10AlbumSegaruntukTemanRoadTripMudikLebaranTahunIni

June 12, 2018Qubicle
Dari indie rock seru nan menyenangkan hingga hip hop yang bisa bikin asyik sendiri, putar album-album berikut untuk teman perjalanan jauh.

Menjelang Lebaran dan memasuki masa-masa liburan yang diisi oleh sebagian besar orang dan bisa jadi kalian juga, dengan kegiatan mudik—biasanya sih gitu—tim editorial Qubicle ingin memberikan kalian rekomendasi berupa 10 album musik segar yang baru rilis di periode awal tahun 2018 ini, yang sekiranya cocok untuk didengarkan selama perjalanan jauh.

Patut dicatat, sebenarnya yang kami tulis di sini sepertinya memang lebih cocok untuk didengarkan bagi kalian yang mudik menggunakan jalur darat atau road trip, khususnya dengan kendaraan pribadi seperti mobil atau bisa juga kendaraan umum macam bus dan kereta api—walaupun sah-sah aja sih kalau kalian naik pesawat lalu ingin ikut mendengarkannya juga. Sebenarnya karena alasan durasi perjalanan dan tiap-tiap album itu sendiri saja. Kan, yang namanya road trip, belum tambah macet dan tetek bengek mudik jalur darat lainnya, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tempat tujuan pasti berjam-jam tuh, makanya selain butuh kondisi badan yang prima, kalian pasti juga butuh kondisi yang nyaman diiringi kesenian yang asyik sebagai teman mengatasi rasa lelah, ngantuk, atau ya buat hiburan sepanjang jalan. Lain halnya kalau naik pesawat yang tidak membutuhkan waktu berjam-jam lamanya di perjalanan. Kecuali kalau kalian mudik sekalian liburan ke tempat nun jauh di sana.

Nah, sekadar mengingatkan, bagi kalian yang akan mendengarkan album-album berikut ini menggunakan alat bantu seperti earphone atau headphone, jangan lupa untuk memberi telinga kalian istirahat setelah pemakaian selama 1 jam ya. Biar tetap sehat dan pendengaran prima, daripada nanti pas dipanggil sama pakde, eyang, om, tante, dan keluarga di kampung halaman pas lagi halal bihalal tapi malah nggak ngeuh gara-gara mendadak abuget (agak budeg sedikit)? Kan berabe.

Oiya, semua album yang ada di sini, kalau kalian belum punya rilisan fisiknya, sudah tersedia lengkap di layanan streaming musik digital macam Spotify. Tinggal cari lalu play, tidak perlu susah-susah. 

Ya sudah, selamat mendengarkan, selamat mudik, selamat liburan, have a safe trip! 

1. Snail Mail - Lush (Matador)

Why: Dampak dari EP Habit (2016) berbuntut panjang. Snail Mail, proyek indie rock kamar dari sudut Baltimore, berjalan mulus mulai dari esensi DIY lokal menuju sensasi grup indie rock lo-fi yang kerap ditemui baik di panggung klub-klub berukuran sedang maupun di berbagai festival musik hip dunia.

Ditambah dengan pengaruh debut album Lush, Jordan—otak utama di balik moniker Snail Mail—makin mantap menjajal panggung dunia melalui repertoar lagu-lagu di album Lush yang secara keseluruhan terdengar sempurna memadukan ritem gitar jernih dan level kerupawanan suara vokal Jordan. Selain dari kemampuan penulisan lagu mumpuni, Lush juga merupakan ruang pamer kepiawaian Jordan dalam mengolah kocokan gitar yang mudah menempel di kepala. Sebagaimana senandung Jordan dalam lagu "Pristine”; "Is there any better feeling than coming clean?".

Kalau kamu bertanya, “Lalu apa kaitannya album ini dengan teman yang tepat untuk mudik?", sederhana saja jawabannya. Tidak ada album band indie rock Amerika bervokal seorang perempuan yang berakhir tidak harmonis dengan suasana road trip.

