5MitosGerhanaMatahariDariBerbagaiDaerah

December 26, 2019Qubicle
Gerhana matahari memang fenomena alam yang jarang terjadi. Tidak heran sering dikaitkan dengan mitos lantaran cukup langka.

Belum lama ini, gerhana matahari cincin (26/12) dikabarkan menyapa sejumlah wilayah di dunia. Termasuk Indonesia, daerah seperti Riau terbilang menjadi tempat ideal untuk menyaksikan fenomena langka tersebut. Gerhana matahari ini disinyalir menjadi gerhana terakhir yang terjadi di Indonesia tahun 2019 ini. Namanya tidak seru kalau fenomena alam yang jarang terjadi dan terlihat tidak umum jika tidak dikaitkan dengan mitos. Itu sebabnya beberapa mitos berkembang di masyarakat. Berikut yang umum terdengar dan dipercayai oleh banyak orang.

Tanda Adanya Bencana

photo: Marc Szeglat

Mitos pertama yang paling santer terdengar adalah gerhana matahari merupakan tanda adanya bencana. Tapi, siapa yang menyangka kalau mitos ini datangnya dari kepercayaan di luar negeri? Masyarakat Yunani di masa lampau memahami fenomena alam ini sebagai tanda marahnya para dewa dan awal mula terjadinya kerusakan bencana. Apakah kamu juga mempercayainya?

Saatnya Orang Hamil Bersembunyi

photo: Sergiu Vălenaș

Pernah mendengar mitos mengenai gerhana matahari dan orang hamil? Menurut kepercayaan orang Banten, orang hamil harus bersembunyi saat ada gerhana matahari. Di bawah kasur atau meja dapat menjadi rekomendasi lokasi yang tepat. Tujuannya adalah untuk melindungi kandungan mereka memiliki kulit yang belang akibat gerhana matahari. Sulit dipahami, bukan?

Matahari Ditelan Monster

Cukup imajinatif, bukan? Faktanya, ada kepercayaan yang meyakini mitos ini pada saat gerhana matahari terjadi. Di Vietnam misalnya, masyarakatnya percaya bahwa saat gerhana matahari terjadi ada katak raksasa lapar yang menyantapnya. Lain lagi dengan masyarakat Ternate, naga jahat dianggap sebagai tersangka yang menyantapnya. Itu sebabnya masyarakat biasa memukul perabotan untuk menimbulkan suara gaduh agar naga tersebut memuntahkan mataharinya.

Kedatangan Iblis

photo: Donovan Reeves

Ternyata budaya membuat suara gaduh saat ada gerhana matahari bukan cuma terjadi di Indonesia. Masyarakat Tiongkok dan Viking juga mempunyai kebiasaan yang sama dengan tujuan membuat gerhana matahari cepat berlalu. Mitos yang mereka percayai pun sama, ada iblis yang datang saat fenomena alam ini terjadi. Biasanya mereka memukul alat masak seperti panci dan wajan hingga gerhana matahari berakhir.

Matahari Bertengkar Dengan Bulan

Masyarakat Inuit tidak kalah imajinatif dengan legendanya. Menurut kepercayaan mereka, hal ini terjadi karena dewi matahari bertengkar dewa bulan, yaitu Malina dan Anningan. Dewi matahari pun melarikan diri hingga akhirnya disusul oleh dewa bulan dan akhirnya gerhana pun selesai. 

photo cover & thumbnail: mark divier

Like what you read? Give Qubicle your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle

    Find latest news and top stories updates from across the world.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US