahan hingga sekarang, selain kebutuhan ‘mendasar’ seniman atas inspirasi. Dalam narasinya, istilah tersebut berkonotasi fantastis, seringnya diseksualkan, dan turut membawa konsep a priori mengenai peran-gender yang tak bisa berbalik: laki-laki sebagai seniman jenius, dan perempuan sebagai muse-nya.

Rasa cinta yang obsesif nan destruktif Rodin terhadap Claudel adalah salah satu contoh bagaimana legitimasi pengetahuan mengenai peran tersebut bekerja di antara begitu banyak kisah yang meliputi seniman-seniman tersohor dunia. Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana hubungan antara seniman dan para gundiknya tak semenarik inspirasi dan seharmonis perlindungan Dewi Muse.

1. Marie-Thérèse Walter dan Pablo Picasso

Marie-Thérèse Walter, paling melekat di kisah cinta Picasso (foto: Bcn.cat)

Nama Pablo Picasso sudah sering mendapat sorotan negatif akibat tudingan yang ditujukan kepada dirinya menyangkut hubungan-hubungan gelapnya dan pandangan miringnya terhadap perempuan. Marie-Thérèse Walter, satu dari sederetan nama gundik Picasso, adalah nama yang paling melekat dari kisah percintaan Picasso.

Saat mereka menjalin hubungan, Walter terpaut umur 30 tahun lebih muda dari Picasso. Hubungan tersebut berlangsung selama 8 tahun, sebelum akhirnya Walter mengandung dan rahasianya terbongkar oleh istri Picasso. Tak lama setelahnya, Walter juga mendapati bahwa Picasso diam-diam menjalin hubungan dengan pelukis dan fotografer Dora Maar, gundiknya yang lain. Saat ditanya siapa yang ia pilih di antara mereka berdua, Picasso malah mengusulkan agar keduanya saling adu jotos untuk memperebutkan dirinya.

Meski tak berujung baik, Walter diabadikan ke dalam lukisan Picasso “Le Rêve”.

2. Leocadia Weiss dan Francisco Goya

La Leocadia yang diidendifikasikan sebagai lukisan Leocadia Weiss (foto: Commons.wikimedia.org)

Seniman termahsyur Spanyol, Francisco Goya, menjalin hubungan gelap dengan pembantu rumahnya, Leocadia Weiss, di penghujung tahun sebelum ia memutuskan untuk pindah ke Perancis. Terlepas dari status sosialnya, Weiss adalah seorang perempuan cerdas dan percaya diri.

Weiss bersama putrinya Rosario (yang diduga adalah anak dari hubungan gelap bersama Goya), mengikuti Goya ke Perancis dan menemani Goya sampai akhir khayatnya. Dan seperti nasib dari kebanyakan gundik, Weiss tak mendapatkan apa-apa selepas Goya wafat. Melarat, Weiss terpaksa menjual lukisan Goya The Milkmaid of Bourdeaux(yang merupakan potret dirinya atau anaknya Rosario) dan banyak lukisan pemberian Goya.

3. Kiki de Montparnasse dan Man Ray

  “Le Violon d’Ingres” (foto: Closeup-shop.com)

Kiki de Montparnasse menjadi seorang model bugil semenjak remaja. Ia sering menghabiskan waktunya di café dan klub malam Paris. Gaya hidup bohemian dan parasnya yang cantik memikat banyak laki-laki, termasuk seniman surrealis Perancis, Man Ray, yang saat itu masih dalam status beristri.

Karakternya yang independen dan penuh gairah membuat Kiki menjadi gundik kebanggaan Man Ray. Kiki meninggalkan Man Ray tak lama setelah Man Ray mengabadikannya ke dalam karyanya yang berjudul “Le Violon d’Ingres”.

4. Ruth Kligman dan Jackson Pollock

  Jackson Pollock dan Ruth Kligman (foto: Dailytelegraph.com)

Jackson Pollock menikah dengan seniman Lee Krasner sampai kematiannya tahun 1956. Gaya hidup Pollock yang destruktif (Pollock terkenal sebagai seorang pencandu alkohol) dan perselingkuhannya dengan Ruth Kligman, membuat Krasner naik pitam dan meninggalkan Pollock ke Eropa pada tahun 1956.

Tak lama setelah kepergian Krasner, Pollock dan Ruth mengalami kecelakaan mobil akibat berkendara dalam keadaan mabuk berat. Ruth hanya satu-satunya yang selamat dari kecelakaan tersebut.


Oleh: Aditya Nugraha    

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US