MengenangKurtCobain:PotretIkonGenerasiX

April 05, 2019Qubicle Music
Mulai dari dukungan pada homoseksualitas, isu depresi, hingga wafat secara tragis, Kurt Cobain adalah suara generasi X yang paling ikonis.

Kalau bicara tentang bulan April, kami nggak bisa nggak inget bahwa 25 tahun lalu, tepatnya tanggal 5 April 1994, adalah hari wafatnya salah satu sosok paling ikonis dalam sejarah musik, yaitu Kurt Cobain. Seperempat abad lalu bisa dibilang merupakan masa-masa kelam bagi pecinta musik grunge; mereka kehilangan sosok kerempeng yang menjadi suara paling lantang dari generasi X (voice of the generation, —red), generasi yang tumbuh besar saat gaya musik Seattle sound sedang panas-panasnya. Tidak bisa dipungkiri, Kurt Donald Cobain yang wafat di usia 27 tahun saat itu adalah sosok penting bagi kancah musik baik bawah tanah maupun populer.

Tentu saja, pada tanggal yang sama tahun ini, kerabat dekat maupun semua yang mengidolakannya memperingati kepergian Kurt Cobain dengan caranya masing-masing. Sepertinya misalnya manajer Nirvana dari tahun 1990-1994, Danny Goldberg, yang memperingatinya dengan merilis buku berjudul Serving The Servants: Remembering Kurt Cobain. Kami juga nggak mau ketinggalan. Sebagai pengagum karya-karya seminal si gitaris kidal itu semasa hidupnya bersama Nirvana, kami ingin mengenangnya dengan menilik kembali perjalanan hidup Kurt Cobain, potret ikon generasi X. Mulai dari dukungannya pada feminisme dan hak-hak LGBT, isu depresi, hingga wafat secara tragis dan warisan yang ia tinggalkan.

Masa Kecil dan Remaja

Kurt Cobain semasa kecil. (foto: dok. istimewa)
Keluarga Donald Cobain, ayah dari Kurt. (foto: dok. istimewa)

Kurt Cobain memiliki masa kecil kurang bahagia, hidup ditengah perseteruan kedua orang tuanya dan menjadikan dirinya memiliki sifat pemberontak sejak remaja.

Kurt Cobain bisa dibilang nggak serta merta punya bakat musik. Tumbuh di keluarga yang juga mempunyai darah seni, Kurt Cobain kecil udah diperdengarkan musik The Beatles oleh bibinya yang bernama Mari sejak umur 2 tahun.

Pamannya yang bernama Chuck Fradenburg bermain di sebuah band bernama Beachcombers, sedangkan bibinya Mari Earle adalah pemain gitar dari band bernama Grays Harbor County. 


Masa Dewasa dan Terbentuknya Nirvana

Foto Nirvana era awal. (foto: dok. istimewa)
Kurt di era-era awal Nirvana; saat itu dia masih jauh dalam menjadi "rockstar". (foto: dok. istimewa)

Beranjak dewasa, tepatnya di tahun 1987, Kurt membentuk unit grunge bernama Nirvana dan sukses membawa musik yang dirinya usung ke puncak kesuksesan. Nirvana menelurkan 11 album termasuk di dalamnya album penuh, album live dan album kompilasi. Selain itu, Nirvana juga dinobatkan sebagai grup yang paling berpengaruh bagi generasi X. 

Semasa hidupnya, Kurt Cobain adalah sosok yang dianggap kontroversial dengan segala pemikirannya. Termasuk bahwa dirinya mendukung penuh feminisme dan kaum LGBT yang kala itu tergambar pada sikapnya; dengan lugas ia pernah berujar bahwa bagi mereka yang menentang hak-hak kaum homoseksual atau bersifat anti, mending nggak usah datang ke konser Nirvana ataupun membeli CD band tersebut. Sebagai anak muda yang tumbuh dengan penuh pemberontakan, kemarahan, dan pemikiran berbeda dari sebagian besar orang di sekelilingnya, Kurt Cobain memang punya sikap tegas, simpati serta empati yang mendalam bagi mereka yang dimarjinalkan oleh masyarakat kebanyakan.

