Notifikasi

    RETINA

    oleh
    526 Pengikut
    704 Konten
    Seni rupa | Fotografi | Design

    Inspirasi OOTD dari Workshop UGLY.

    oleh Retina Siapa dari kalian yang suka berpose ala model, lutut agak ditekuk muka berpaling ke arah kanan atau kiri, seakan kalian sebenarnya ga mau difoto? Pake baju lucu, kekinian dan pastinya nggak lupa pake hastag OOTD.Buat pengguna medsos, pasti udah sering banget liat hastag OOTD ini warawiri di timeline. Atau kamu justru hobi posting OOTD? Buat yang suka posting Outfit of the Day, pernah nggak sih kehabisan inspirasi untuk nge-mix n match pakaian yang kadang rasanya itu-itu aja? Kalo ngerasa mentok, coba tengok workshop desain dan kolase disko bareng UGLY.UGLY. clothing line yang dibuat oleh tiga wanita, Ayu Dilla, Marishka Soekarna dan Nasta Sutardjo ini sudah ada sejak 2013. Awalnya mereka iseng membuat tas kulit kemudian banyak teman-teman yang pesan dan kemudian dibuatlah UGLY. secara serius. Selain memproduksi pakaian yang modelnya unik-unik, UGLY. sering membuat workshop. Workshop ini bertujuan untuk menyebarkan inspirasi dan berbagi ilmu agar yang datang bisa mendesain baju sendiri sesuai dengan yang mereka mau.Para partisipan yang datang, biasanya memang suka mendesain ataupun membuat kolase. Teknik kolase merupakan turunan dari seni rupa dua dimensi. Hal yang pertama dilakukan pada workshop ini adalah membuat sketch terlebih dahulu. Pembuatan sketch ini berupa pemilihan warna, bahan, material dan desain yang akan dibuat. Kemudian mereka akan mulai menurunkan sketch tersebut ke boneka kardus yang sudah disediakan. Di step ini, partisipan mulai berkreasi menempel, menggunting material ke boneka tersebut. Karena ide tiap peserta dibiarkan liar, hasilnya justru di luar ekspektasi Marishka dan Ayu Dilla. Gimana? Asik kan.. Teknik kolase khas UGLY. bisa banget dipraktekin di rumah dan bisa jadi inspirasi OOTD kamu. Cek link ini untuk inspirasi lainnya. 

    Zine dan Pagggges

    oleh Retina A zine (/ˈziːn/ zeen; short for magazine or fanzine) is most commonly a small-circulation self-published work of original or appropriated texts and images, usually reproduced via photocopier. (sumber: Wikipedia)Kalau yang belum tahu tentang zine, zine adalah sebuah media publikasi yang dibuat oleh pembuatnya bebas tanpa batasan. Zine berisi gambar-gambar atau pun tulisan mengenai sebuah tema yang diangkat pembuatnya dan didistribusikan ke komunitas. Biasanya zine hasil fotokopi yang diperbanyak untuk dibagikan atau pun dijual. Di Indonesia sendiri pergerakan zine masih kalah massive dibanding dengan buku-buku yang dijual di toko buku besar. Pergerakannya bisa dikategorikan underground. Namun, banyak anak muda masih mencari zine karena isi dari zine tersebut kadang out of the box.Resatio Adi Putra, visual artist yang biasa bermain dengan collage dan mix media tehnik ini, menceritakan awalnya dia tertarik membuat zine karena melihat Slebor volume 1, zine buatan Mufti Priyanka, yang dikenal dengan panggilan Amenkcoy. “Pas gw liat zinenya Amenk, ternyata menarik, isinya artwork, ga serem. Biasanya zine itu identik dengan punk atau hardcore” ungkap Resatio yang membuat zine pertamanya di tahun 2013. Sudah ada 5 zine yang dia buat dan akhirnya ia memutuskan untuk membuat Pagggges dengan mengajak Amenkcoy yang memang aktif membuat zine. Dan kemudian terbentuklah pameran ini.Pagggges, sebuah platform untuk para penyuka zine.”Pagggges ini bisa juga disebut distributornya, lah.” Cerita Resatio salah satu inisiator Paggges ketika ditemui di acara Meet the Artist Series 01. Write. Publish. Repeat: The Indie Authors’ Guide to Self-Publishing Art Books with Pagggges beberapa waktu lalu. Ada 18 partisipan baik individu ataupun kolektif yang mengikuti pameran zine ini. Seperti Amenkcoy, Resatio, Cut and Rescue, Margaret Yap, Addy Debil dan masih banyak lagi. Disana mereka memamerkan dan juga menjual zine mereka. Selain itu acara ini menjadi tempat berkumpul dan bertukar informasi seputaran zine. “Sebenernya sekalian mau liat respon orang-orang juga sih. Ternyata respon yang datang diluar ekspektasi. Dan sekarang banyak yang aware sama zine. Sampai ada design agency yang media publish-nya adalah zine.” lanjut Resatio. Zine memang merupakan sebuah media alternative untuk para pembuatnya yang sulit menembus publisher besar. Dan bagi beberapa seniman, zine merupakan sebuah arsip dari karya-karyanya. Selain menjadi arsip, kehadiran zine ini bisa dijadikan sebuah apresiasi untuk mengkoleksi karya seniman dengan idola kamu, kamu bisa membeli zine mereka loh.