Go listen to: "Pristine", "Let's Find an Out", "Anytime"

Aden Sanlano


2. Cardi B - Invasion of Privacy (Atlantic Records)

Why: Sulit untuk tidak menyemat album ini dalam daftar album terbaik 2018 apapun keadaannya—walaupun terkesan kepagian, karena penghujung tahun ini masih jauh. Namun yang pasti, Invasion of Privacy merupakan album paling tepat diputar saat party; dari depan sampai belakang, 100% bangers. Terus untuk dinikmati saat bepergian jarak jauh? Oh tenang, barang tentu album ini menawarkan mood tersendiri. Bayangkan jika kamu lewat jalan darat, baru saja terbebas dari macet sampai belasan kilometer panjangnya, sementara stamina sudah terampas begitu saja di dalam mobil, sedangkan kamu masih harus memacu mobil lebih cepat lagi agar sampai tempat tujuan tempat waktu, di situlah Invasion of Privacy akan menunjukan perannya. Seumpama sudah bosan dengan "Bodak Yellow", langsung skip ke "She Bad" ft. YG yang meskipun menawarkan hook dan verse monoton, tidak mungkin tidak sukses membuatmu godek-godek senada dengan beat lagu—bahkan mungkin satu keluargamu akan melakukan gerakan yang sama.

Album yang tepatnya dirilis pada 6 April lalu ini, juga dibantu oleh nama-nama besar di kancah hip-hop masa kini seperti diantaranya Migos, Chance The Rapper, SZA dan 21 Savage.

Go listen to: "She Bad", "I Do" (ft. SZA), "Bickenhead", "Bodak Yellow"

Aden Sanlano


3. Bakar - Badkid (bash*)

Why: Badkid sebenarnya album yang biasa-biasa saja. Tipikal indie/brit-rock 2000-an yang pada masa itu dimeriahkan oleh band-band macam The Rakes, Mystery Jets, Maxiimo Park, atau The Maccabees. Namun momen bepergian jauh tidak harus selalu diisi dengan album penuh gizi yang berpeluang mengusik konsentrasi bukan? Lagi pula, menarik untuk menyadari bahwa Bakar adalah musisi indie rock kulit hitam asal Camden, London, yang mana jika melihat penampilannya—dan belum mendengarkan Badkid—kita bisa saja seketika menyimpulkan kalau ia adalah seorang MC yang beredar di kancah grime/UK drill.

Debut album Badkid seolah mengukuhkan Bakar beserta musiknya sebagai alternatif dari musik grime dan UK drill yang saat ini sedang menikmati masa jaya di UK sana. Dengan pola kocokan gitar punkish bertabur bumbu rap, elektronik dan soul di sekujur album, Badkid adalah album yang asik-asik saja dinikmati bagaimanapun kondisi perjalanannya.

Go listen to: "4am", Million Miles", "One Way", "All In"

Aden Sanlano


4. Parquet Courts - Wide Awake! (Rough Trade Records)

Why: Mungkin saya salah, tapi rasanya saya tidak pernah menemukan rilisan Parquet Courts yang tidak menarik. Semuanya benar-benar bagus dengan cara dan keunikannya masing-masing. Sejak awal kemunculan hingga pertengahan Mei kemarin, ketika mereka merilis album penuh keenamnya, yaitu Wide Awake!, eksplorasi musikal mereka tidak pernah habis. Seakan tidak pernah kehabisan akal untuk membuat karya yang keren, kali ini mereka menggandeng produser jempolan Danger Mouse untuk menggarap album ini. Hasilnya? Ya sudah pasti musik rock campur campur yang menyenangkan. Gila, aneh, tapi sederhana dan tanpa babibu.

