PakaiKimonokeKyotoSambilCicipiUnagidiUokeyaU

January 14, 2019Qubicle Culinary
Kyoto seakan mampu membawa kalian menuju Jepang masa lampau, terutama untuk merasakan sajian sederhana berupa belut di Uokeya U.

Penggemar kartun seperti kami ini pasti selalu ingin liburan ke Jepang yang memang negara penghasil anime. Padahal kalo udah sampai di Jepang, udah pasti kami bakal cari tempat wisata yang nggak bisa ditemuin di Indonesia dan berburu kuliner Jepang yang aneh-aneh tapi rasanya nggak boleh dipandang sebelah mata, misalnya kaya di Kyoto. Nah, waktu jalan-jalan di Kyoto, jangan lupa sewa pakaian tradisional Jepang, yukata atau kimono. Dengan harga sewa sekitar ratusan hingga ribuan yen, kalian bisa memakainya waktu berkelana di kota yang pernah menjadi Ibu Kota Jepang ini (794-1868).

  Di Kyoto, menyewa kimono menjadi salah satu hal yang unik (Foto: Qubicle)  

Kalo udah puas main, kulineran jadi hal yang wajib banget kalian lakuin kalo ada di Kyoto. Nggak perlu jauh-jauh, di Distrik Gion juga menyediakan berbagai makanan tradisional yang ada di machiya atau bangunan-bangunan kayu dengan gaya arsitektur kuno. Salah satu yang terbaik, udah pasti hidangan belut (unagi) di Uokeya U.

Sajian Sederhana Belut

  Sajian khas Uokeya U, nasi dan belut (Foto: Qubicle)  

Makanan terbaik di Gion bisa kalian cicipi di Uokeya U yang menjual hidangan belut di Higashiyama-ku. Rumah makan dengan bangunan tradisional ini berukuran kecil dan berdempetan seperti bangunan lain di sekitarnya. Di depannya kalian bisa lihat kalau tempat ini menjual hidangan tradisional Jepang dengan gambar wadah kayu.

  Restaurant Uokeya U  (Foto: Qubicle)

Kata hiragana Jepang ”う” yang berarti “u” dibuat menyerupai unagi atau belut menempel di depan pintu bersama tulisan “Restaurant Uokeya U”. Foto makanan berupa belut bersama harganya juga terlihat jelas di papan depan tempat ini. Di dalamnya, siapkan diri kalian untuk menyantap salah satu sajian belut terbaik di dunia. Nggak percaya sama kami? Mungkin Michelin bisa menguatkan pernyataan ini karena Uokeya U berhasil mendapatkan penghargaan di bidang kuliner yang diakui secara internasional berupa Michelin Star.

Makan belut di Uokeya U paling enak itu rame-rame, karena bisa lebih murah dan memang dijelaskan di menu kalau sajian khas restoran ini minimal untuk tiga orang. Tapi tenang aja, kalau cuma sendiri atau berdua, ada juga kok porsi belut yang disajikan di satu mangkuk. Kalo pesan untuk minimal 3 orang, belut akan disajikan di ember Uoke yang berupa wadah kayu.

  Makan di Uokeya U lebih baik ramai-ramai (Foto: Qubicle)  

Hidangan tradisional yang dijual cukup sederhana. Nasi dengan saus rasa manis dan asam di bawah potongan-potongan besar belut tanpa tulang. Sederhana namun mewah jadi tiga kata yang cocok saat merasakan pengalaman memakan belut di Uokeya U. Belut sama nasi yang ditemani sup berisi jeroan benar-benar memanjakan lidah kami. Tapi, menurut pendapat kami sih Uokeya U tiada dua rasanya, lezat, dan mengenyangkan!

Uokeya U Tempatnya menyediakan dua lantai dengan 20 kursi. Ada yang duduk di kursi, ada juga tatami yang berarti duduk di lantai atau lesehan. Apabila tidak bisa berbahasa Jepang tenang saja, ada menu bahasa Inggris, bahkan waktu kami mengunjunginya salah satu pelayannya adalah pria kaukasia yang berbicara bahasa Inggris dengan baik.

Saat makan malam, untuk satu mangkuk belut dengan nasi dihargai ¥3.250 atau sekitar Rp425.000. Sedangkan porsi tiga orang yang dihidangkan dengan wadah kayu mulai dari ¥10.000 atau Rp1.300.000. Uokeya U membuka pintunya dua kali sehari dari jam 11.30-14.00 dan 17.00-20.00 setiap hari Selasa hingga Minggu.

Makanan Lain di Gion, Kyoto

Di Kyoto, makanan khas Jepang dengan lokalitas daerah bisa ditemukan di berbagai sudut kota. Selain Uokeya U, daerah Gion juga menyediakan banyak hidangan klasik lainnya, seperti di tempat ini:

1. Chihana

Hadir sejak tahun 1946, Chihana menyajikan hidangan khas Jepang bernama kaiseki. Berentetan makanan berporsi kecil yang mirip dengan appetizer disajikan dengan indah. Sup, ikan mentah, dan beragam sayuran, hingga dessert berupa buah atau es krim menjadi pengalaman paling menyenangkan saat menyantap kaiseki. Kalo abis ke Uokeya U, bisa mampir ke sini ya!

2. Pasar Nishiki

Di sini kalian bisa menemukan berbagai makanan khas Jepang di deretan food stand, salah satunya okonomiyaki yang mirip seperti pancake di Nishiki Warai. Mie goreng dengan saus manis bernama yaki-soba juga wajib kalian cicipi.

3. Wadachi

Mau minum sake? Wadachi merupakan tempat terbaik yang mesti kalian datangi di Kyoto. Camilan atau bahkan makanan berat bisa kalian pesan untuk menemani kalian saat meneguk sake.

4. Izuju

Sushi bisa disebut sebagai makanan Jepang yang paling terkenal di dunia. Gion, Kyoto juga menyediakan tempat makan sushi terbaik yaitu Izuju. Sushi yang dihidangkan berbeda dengan yang lainnya karena memiliki rasa dominan manis dan biasanya dikonsumsi tanpa kecap asin. Selain unagi di Uokeya U, sushi di Izuju juga mantap rasanya.

5. Mouriya Gion

Teppanyaki adalah hidangan panggang Jepang yang dimasak di atas plat besi, mirip-mirip dengan bbq. Apabila mau menyantap daging terbaik di dunia dengan nama Kobe beef, Mouriya Gion tempatnya. Cocok buat hari berikutnya setelah puas makan belut di Uokeya U.

Gimana, udah tau kan mau makan ke mana kalo lagi di Jepang? Jangan bingung ya, mampir aja ke tempat makan lezat yang udah kami rekomendasiin buat kalian, kaya Uokeya U.



Oleh: Bramantyo Indirawan

Like what you read? Give Qubicle Culinary your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Culinary

    Explore what happens behind the kitchen, what serves on the menu, and global F&B trends.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US