SudahTahuAsal-UsulNasiUduk?

December 04, 2019Qubicle Culinary
Mengenal asal-usul nasi uduk yang menjadi hidangan kecintaan untuk sarapan pagi maupun makan malam.

Siapa yang tidak kenal nasi uduk? Makanan ini seringkali kita temukan di pagi hari sebagai salah satu opsi sarapan maupun malam hari saat makan malam sebagai pendamping pecel lele. Bahkan, tidak jarang yang menjualnya dan buka hingga dini hari sebagai santapan pengusir hangover. Selama ini kita juga mengenalnya sebagai makanan khas Betawi. Namun, apakah kamu sudah tahu tentang asal-usul nasi uduk yang sebenarnya? Simak ulasannya di bawah ini.

Kaya Akan Rempah

Nasi uduk memiliki ciri khas dan rasa yang kaya akan rempah. Untuk memasaknya saja terdapat beberapa rempah yang digunakan untuk memberikan rasa pada nasi uduk, mulai dari jahe, daun sereh, merica, kayu manis hingga pala. Semuanya dikukus dan diaron dengan santan bersama beras yang dibungkus menggunakan daun pisang. Tidak heran jika kaya akan rasa dengan aromanya begitu wangi.

Pertama Hadir di Kebon Kacang

Nasi uduk pertama yang hadir di Jakarta adalah di daerah Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Wilayah ini memang dikenal sebagai pusat kuliner nasi uduk hingga sekarang. Ciri khasnya ada pada nasi uduk yang disajikan menggunakan daun pisang dengan porsi mungil dan rasa yang gurih. Adapun lauk pauk yang disajikan dan menjadi pendamping nasi uduk agar pengalaman kuliner terasa lebih sedap lagi.

Bukan Berasal dari Betawi

Kalau melihat asal-usul nasi uduk, ternyata makanan yang rasanya kaya akan rempah ini bukan berasal dari Betawi. Faktanya, nasi uduk dibawa oleh masyarakat Melayu yang berasal dari Sumatera lewat jalur perdagangan. Sebenarnya hidangan ini sudah ada di tanah Melayu pada abat ke 14 hingga 16. Namun, baru diperkenalkan ke Pulau Jawa, khususnya Jakarta setelah perdagangan dimulai. Masyarakat Melayu sendiri lebih mengenalnya dengan nama nasi lemak.

Namanya Diambil dari Bahasa Sunda

Uniknya lagi, nama nasi uduk bukan bahasa Betawa melainkan diambil dari bahasa Sunda. Beberapa berpendapat kata ‘uduk’ berarti bersatu atau bercampur yang mirip dengan cara penyajian nasi uduk. Sebagian lagi berpendapat kata tersebut artinya ‘susah’ yang dikorelasikan dengan keadaan penjual nasi uduk yang menggunakan gerobak pada masa itu. Banyak juga para wanita yang mencari nafkah untuk menyambung hidup dengan menjual nasi uduk di pasar kepada kelas menengah ke bawah sebelum pada akhirnya dapat kita nikmati di restoran sekarang.

Tak kenal maka tak sayang, itulah asal-usul nasi uduk yang biasa kita santap di pagi hari maupun malam. Ternyata hidangan ini memiliki cerita akulturasi budaya yang cukup unik. Kalau ingin mencobanya, kamu bisa datang ke gerai nasi uduk yang sudah tersebar di belantara Jakarta untuk dinikmati. Bon appétit!

photo cover & thumbnail: Raphiell Alfaridzy

Like what you read? Give Qubicle Culinary your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Culinary

    Explore what happens behind the kitchen, what serves on the menu, and global F&B trends.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US