Wide Awake! memberikan pengalaman sonik yang nyeleneh sekaligus cocok untuk didengarkan di segala suasana, salah satunya ya ketika dalam perjalanan jauh ke kampung halaman. Dari detik awal “Total Football” yang punk-y, single tendang pantat yang angguk-kepala-able, “Almost Had to Start a Fight/In and Out Patience”, hingga “Wide Awake”—nomor paling funky yang pernah dimainkan oleh kuartet Texas tersebut sejauh ini, sampai penghujung album “Tenderness” dengan dentingan pianonya, rasanya pas untuk jadi teman yang seru yang bisa menghidupkan suasana dalam mobil ketika harus menempuh tol Cipali atau berjibaku melintasi jalan antar kota antar provinsi, khususnya lintas selatan. Coba buka jendela sedikit sesekali, sambil memutar album ini dengan volume yang pas, lalu jalankan mobil dengan kecepatan sedang. Seperti judulnya, mood album ini juga bisa membuat kalian terjaga dan melek melulu. Penting bukan, daripada ngantuk-ngantuk tidak jelas. 

Go listen to: “Wide Awake”, “Total Football”, “Almost Had to Start a Fight/In and Out Patience”, “Extinction”, “Mardi Gras Beads”, “Freebird II”. Eh, tapi dengarkan semua lagu di album ini saja deh, bagus soalnya. Percaya deh.

Yogha Prasiddhamukti


5. Stephen Malkmus and The Jicks - Sparkle Hard (Domino)

Why: Rilisan teranyar milik band dari dedengkot indie-rock Stephen Malkmus ini sepertinya bisa jadi album yang cocok buat mendampingi waktu mudik kalian; baik jarak dekat maupun jarak jauh. Mau naik mobil pribadi, kereta, atau bus, album yang berisi musik yang terdengar elegan, menenangkan sekaligus mengalun dengan apik ini, ini bisa jadi teman berkendara di belakang setir, teman baca buku, atau sekadar bengong melihat pemandangan jalan.

Sparkle Hard—dibandingkan dengan album-album terdahulu mereka—terdengar cukup segar. Di sisi lain, ada aroma nostalgia yang dibawa oleh Malkmus cs. Nah, menurut kami, album semacam inilah yang bisa menimbulkan kesan tersendiri ketika diputar terus dalam perjalanan yang seharusnya memorable, seperti mudik. Hmm, rasanya, jika memasuki waktu sore ketika matahari sudah hampir turun dan kalian masih harus melewati kota kecil, sebelum masuk hingar bingar jalan raya kota besar atau pintu tol yang padat, silakan putar Sparkle Hard, dengarkan track semacam “Refute” dan “Solid Silk” dulu.

Go listen to: “Middle America”, “Refute”, “Bike Lane”, “Solid Silk”

Yogha Prasiddhamukti


6. Courtney Barnett - Tell Me How You Really Feel (Milk! Records, Marathon Artist, Mom+Pop)  

Why: Kadang musik alternative rock yang catchy serta mengalun dengan pas di audio mobil maupun earphone adalah pendamping yang asyik. Sebenarnya, Tell Me How You Really Feel lebih cocok didengarkan ketika kalian harus menempuh perjalanan mudik seorang diri. Ada rasa getir namun ada juga excitement tersendiri ketika mendengarkan album sophomore garapan singer-songwriter muda asal Melbourne, Australia ini.

Suara renyah mbak Courtney Barnett terdengar jelas dan bernuansa intim; ini seperti dinyanyikan langsung oleh dia sembari menghabiskan waktu di perjalanan. “City Looks Pretty” bisa jadi yang terfavorit di sini dan cocok untuk mengamati kilau lampu kota ketika melintasi beberapa kota di tengah malam. Album ini menurut kami punya warna tersendiri yang paling tidak bisa menghibur dan menghilangkan kebosanan dalam perjalanan mudik.

Go listen to: “City Looks Pretty”, “Nameless, Faceless”, “Charity”, “Need a Little Time”

Yogha Prasiddhamukti


7. Damascus - Superblaster (Anoa Records)

Why: Dasar iseng, ketika unit alternative rock/shoegaze kugiran Jakarta ini mengeluarkan pengumuman akan merilis album perdana setelah sekian lama tidak nongol-nongol beberapa waktu lalu, sembari mengeluarkan single bertitel “Painted Road”, saya langsung berkomentar asal, “Wah, kayaknya ini lagu enak disetel buat road trip”. Lagu itu sendiri punya aransemen musikalitas yang sangat mempesona, hands down, tapi berbicara soal apakah lagu itu benar-benar enak untuk disetel ketika perjalanan jauh, saya harus mencobanya.

