KolektifIndependenSurabayaTerkiniyangPatutDisimak

August 12, 2019Qubicle Music
Berikut ini adalah para kolektif independen Surabaya yang sedang giat-giatnya menggagas acara musik di kota tersebut.

Barangkali, perkara apresiasi terhadap buah karya seorang musisi seperti mendengarkan lagu-lagunya, memiliki merchandisenya, dan mendukung keberlangsungan kerja-kerja kreatifnya lewat membeli rilisan fisik buah karya mereka adalah sebuah hal yang lumrah. Namun, bagi seorang pendengar, mewujudkan cita-cita untuk dapat menyaksikan pertunjukan musisi yang digandrunginya adalah sebuah anugerah. Maka, salah satu jalan bagi para pendengar dan penggemar untuk bertemu langsung dengan band atau musisi idolanya, yang seringkali berbeda domisili, adalah ketika band dan musisi tersebut melakukan tur dan manggung di kota mereka.

Berbicara soal tur, salah satu kota yang belakangan sering menjadi titik lawatan band-band yang menggelar ritus tersebut adalah Surabaya. Namun, semua hal tersebut tidak mungkin terjadi jika tidak ada kolektif serta promotor independen di Surabaya yang selalu semangat dan giat dalam memberi ruang bagi banyak band seantero Indonesia yang ingin singgah merasakan panasnya atmosfer kota pahlawan. Berkat para kolektif ini, banyak nama kancah musik lokal yang punya kesempatan untuk manggung di Surabaya. Tentu saja, apa yang selama ini mereka lakukan sangat patut diapresiasi dan diberi perhatian lebih. Lalu, siapa saja para entitas berikut? Nih, kami beri bocorannya.

Rumah Gemah Ripah

Salah satu dokumentasi ketika Rumah Gemah Ripah menyelenggarakan gig dalam rangka tur band rock n roll asal Lombok, Sundancer. (foto: dok. Adi/Rumah Gemah Ripah)


Kolektif ini telah menapaki usia ke-3. Sepanjang tiga tahun, mereka telah mengelar 15 pertunjukan musik dengan pertunjukan musik periodikal bernama Boja Krama. Rumah Gemah Ripah memang telah diinisiasi untuk memberi ruang bagi para musisi dari segala penjuru Indonesia yang ingin mencicipi keriuhan gigs di Surabaya. Tak hanya musisi-musisi tanah air, dua kolektif math-rock dari negeri Jiran, Malaysia, Dirgahayu dan Lust, pun juga pernah berbagi panggung dengan band-band bernas dari Surabaya di perhelatan Boja Krama. Mulanya Boja Krama dihelat setiap satu bulan sekali. Namun belakangan menjadi tidak tentu, sebuah hambatan klise mengganjal langkah mereka untuk konsisten mengelar pertunjukan secara rutin; susahnya ruang pertunjukan yang layak adalah sebuah permasalahan yang menyebalkan!


Mendadak Kolektif - Secret Society

Logo dari Mendadak Kolektif. (foto: dok. Mendadak Kolektif)

Dibentuk oleh sekelompok remaja, Secret Society adalah ruang yang tepat bagi band-band yang mendambakan pertunjukan yang intim tapi chaotic! Mayoritas gigs-gigs yang dikelola oleh kolektif yang bermukim di jalur perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo ini kerap kali digelar di studio-studio kecil dengan line-up yang minimalis, namun terkurasi dengan baik. Kolektif ini pun juga kerap meracik formula melebur penampil lintas genre. Kelahiran mereka ditandai dengan kedatangan sebuah band hardcore dari Singapore, Xingfoo & Roy. Jika kalian rindu berbagi peluh dan dan lekat dengan nuansa hardcore show, Mendadak Kolektif adalah sebuah gig organizer menjanjikan yang akan menyalakan kembali bara api masa muda kalian.


Paranoise

Logo dari kolektif Paranoise. (foto: dok. Paranoise)

Salah satu dokumentasi keriuhan acara yang digelar oleh Paranoise. (foto: dok. Paranoise)

Berbeda dengan nama-nama di atas, Paranoise justru baru lahir pada awal tahun 2019. Memang belum banyak panggung-panggung yang mereka gelar, namun jika ditilik dari program kerja kolektif ini, potensi yang mereka canangkan cukup menjanjikan. Tak hanya menginisiasi perhelatan musik, Paranoise juga memberi ruang edukasi bagi penonton dengan serangkaian program yang mereke gagas. Salah satunya lewat Talk Bus Tour. Pada edisi pertama, program yang diinisiasi oleh Paranoise mengajak audiens untuk melakukan lawatan pada ruang-ruang yang memiliki peran dalam membentuk wajah kancah musik Surabaya. Seperti Gang Setan—titik temu musisi punk seantero kota, Inferno Studio yang telah banyak membidani band-band cadas, serta MagnetZone yang dulunya menjadi saksi kelahiran-kelahiran band bernas yang hari ini namanya tengah berkibar. 


Oleh: Samuel Christ

Editor: Yogha Prasiddhamukti



Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Music

    We found it's important to give people on good music whether they're made by established musicians or newcomers.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US