SiBoros!Tanda-tandaKamuSeorangMakeupHoarder

February 13, 2019Qubicle Fashion
Ini tanda-tanda kebiasaan seorang makeup hoarder yang mungkin aja di dirimu!

Sebagai pecinta makeup yang berdedikasi tinggi, mengoleksi berbagai ragam peralatan rias dari brand favorit sudah pasti jadi keharusan. Nggak ada hari terlewat tanpa melihat beauty influencer dan akun-akun resmi brand makeup kenamaan. Tapi sadarkah kamu, dengan banyaknya produk di pasaran dan bidikan iklan yang ditujukan untukmu, kamu dapat memiliki kecenderungan menjadi seorang makeup hoarder?

Penumpuk makeup atau makeup hoarder merupakan sebuah sebutan bagi beauty enthusiast yang kecanduan akan terus membeli dan menumpuk produk kecantikan mereka. Berawal dari ketertarikan atas iklan dan keinginan untuk terus menjadi yang paling up-to-date mengenai kecantikan, seorang pecinta makeup dapat menjadi obsesif mengumpulkan segala jenis peralatan rias, dipakai atau tidak, demi menuruti dorongan yang muncul.

Entah itu persoalan puasnya perasaanmu melihat kemasan makeup yang baru diluncurkan di pasaran atau sensasi puas sewaktu membuka produk baru dan ketika menyadari jika kamu akhirnya menemukan “holy grail”, makeup memang memabukkan. Bagi para penikmat makeup, peralatan rias bisa jadi benda yang begitu menggoda, memanjakan, dan lebih sering bersifat hedonistik atau keduniawian. Membeli peralatan rias memang sangat menyenangkan. Meski demikian, perasaan yang timbul setelahnya dan mendorong kamu untuk terus membeli peralatan makeup, jauh dari kata menyenangkan.

Makeup hoarder kerap memiliki makeup yang berjumlah sangat banyak dan tak terpakai. (Foto: Istimewa)

Permasalahan semua pencinta makeup atau mereka yang menjadikan makeup sebagai hobi adalah semua perasaan menyenangkan itu mampu menyeret seseorang ke dalam siklus keinginan tak tertahankan, pengambilan keputusan yang merugikan, dan merasa bersalah atau malu sebagai akibatnya. Kedengarannya memang konyol kalau sampai kamu kecanduan membeli makeup, tapi bagi mereka yang telah terseret ke dalam siklus membeli kompulsif, kondisi ini bukan main-main.

Dalam sebuah subreddit di website Reddit bernama Makeup Rehab, para subscriber membagikan pengakuan mereka akan kebiasaan membeli makeup yang kambuhan. Nggak hanya sampai di sana, mereka juga saling memberikan tips untuk destashing (atau pembuangan koleksi makeup dengan membuang produk yang tak terpakai atau dupes-nya) dan turut memposting foto-foto koleksi palette eyeshadow serta blush-on hampir kosong yang mereka simpan kemudian menamainya sebagai pan porn.

Komunitas di situs tersebut mencapai lebih dari 10.000 anggota yang tengah melakukan terapi. Kebanyakan cerita para anggota berkisar seputar siklus di mana pembelian peralatan makeup mereka telah jauh dari area hobi yang menyenangkan dan berubah menjadi sesuatu yang lebih mirip disebut hoarding atau penumpukan benda nggak berharga. Para anggota di subreddit tersebut merayakan beragam pencapaian seperti misalnya meng-uninstall aplikasi Sephora di ponsel pintar mereka dan saling menguatkan sesama anggota mereka yang tengah berjuang memutuskan untuk membeli sesuatu.

Bagi mereka yang telah terobsesi dengan makeup dan terus berbelanja, kegiatan membeli peralatan rias berperan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk masalah-masalah lain seperti kecemasan, stres atau depresi. Berdalih “memanjakan diri”, dorongan membeli makeup terus menerus ini menjadi perangkap yang nggak hanya merugikan diri secara finansial tetapi juga mental si pembeli.