Sampul album perdana Nirvana. (foto: dok. Discogs)
Nirvana era 'Bleach'; masih bersama drummer pertama mereka Chad Channing [paling kanan]. (foto: dok. Discogs) 

Selain sikap anti kemapanan tersebut, isu depresi dan penyalahgunaan obat-obatan sangat lekat dengan sosok Kurt Cobain. Ironisnya, saat itu Kurt Cobain menjadi sosok yang sangat dikagumi oleh anak muda. Era 90-an menjadi masa dimana hampir semua mencontoh kepribadian Kurt. Hal, tersebut justru membuat Kurt Cobain semakin depresi, karena dirinya nggak mau anak muda meniru kebiasaan buruknya. 


Meninggalnya Sang Ikon

Foto-foto di tempat kejadi perkara paska meninggalnya Kurt Cobain. (foto: dok. istimewa)

1 Maret 1994, Kurt didiagnosis mengidap bronkitis dan laringitis yang amat parah. Dirinya melakukan pengobatan intensif, hingga akhirnya Courtney Love, istri dari Kurt yang juga personel dari band bernama Hole menemukan Kurt sudah overdosis sampanye dan rohypnol. Ia akhirnya sempat menjalani rehabilitasi setelahnya. Ia dimasukkan ke panti rehabilitasi pada tanggal 30 Maret 1994. Pada malam 1 April 1994, Kurt keluar dari panti tersebut dengan cara memanjat pagar. Lalu dirinya pergi ke Seattle (tempat tinggalnya) dan menghilang. 

Jasad Kurt Cobain ditemukan beberapa hari setelah ia meninggal bunuh diri. (foto: dok. istimewa)

Tragis, pada tanggal 8 April 1994, jenazah Kurt Cobain ditemukan di sebuah ruangan di atas garasi rumahnya di Lake Washington oleh pegawai Veca Electric bernama Gary Smith. Otopsi kemudian memperkirakan Kurt Cobain tewas bunuh diri dengan menembak mulutnya menggunakan senjata laras panjang pada 5 April 1994.

Hari itu merupakan hari yang kelam bagi dunia musik. Kurt Cobain wafat di sana Nirvana sedang berada di puncak karirnya. Sudah tidak terhitung lagi penggemar maupun rekan-rekan di kancah musik yang sangat terkejut dan berkabung pada saat itu.

Sampul album fenomenal 'Nirvana'. Ini adalah salah satu sampul album paling ikonis sepanjang sejarah musik rock. (foto: dok. istimewa)
Formasi terakhir serta terpopuler Nirvana, sebelum Kurt Cobain meninggal. Dave Grohl sudah menjadi drummer Nirvana. (foto: dok. Discogs)


Bagi kami, sosoknya adalah bagian dari masa remaja kami dan kami akan selalu mengenangnya sebagai sosok pahlawan. Banyak sekali warisan, tidak hanya musik, namun juga bagaimana ia bersikap sebagai seorang musisi punk, yang ia tinggalkan untuk dijadikan contoh. Kerumitan pribadi Kurt Cobain—yang membawanya ke relung gelap narkoba dan kesehatan mental—adalah sedikit dari bagian hidupnya yang singkat. Kami lebih memilih untuk mengingatnya sebagai seniman yang brilian dan karakter yang tidak akan terlupakan.

Demi menghormati sosok fenomenal idola kami di peringatan 25 tahun kepergiannya, berikut adalah beberapa lagu dari Nirvana yang sangat berarti bagi kami di masa itu, yang membuat kami otomatis jadi penggemar trio sinting tersebut.

“About A Girl”


“Smells Like Teen Spirit”


“Lithium”


“Come As You Are”


“Heart-Shaped Box”


Oleh: Arga K.

Editor: Yogha Prasiddhamukti

Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Music

    We found it's important to give people on good music whether they're made by established musicians or newcomers.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US