TernyataDisneyBerperanBesaruntukAnimeJepang

April 16, 2019Qubicle Art
Dari Donal Bebek sampai Astro Boy, cari tahu bagaimana raksasa hiburan Disney mempengaruhi manga dan anime Jepang.

Jepang dikenal dengan ekspor budaya modern berupa manga dan anime yang menyajikan berbagai cerita dan warna. Di tengah keragaman animasi dan komik Negeri Sakura, ada ciri khas yang melekat pada keduanya—sadar atau tidak, mata tokoh-tokohnya besar!

Sebut saja Akira, Dragon Ball, Spirited Away, dan Naruto dengan mata tokoh-tokohnya yang berukuran tidak proporsional. Kenapa? Karena ternyata pada awalnya manga mengambil inspirasi dari karakter kartun Disney seperti Paman Gober atau Scrooge McDuck yang bermata besar.

Osamu Tezuka Kuncinya

God of manga dan Godfather of anime dengan nama Osamu Tezuka (foto: Japantimes.co.jp) 

Sebelum anime dan manga yang dikenal hingga hari ini dengan ciri khas tokohnya, Jepang telah menciptakan animasi seperti film bisu Urashima Taro (1918) yang menceritakan dongeng tentang nelayan penyelamat kura-kura. Kemudian Ugokie ko ri ro Tatehiki (1933) yang menceritakan rubah dan rakun jadi salah satu film animasi bersuara pertama ciptaan Jepang. Simak Urashima Taro (1918) karya Seitama Kitayama di bawah ini:  


Lalu ada Ugokie ko ri ro Tatehiki (1933) yang menceritakan rubah dan rakun yang tergambar menyerupai tokoh-tokoh animasi Amerika Serikat seperti Felix the Cat. Setelah bom atom Amerika Serikat (AS) meledakkan Hiroshima dan Nagasaki, Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan Jepang pada 1945. Dua tahun kemudian sebuah komik dengan judul Shintakarazima atau New Treasure Island yang menceritakan pulau berisi harta karun sukses terjual hingga 400.000 buku. Berikut cuplikan Ugokie ko ri ro Tatehiki (1933):

Sosok dibalik karya yang mengadaptasi novel berjudul Treasure Island (1883) tersebut adalah tidak lain dari Osamu Tezuka (1928-1989). Menggambar sekitar 150.000 halaman komik dan 600 judul, pria yang lahir di kota Osaka ini dijuluki God of Manga.

Osamu Tezuka mempopulerkan teknik masking di Jepang dengan menggambar karakter kartun sederhana dengan pemandangan alam yang lebih detail di belakangnya. Metode tersebut bisa dilihat di karya Disney berjudul Sleeping Beauty (1937) yang ditonton Osamu saat masih kecil. Pada tahun 1960-an akhirnya ia menciptakan anime pertamanya yaitu Tetsuan Atom atau yang lebih dikenal dengan Astro Boy.

Karakter dalam ciptaan Osamu memiliki mata besar dan mulut kecil yang melekat pada anime dan manga hingga hari ini. Lantas bagaimana Paman Gober bisa menginspirasinya?

Pada tahun 1935 Carl Barks memulai karirnya di Disney dengan menyempurnakan gambar Donal Bebek yang dikenal hingga hari ini dan menciptakan dunia animasi penuh bebek seperti Paman Gober. Pasca Perang Dunia II, komik Paman Gober atau Uncle Scrooge laku keras di Jerman dan ikut tersebar di Jepang hingga dibaca oleh Osamu Tezuka. 

Carl Barks dan bebek ciptaannya (foto: D23.com)

Bambi, Mickey Mouse, dan Betty Boop ikut mempengaruhi gambar Osamu, tapi teknik garis tebal yang ia gunakan paling menyerupai karya Carl Barks.

Menurut Christopher Couch dari CPM Manga melalui Wired: ”Manga berkembang setelah Perang Dunia II di tangan satu desainer bernama Osamu Tezuka. Ia dipengaruhi secara besar oleh karya-karya Carl Barks yang menciptakan Scrooge McDuck. Pada dasarnya Tezuka membuat bentuk seni Amerika dengan Jepang dengan mencampur Disney dan cerita canggih.”

Walaupun mengikuti gaya seni Disney, Osamu Tezuka menciptakan karakter dan kisah sendiri. Frederik L. Schot sebagai penerjemah Astro Boy ke dalam bahasa Inggris mengatakan bahwa Osamu mengubahnya menjadi modern dan lucu. Tradisi mata besar dan mulut pun merambah ke segala aspek gambar, baik itu komik atau kartun di Jepang hingga hari ini.

Carl Barks dan Osamu Tezuka pun berteman dan bahkan surat-suratan sejak tahun 1940an. Contohnya adalah kartu ucapan tahun baru yang diberikan Osamu pada Carl. Hingga Donal Bebek pun pernah masuk ke dalam komik ciptaan Osamu berjudul Hikari pada tahun 1949.

Kartu ucapan selamat tahun baru dari Osamu Tezuka untuk Carl Barks (foto: Rebloggy.com)
Donal bebek dalam komik Hikari ciptaan Osamu Tezuka (foto: Rebloggy.com)

AS dan Jepang, Simba dan Kimba

Kimba dan Simba memiliki kesamaan (foto: Mylionking.com)

Manga dan anime memang terinspirasi Disney, tapi seiring waktu berjalan Disney pun ikut dipengaruhi oleh karya Jepang yang menyajikan beragam kisah kompleks. Sebut saja The Lion King (1994) yang memiliki kemiripan dengan tokoh ciptaan Osamu Tezuka yang menjadi anime berjudul Kimba the White Lion. Kematian ayah kemudian hantunya muncul kembali di awan, sahabat burung dan babun, dan tanggung jawab yang harus diemban sebagai penerus jadi tema sama yang ada di dua animasi tersebut.

Saat sutradara Lion King, Rob Minkoff diwawancarai pada tahun 1994 oleh LA Times, ia mengaku tidak mengetahui serial Kimba. Namun dikutip dari Huffpost.com, penulis Madhavi Sunder mengatakan bahwa Roger Allers yang juga menjadi sutradara, pernah bekerja sabagai animator di Jepang pada tahun 1980-an dimana Kimba seringkali ditayangkan. Cukup lihat saja videonya dan saksikan bagaimana keduanya memiliki kemiripan dari konsep, karakter, hingga adegan.

God of manga, Godfather of anime, dan Walt Disney of Japan adalah nama-nama panggilan dari Osamu Tezuka. Terinspirasi dari Disney dan mengembangkannya menuju dunia penuh imajinasi tanpa batas, pengaruh sang pelopor masih menyisa di mahakarya animasi dari Negeri Matahari Terbit seperti Grave of Fireflies (1988) dan Princess Mononoke (1997).


Oleh: Bramantyo Indirawan

Editor: Adam Pribadi

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US