Musisi Berkarya Tanpa Bisa Memainkan Alat Musik? Ini Buktinya!

Jadi musisi tapi gak bisa main alat musik? Itu bukan halangan bagi Kimo Rizky dalam memproduksi musiknya sendiri. Ia decide untuk mengubah ketidakmampuan bermain alat musik menjadi kelebihannya, dimana ia bebas mencipta musik elektroniknya lewat jalur digital music production. “I create music with the help of technology, jadi gue punya parameter sendiri yang beda dari musisi lain,” ujar pria yang punya andil di balik Kimokal dan Double Deer Music ini.

Kali ini kami berkesempatan untuk berbincang dengan produser yang banyak terpengaruh oleh musik disko ini. Mulailah kami berandai-andai dengan Kimo, seputar kolaborasi, pilihan, dan kesempatan dalam hidupnya.

Rave/ Intimate gig?

Gue lebih suka intimate gig


Netflix/ Bioskop?

Definitely, Netflix!


Lebih banyak uang/ Lebih banyak waktu?

Hmm, lebih banyak waktu


Kalulla/M.I.A?

Kallula dong!


DJ Putri Una/ DJ Yasmin?

DJ Yasmin


Harry Potter/ Lord of the Rings?

I prefer Lord of The Rings


Last band you listened to?

Terakhir itu gue dengerin London Grammar


Spot favorit lo nyari ide musik?

Percaya atau enggak, gue paling suka nyari ide di mobil


Ijasah/Pengalaman?

Pengalaman


Coachella/ Glastonbury/ Decibel?

Coachella, lebih asik soalnya


What if lo ga terjun ke dunia musik, lo akan jadi apa sekarang?

Pasti bikin bisnis. Karena gue sebenarnya gak cocok kerja kantoran. Gue lebih senang punya kontrol penuh atas apa yang akan gue hadapi, kalau di kantor kan jadi buruh hahaha.


What if lo punya kesempatan berkolaborasi dengan musisi favorit lo, lo akan pilih siapa? Lo akan bawain lagu apa?

Asli gue pengen banget bisa berkolaborasi sama Todd Terje dan mainin lagu Kimokal bareng dia.


What if lo terdampar di pulau terpencil, apa 3 album yang akan lo bawa?

‘It's Album Time’ by Todd Terje, ‘We gave It Away... Now We Are Taking It Back’ by Mongolian Jetset and ‘Woman’ by Rhye


What if lo dikasi kesempatan belajar instrumen musik, instrumen apa yang ingin lo pelajari? Kenapa?

Gamelan, itu instrumen yang sangat menarik buat gue. I love its history, dan sangat menginspirasi bagaimana satu alat musik bisa punya kaitan yang sangat melekat dengan sebuah budaya.


Kimo sudah decide untuk mengejar passion-nya dan menghadapi tantangan demi musiknya. Namun kini Kimo butuh lo di Newland Challenge ‘Sound of City Project’. Caranya dengan upload suara-suara yang ikonik atau sering lo dengar di kota lo dan sertakan satu paragraf penjelasan tentang mengapa lo memilih suara itu. Lo bisa ikutan dengan klik di sini dan dapatkan tiket dan akomodasi gratis ke Ultra Beach Festival Bali 2017 untuk dua pemenang.

Show Kimo the sound of your city? You decide!