FaktaMSG:BenarkahBerbahayaUntukDikonsumsi?

October 03, 2019Qubicle Culinary
Apakah fakta MSG tentang generasi micin yang lemot benar?

“Dasar generasi micin, pantesan lemot!”

Apakah benar begitu adanya? Atau hanya mitos belaka? Micin atau MSG seringkali disangkut pautkan dengan pola pikir yang lamban dan juga kemampuan yang kurang dalam menyampaikan informasi. Bahkan, banyak yang sering mengatakan bahwa MSG bahaya untuk tubuh jika dikonsumsi. Sebenarnya untuk menghindari makanan yang diolah tanpa MSG sangat sulit saat ini. Terlebih bagi para kaum pekerja yang sibuk dan tidak sempat meal prep. Tentu makanan siap saji jatuh menjadi pilihan makan siang. Tapi apakah benar kekurangan-kekurangan itu penyebabnya adalah MSG? Sebelum ikut salah paham, cek dulu fakta MSG di bawah ini.

Fakta Kemunculan MSG

photo: google.com

Pernah dengar mengenai fakta MSG yang awal mulanya ditemukan oleh Jepang? Salah satu negara maju di dunia yang teknologinya sangat terdepan. MSG pertama kali ditemukan oleh seorang professor ahli kimia bernama Kikunae Ikeda. Professor Ikeda memulai penelitiannya saat terinspirasi gurihnya kuah kaldu khas Jepang yang disebut dashi. Singkat cerita, ia pun penasaran darimana datangnya rasa itu sampai memutuskan untuk melakukan serangkaian percobaan dari beberapa zat. Proses ini kemudian sampai pada sebuah temuan bahwa glutamat adalah zat yang paling mudah terionisasi dan memunculkan rasa serupa. Di sinilah micin mulai lahir dan dikenal dengan rasa gurihnya yang disebut umami. Glutamat sendiri juga diproduksi dalam tubuh manusia dan sebenarnya merupakan senyawa alami. Bahkan, pada beberapa buah dan sayur pun dapat ditemukan senyawa ini. Jadi, bukan alasan MSG membuat berpikir lamban karena negara penemunya sendiri punya teknologi dan pendidikan yang sangat maju.

MSG Memiliki Efek Samping

photo: pexels.com 

Lantas, kenapa generasi micin selalu disebut paling nggak nyambung dan lambat berpikir? Bahkan, beberapa orang yang memiliki sensitivitas terhadap MSG mengaku merasakan sakit kepala setelah mengkonsumsinya. Apakah benar MSG mempunyai efek samping? Sebenarnya konsumsi micin cenderung aman, namun ada takaran tertentu yang harus diikuti agar tidak menimbulkan efek samping. Pada tahun 1970, penelitian Bazzano membuktikan bahwa MSG bisa dikonsumsi hingga 147 gram/hari tanpa merasakan efek samping. Tapi, pada kenyataan sepertinya untuk membuat masakan cukup gurih kita tidak memerlukan taburan micin sebanyak itu. Malah dikhawatirkan akan terasa tidak enak jika terlalu berlebihan. Untuk itu, pastikan penggunaan micin secukupnya saja setiap harinya.

MSG Bermanfaat Untuk Tubuh

photo: Jixiao Huang

Jika MSG tidak memiliki efek samping saat dikonsumsi pada takaran tepat, apakah MSG malah bermanfaat untuk tubuh? Menurut ahli gizi Dr. Johannes Chandrawinata, MND, SpGK MSG dapat bermanfaat bagi lansia untuk menaikkan nafsu makan. Alasannya, MSG membantu produksi saliva dan getah lambung pada lansia yang sudah berkurang. Hal ini tentu memicu selera makan jika ditambahkan ke dalam masakan dan dapat membantu lansia kekurangan gizi.

Itulah Fakta MSG yang perlu kamu ketahui sebelum mengkonsumsinya. Agar terasa manfaatnya dan tidak berefek samping, sebaiknya biasakan pola makan seimbang agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi. Jangan lupa untuk selalu minum air putih dalam jumlah yang direkomendasikan atau lebih.

photo image & cover: freepik.com 

Like what you read? Give Qubicle Culinary your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Culinary

    Explore what happens behind the kitchen, what serves on the menu, and global F&B trends.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US