Eyeshadow palette kerap menjadi salah satu produk yang sering dikumpulkan namun tidak terpakai. (Foto: Istimewa)

Sebuah penelitian tahun 2008 dalam jurnal Psychological Science menemukan jika orang-orang yang tidak bahagia cenderung lebih rentan menghabiskan uang untuk mendapatkan sebuah komoditi. Dengan kata lain, mereka yang sering merasa sedih atau depresi dapat mengeluarkan uang jauh lebih banyak hanya demi membeli produk. Sebuah review tahun 2014 dari Journal of Behavioral Addictions menyatakan jika rendahnya kepercayaan diri, kurangnya kontrol diri, tekanan emosional, kesenangan hedonistik dan kelebihan kognitif seperti stimulasi berlebihan melihat beauty blogger di jejaring sosial merupakan beberapa faktor umum penyebab kecanduan belanja online.

Ada banyak cara untuk mengatasi kondisi kecanduan ini. Belajar untuk benar-benar menghabiskan produk makeup sebelum membeli koleksi lainnya merupakan salah satu strategi mengatasi dorongan membeli makeup berlebih. Tapi, mencegah lebih baik daripada mengobati, kan? Maka dari itu, cek dulu nih tanda-tanda kalau kamu seorang penumpuk makeup atau beauty hoarder berikut ini:

Memiliki 18 Lipstik dengan Warna yang Sama

Atau kalau bukan lipstik, eyeshadow, kuteks, atau benda-benda dengan kegunaan sejenis dalam jumlah besar. Ada baiknya sebelum kamu memutuskan untuk membeli peralatan makeup dengan kegunaan atau warna yang sama, tanyakan pada dirimu sendiri: perlukah kamu membeli produk ini?

Membeli Produk Sebelum Menghabiskan yang Masih Ada

Memang ada waktunya di saat kamu ingin membeli produk luncuran terbaru sebelum produk yang kamu pakai benar-benar habis. Tapi keseringan melakukan hal ini akan membuat produk kecantikanmu menumpuk.

Menyimpan Produk yang Sudah Melewati Masa Pakai

Oke, kamu punya peralatan makeup hadiah dari orang yang paling kamu sayangi. Atau kamu baru saja membeli Y2K-era tube Urban Decay lipstik yang kamu sayangi, tapi semuanya nggak akan berguna kalau sudah lewat masa pakai. Bukan cuma memakan tempat, produk-produk itu juga hanya akan menjadi tempat bakteri menumpuk.

Memiliki Banyak Produk yang Belum Pernah Dipakai

Sering membeli sebuah palette atau eyeliner warna hijau neon hanya karena sedang nge-tren tapi setelahnya nggak kamu pakai karena warnanya sangat tidak pas untuk tampilan sehari-hari? Itu masalahnya. Tren yang cepat berubah dan menghasilkan produk baru merupakan penyebab kecenderungan menumpuk makeup.

Semua Tempat Penyimpanan Makeup Kelebihan Muatan

Kamu kehabisan tempat untuk menyimpan semua barang kecantikanmu padahal kamu baru membeli kontainer baru demi tujuan merapikan meja rias. Dan kejadian itu sering terjadi. Itu merupakan tanda kalau kamu sudah mulai terjangkit kecanduan menyimpan barang.

Apapun yang berlebihan jarang menghasilkan sesuatu yang positif. Demikian pula dengan terus membeli barang kecantikan serta menyimpannya sampai mencapai jumlah yang sangat banyak. Bagi kamu makeup hoarder dan tengah merasa putus asa, jangan menyerah. Kalau kamu merasa harus membutuhkan bantuan, segera hubungi tenaga ahli.



Oleh : MLR 

Like what you read? Give Qubicle Fashion your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Fashion

    We deliver stories about style, fashion, and culture.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US