Lagu-LaguTheCureyangPalingCeria

May 17, 2019Qubicle Music
Ceria dalam konteks The Cure adalah murung yang tertunda.

Meski punya citra sebagai band goth/post-punk yang cenderung murung, The Cure ternyata punya sisi riang dalam skala yang nggak berlebihan. Robert Smith—si vokalis yang semakin mirip Edward Scissorhand—tampaknya bisa menjadi komando awak bandnya untuk nggak terpatok pada satu gaya musik tertentu.

Beberapa lagu terbaik The Cure memang gloomy dan sedih, tapi itu sejatinya adalah pop indah yang nggak membuatmu merengek-rengek. Seperti misalnya lagu “Pictures of You”, yang bahkan sesaat setelah masuk di intronya saja bisa membuatmu tercekat.

Nah, bisa kita bayangkan bagaimana kalau band murung nomor wahid sekelas The Cure ini membuat lagu yang bernuansa ceria. Semuanya pas pada porsinya, ceria tapi tidak berlebihan. Dari beberapa lagu ceria yang pernah The Cure ciptakan, kami piker semuanya masih dalam koridor atau benang merah post-punk dan new wave gelap ala mereka.

Berikut beberapa lagu yang membuktikan kalau The Cure nggak melulu sedih:

“Boys Don’t Cry”

Gaya vokal Robert Smith di lagu ini terdengar sangat punk walaupun nggak menghilangkan sisi murung. Lagu dengan judul yang melarang anak laki-laki menangis memang sudah seharusnya berirama rancak dan semangat seperti ini—bukan malah membuat mewek. “Boys Don’t Cry” terdengar seperti sesi garasi dari The Cure yang direkam tanpa tedeng aling-aling. Memadukan akustik dan liukan melodius yang sialnya terasa pas.


“Just Like Heaven”

Salah satu lagu favorit dari semua katalog The Cure. Mengingatkan pada “Pictures of You”—cuman dalam versi yang lebih berwarna. Semburan synth-pop menguatkan kesan 80-an, yang menyembur dengan melodi yang menyayat. Hanga, rasanya seperti matahari sore menerobos dari jendela. Lagu The Cure yang seceria ini saja bisa terasa amat gelap.


“Friday I’m In Love”

Membicarakan The Cure tanpa lagu ini adalah satu bentuk kesia-siaan. Definisi kesempurnaan musik The Cure tersaji dengan baik di “Friday I’m In Love”—tanpa ada sedikitpun celah. Lagu kasmaran yang paling indah sekaligus ironis, karena setelah cinta, tak ada apapun lagi yang tersisa kecuali nalar yang mati. The Cure menggambarkan ini semua dengan trengginas, membuat siapapun band pop punya patokan saat ingin membuat lagu romantis yang nggak kacangan.


“High”

Intro lagu-lagu The Cure selalu terasa ajaib—dan kalau beruntung, keajaiban itu bisa kamu alami sampai ke dalam lagu. Dalam “High”, The Cure memamerkan pesona yang polos, terus meringsak sampai akhir lagu. Bumbunya masih kemurungan yang membuamu rentan. Tak pernah ada yang terlalu bahagia mendengar The Cure, seceria apapun petikan gitar dan tetabuhan drumnya. Selama masih ada Robert Smith, selama itu pula kesedihan jadi cara paling bijaksana untuk ceria dan berbahagia.


Oleh: Elkin Alhafid

Editor: Yogha Prasiddhamukti

Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Music

    We found it's important to give people on good music whether they're made by established musicians or newcomers.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US