MenepisMitosHIVYangMasihSalah

December 02, 2019Qubicle
Mitos HIV/AIDS yang tidak benar perlu ditepis demi tetap mengedukasi dan menghindarkan penularan.

HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti banyak orang. Bagaimana tidak? Penyakit ini terkenal menjadi salah satu penyebab kematian yang cukup besar di dunia. Tentu saja, penularannya dapat dicegah dengan informasi dan edukasi seputar penyakit ini. Namun, masih banyak persepsi salah yang membuat para pengidap HIV/AIDS menjadi terstigma negative dan tidak memiliki hak seperti masyarakat lainnya. Tak jarang juga hal ini menjadi sebab penularan HIV/AIDS menjadi semakin mudah merebak. Untuk itu mitos HIV/AIDS yang tidak benar perlu ditepis demi tetap mengedukasi.

Gejalanya Dapat Langsung Terasa

Apakah pada saat terjangkit HIV gejalanya dapat langsung dirasakan? Ternyata tidak, karena pasca tertular virus tersebut, tubuh bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun kecuali setelah melakukan tes HIV. Bahkan, ada yang baru menunjukkan reaksi seperti flu biasa setelah terjangkit virus selama 10 tahun. Faktanya, mitos HIV akan langsung terasa setelah tertular agaknya kurang tepat.

Obat Antiretroviral Tidak Bisa Menyembuhkan

photo: The-Lore.com

Antiretroviral atau ARV sejatinya adalah satu-satunya obat yang dapat mengatasi HIV/AIDS. Tidak sepenuhnya menyembuhkan, namun dengan rutin meminum obat yang sudah disediakan gratis oleh pemerintah ini virus dalam tubuh dapat menurun drastis bahkan sampai tidak terdeteksi lagi. Tentu saja obat ini menghambat perkembangan virus HIV/AIDS bahkan pasien bisa beraktivitas normal, asalkan tidak putus dalam meminumnya. Perlu diingat, mengkonsumsi makanan sehat dan pengobatan alternatif bisa dikategorikan suportif saja untuk para ODHA.

Penularan Melalui Alat Makan

photo: Louis Hansel

Mungkin sempat terdengar mitos HIV mengenai penularan melalui alat makan. Faktanya, air liur pun tidak sekuat itu untuk dapat menularkan virus HIV. Alasannya, pada air liur tidak terdapat residu antibodi HIV sebanyak itu. Itu sebabnya, virus HIV yang ada tidak cukup kuat untuk ditularkan kepada orang lain.

Penularan Lewat Pergaulan

 Stigma atau mitos HIV/AIDS salah yang paling banyak bermunculan di masyarakat adalah bergaul dengan para ODHA. Tapi, apakah itu benar? Ternyata salah, karena HIV/AIDS ditularkan melaui pertukaran cairan tubuh dengan kandungan antibodi HIV yang cenderung tinggi, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan anus, ASI dan sumsum tulang belakang. Untuk itu, mungkin saja tipe pergaulan yang perlu diwaspadai adalah “pergaulan bebas”.

photo cover & thumbnail: handandbreak.com 

Like what you read? Give Qubicle your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle

    Find latest news and top stories updates from across the world.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US