    Representatif Diri dengan Cara Artsy dari Buka Warung

    oleh Retina Instagram sekarang jadi tempat untuk merepresentasikan diri seseorang. Mungkin kamu salah satunya yang punya feeds Instagram yang isinya foto-foto selfie dari angle yang berbeda. Coba deh isi feeds Instagram kamu dengan gaya yang lain. Contohnya kaya poster kepribadian!Sabtu 4 Maret kemarin, ada acara seru yang produktif di Qubicle Pakubuwono. Acara itu Buka Dapur, Lokakarya Akhir Pekan, salah satu lokakaryanya adalah Desain Poster Kepribadian. Lokakarya tersebut bertujuan untuk menggambarkan diri sendiri dengan gaya yang artsy dan beda dari biasanya. Astri dari Buka Warung menjelaskan bahwa “Mengenal diri sendiri itu penting dan sekarang kalau lihat feeds intagram isinya selfie semua. Coba kita cari cara lain untuk menjelaskan ke orang-orang siapa kita sebenarnya.” Hal pertama dalam membuat desain poster kepribadian adalah kalian harus mengenal diri kalian luar dalam. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau lebih kerennya disebut dengan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Partisipan yang mengikuti lokakarya ini, diwajibkan menerangkan SWOT dari diri mereka masing-masing. Jujur dan terbuka terhadap diri sendiri merupakan hal yang paling penting dalam lokakarya ini.Keyword tidak kalah pentingnya. Keyword yang dimaksud adalah kata-kata simple yang dapat mendefinisikan diri kita. “Keyword itu berhubungan dengan mood poster yang akan dibuat. Misalnya karya dari Joana ini, dia sengaja mengambil background fullcolor gini karena mau mendefiniskan kata feminist dan barang-barang yang dia foto itu juga sengaja sebanyak itu karena dia seorang yang high maintenance gitu.” tambah Astri.Dalam desain poster kepribadian ini, barang-barang para partisipan menjadi objeknya. Barang tersebut merupakan pilihan partisipan yang sesuai dengan kepribadian mereka. “Jadi nantinya orang-orang yang liat poster ini jadi pada mikir, kira-kira apa maksud barang-barang itu ya?,” begitu kata Astri.“Buat gw yang ga bisa desain, lokakarya ini ngebantu banget. Jadi berasa seniman gitu. Lumayanlah buat refreshing.” kata Dita seorang partisipan. Selain untuk desain poster kepribadian, Buka Warung mengadakan lokakrya lainnya, yang bertujuan untuk membuat orang-orang lebih artsy dan juga ini salah satu cara Buka Warung bertahan sebagai kolektif seniman perempuan muda di Jakarta. Coba cek aja Instagram mereka @bukawarung kali-kali aja ada lokakarya lain yang bisa kamu ikutin.

    Belajar Tidak Cepat Marah dari Karya Seni

    oleh Retina Pernah memperhatikan ketika anak-anak sedang bermain bersama? Gerak-geriknya selalu penuh dengan energi dan tawa, bahkan terkadang interaksinya tak hanya saling berbicara saja tapi melibatkan aktifitas fisik seperti saling pukul atau berkejar-kejaran. Setelah itu, pasti akan ada tangisan karena rasa kesal yang membuncah. Tapi tunggu beberapa saat, tanpa dendam, mereka yang baru saja berselisih paham tersebut sudah bermain bersama-sama lagi.Ini adalah kebesaran hati anak-anak yang harusnya dimiliki orang dewasa. Lihat kita sekarang, baru saja disinggung sedikit, rasanya kemarahan sudah sampai di batas ubun-ubun sampai tak mau lagi saling sapa. Bahkan hingga hal yang paling absurd sekalipun seperti saling sindir di sosial media. Tombol unfriend dan status balasan yang menyerang pun langsung dilancarkan.Potret kepolosan anak-anak ini, jadi gagasan dalam karya-karya yang dipamerkan di Galeri Hadiprana. Lukisan warna-warni imajinatif dengan gambar anak-anak yang bermain bersama, mendominasi jajaran karya dalam pameran berjudul “Forever”. Sebuah karya milik Indah Mulyani, dengan nuansa warna biru menggambarkan aktifitas anak-anak perempuan yang sedang bermain kapal kertas, sama seperti judulnya “Kapal Kertas”. Kita mungkin ingat dahulu dengan bebas mengandaikan benda-benda yang sama sekali kontras dengan bentuknya, sebagai bentuk yang sungguhan. Rasanya tidak peduli jika kapal tersebut perlahan-lahan tenggelam, dengan mudah akan berusaha melipat kembali dan melepaskannya lagi dan lagi.Karya lainnya milik Budiyana dengan judul “Riang Gembira” lebih menggemaskan lagi. Walaupun warna yang dipakai tidak terlalu ceria dan banyak, tapi karakter yang dilukisnya begitu hidup. Sekitar 7 sosok anak laki-laki berbadan gempal sedang bermain kuda-kudaan bersama dari batang pisang yang dibengkokkan dengan wajah ceria tanpa beban. Bagi Puri Hadiprana sendiri, tema ini dibuat untuk menghidupkan kembali masa kanak-kanak. Umat manusia pada dasarnya memiliki sifat yang senang bermain. Bermain sendiri memiliki kekuatan untuk mempersatukan masyarakat dan menebarkan kebahagiaan. Sehingga harapannya, agar pameran ini bisa memberi sumbangsih bagi perkembangan seni rupa di Indonesia bahkan bisa dihargai di mancanegara.  Penulis: Aulia Fitrisari

    Show More