CerminanUtopianismePada'AvengersEndgame'

April 25, 2019Qubicle Film and TV
'Avengers Endgame' kembali melanjutkan pertarungan yang lebih dari persoalan "baik-jahat", utopianisme kembali hadir dalam film ini.

Sejak menonton trailer pertama Avengers: Endgame yang dirilis akhir tahun lalu, kita telah menyaksikan salah satu adegan di mana Thanos menggantungkan kostum tempurnya di sebuah sawah. Penggemar telah menduga bahwa Thanos menjadi seorang petani setelah berhasil menghabiskan setengah populasi alam semesta pada Infinity Wars.

Cerita yang kita saksikan pada Avengers: Endgame menegaskan bahwa lewat karakter Thanos, Marvel mencoba menghadirkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar karakter villain, melainkan seorang revolusioner yang mau mewujudkan sebuah utopia.

Kisah Thanos sebagai petani diadaptasi dari komik Marvel. (Foto: Dok. Marvel)

Pada Infinity Wars, Thanos mengklaim bahwa tujuannya mengumpulkan Infinity Stones adalah mengakhiri masalah-masalah yang disebabkan oleh overpopulasi manusia dan alien di alam semesta. Inisiatif Thanos menghapus populasi makhluk hidup di alam semesta muncul setelah masalah-masalah tersebut membawa kehancuran pada planet asal Thanos, Titan.

Kalau kita pahami dan sesuaikan dengan kehidupan kita di bumi, akibat-akibat dari masalah overpopulasi bisa kita lihat lewat krisis air bersih, kehutanan, sumber makanan, polusi, ketimpangan, hingga iklim. Bagi Thanos, dunia yang bebas dari masalah-masalah di atas merupakan kondisi ideal atau utopia yang ia impikan.

Adegan di mana kostum perang Thanos digantung di sawah diadaptasi dari salah satu komik Marvel. (Foto: Dok. Marvel)

Aktivitas tani Thanos yang dimunculkan lewat Avengers Endgame maupun Infinity War sendiri merupakan salah satu simbolisasi paling umum dari utopianisme. Dalam sebuah masyarakat yang ideal dan memiliki kondisi-kondisi seimbang, bertani menjadi simbol dari kedamaian, keseimbangan alam, hingga tidak adanya ketimpangan. Pada Avengers, Thanos bertani karena merasa bahwa tidak ada lagi peperangan yang harus ia hadapi, juga kondisi ideal manusia dan alam yang ia impikan telah tercapai.


Oleh: Adam Bagaskara

Like what you read? Give Qubicle Film and TV your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Film and TV

    All of the latest film and tv.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US