TOP10:LaguKegemaranMamet'Barefood'untukBekerja

April 16, 2019Qubicle Music
Sehari-hari berprofesi sebagai akuntan, vokalis dan pemain bas Barefood ini ngasih deretan lagu yang membantunya konsentrasi saat bekerja.

Seringkali kita membutuhkan sesuatu yang memberikan semangat saat kita bekerja untuk lebih fokus dan mendapatkan hasil yang diinginkan. Biasanya kalau di dunia perkantoran, kita bisa sambil ngemil, mengamil jeda Youtube-an sejenak, cek pesan masuk di gawai pintar atau selingan-selingan lainnya. Tapi biasanya, yang paling ampuh untuk membuat lebih fokus itu kerja sambil mendengarkan musik—setidaknya itu yang kami rasakan saat dihantam deadline dan tumpukan pekerjaan yang harus dikerjakan segera. Termasuk juga bagi Rachmad Triyadi, vokalis sekaligus pemain bass grup indie rock Barefood. Mamet—sapaan akrabnya—yang sehari-hari berprofesi sebagai akuntan tersebut, memberi tahu apa saja lagu-lagu favoritnya untuk didengarkan saat bekerja, yang dapat membantu berkonsentrasi. Isinya sangat variatif, mulai dari punk, hip hop, indie pop, hingga metal ngebut sekalipun; di mana setiap lagu yang didengarkan tergantung sama apa yang sedang ia kerjakan, termasuk seberapa besar membantunya untuk konsentrasi.

Dia juga menjelaskan, “Sebagai karyawan yang berprofesi sebagai akuntan, saya kerap kali berhadapan dengan angka-angka dengan sangat intens. Apalagi kalau sudah menghadapi deadline, fokus dan konsentrasi perlu ditambah dua kali lipat dari biasanya. Saya pribadi lebih cenderung sebagai karyawan yang mudah sekali terpecah konsentrasinya apabila mendengar suara-suara dari lingkungan sekitar, maka dari itu mendengarkan musik dengan volume yang kencang lewat headset adalah satu-satunya solusi."

Nah, berikut ini adalah lagu-lagu yang biasa menemani Mamet 'Barefood' bekerja. Siapa tahu juga bisa jadi referensi kalian, yang bisa diputar ketika kalian butuh fokus untuk menyelesaikan pekerjaan. 

1. Converge - "The Saddest Day"

Lagu ini adalah favorit saya untuk memulai deadline. Apalagi dengan durasinya yang tujuh menit. Sangat membuat fokus saya sangat terjaga.

Tingkat konsentrasi: 8/10


2. Skywave - "Don't Say Slow" 

Band yang akhirnya berevolusi menjadi A Place To Bury Strangers dan juga Ceremony. Lagu dengan gaya fuzzy noise pop maksimal. Tanpa basa-basi.

Tingkat konsentrasi: 8.5/10


3. The Guests - "Climb That Ladder"

Lagu dari band new wave/post-punk ini memiliki aransemen gitar yang agak-agak mirip The Smiths, tapi dengan karakter sound drum dan bas yang nendang. Enak banget kalo disetel dengan volume kencang, gan.

Tingkat konsentrasi: 7/10


4. Agoraphobic Nosebleed - "Bitches Handbag Full of Money" 

Saat drummer tenaga manusia dirasa kurang bertenaga, drum machine adalah jawabannya. I don't give a f*ck about what the lyric is, asal ngebut saya senang.

Tingkat konsentrasi: 9/10


5. The Dillinger Escape Plan - "The Mullet Burden" 

Seperti lokomotif yang melaju kencang, lagu ini membuat saya siap menghadapi serangan-serangan surat elektronik kantor yang berdatangan.

Tingkat konsentrasi: 9/10


6. MF Doom - "One Beer"

Saya biasa dengar lagu ini pada saat sedang merapikan layout report. Data semua udah masuk, tinggal mempercantik saja.

Tingkat konsentrasi: 5.5/10


7. Misfits – "Skull"

Sebenarnya semua lagu Misfits era Glen Danzig itu enak banget buat di dengar sambil bekerja. Tapi lagu "Skull" adalah favorit saya.

Tingkat konsentrasi: 7/10


8. Mccarthy - Semua lagu di album I Am A Wallet 

Suara jangly gitar yang intens terkadang bisa membuat saya tenggelam di lautan konsentrasi, dan album ini sangat memiliki hal tersebut. Saya tidak bisa memilih lagu favorit dari album ini karena lagu-lagu di album ini seperti tak terpisahkan satu sama lain.

Tingkat konsentrasi: 8/10


9. Ahmad Band - "Bidadari di Kesunyian" 

Karya terbaik Ahmad Dhani. "Bidadari di Kesunyian" dari segi sound enak banget di dengar pasca makan siang untuk menaikkan mood kembali bekerja.

Tingkat konsentrasi: 5.5/10


10. My Bloody Valentine - Semua lagu di album EP's 1988-1991 

My Bloody Valentine sebelum era Loveless memiliki magis tersendiri. Agresif, kasar, bising dengan bass line yang sangat manis. Beberapa lagu memiliki kecepatan dan tingkat kerumitan drum yang lebih dari band-band punk favorit kita.

Tingkat konsentrasi: 8/10


Oleh: Prabu Pramayougha

Editor: Yogha Prasiddhamukti

Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Music

    We found it's important to give people on good music whether they're made by established musicians or newcomers.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US