Entah sugesti atau tidak, ternyata benar. Sejauh yang saya alami di perjalanan kereta Jakarta - Bandung selama 3 jam, tepat paska “Painted Road” rilis—kebetulan waktu itu ada acara yang mengharuskan saya ke sana—lagu tersebut berhasil jadi teman baik saya sepanjang jalan. Jadi, kesimpulan, “Painted Road” kebetulan adalah lagu road trip seru.

Setelah Superblaster lalu akhirnya rilis, saya bisa bilang bahwa ternyata hampir keseluruhan isi album bisa jadi adalah partner yang tepat untuk menemani road trip. Lagu semacam “Between Your Lips”, “Kerosene” adalah lagu rock berdistorsi getir dan sentimental, dan lagu semacam itu cocok untuk diputar dalam perjalanan—dalam keadaan di mana kalian berada di “antah berantah”, lepas sementara dari tempat kalian, namun belum sepenuhnya masuk kembali ke kampung halaman. Rasa berpisah, menunggu, tidak sabar untuk bertemu orang tercinta di tempat mudik, merasakan rasa familiar yang sudah lama tidak dirasakan.

Superblaster kira-kira bisa dikatakan sebagai album road trip penuh kebisingan, album penuh rasa yang mengisi ruang kosong; jeda waktu antara tempat asal dan tempat tujuan, yang membuat kita ikut merasakan momen apapun yang ada di sekeliling selama perjalanan.

Go listen to: “Painted Road”, “Between Your Lips”, “Fuel”, “Kerosene”

Yogha Prasiddhamukti


8. Kurosuke - selftitled (Senyawa Records)

Why: Untuk skala band lokal bergenre city pop, nampaknya Kurosuke minim saingan. Tidak banyak band yang memainkan nuansa city pop/lo-fi yang benar-benar ciamik di Indonesia. Proyek alter-ego Ario dari Anomalyst ini sudah menelurkan 1 buah album penuh yang bertajuk sama dengan nama proyek ini. Lupakan sejenak Junko Ohashi, karena Indonesia punya Kurosuke yang siap bikin telinga kamu serasa di taman bermain selama perjalanan mudik.

Go listen to: “Tapestry”, “Fantasy”, “Awake”, "Glitches"

Habsi Mahardicha


9. Yo La Tengo - There's a Riot Going On (Matador)

Why: Sesepuh indie rock asal Amerika, Yo La Tengo, nampaknya akan selalu masuk deretan musik yang patut didengarkan, terutama di momen yang menuntut kamu berpergian jauh dan membutuhkan nutrisi musik yang tepat di sepanjang perjalanan. Paska santai-santai setelah 3 tahun, Yo La Tengo akhirnya merilis album penuh bertajuk There’s a Riot Going On di bulan Maret 2018 lalu. Bisa dibilang, album ini adalah album relaksasi Yo La Tengo. Beberapa lagu di dalamnya bahkan lebih tepat didengarkan saja tanpa harus ditonton langsung melalui penampilan mereka. Untuk menempuh jalur mudik, album ini wajib banget ada di playlist kamu, sembari menikmati pemandangan melalui jendela kendaraan dan pandangan mata yang terkena bocoran halus cahaya matahari sore. Oh aduhai!

Go listen to: “Shades of Blue”, “For You Too”, “Polynesia #1”

Habsi Mahardicha


10. Hyukoh - 24: How to Find True Love and Happiness (Dooroodooroo)

Why: Perjalanan mudik bakalan boring banget tanpa sing along selama perjalanan bersama keluarga. Album teranyar Hyukoh yang bertajuk 24: How to Find True Love and Happiness bisa dibilang adalah album penyegaran di tahun 2018. Dengan komposisi musik Hyukoh yang easy listening dan patut disimak, menjadikan album ini masuk daftar album yang layak didengarkan saat melalui perjalanan mudik.

Go listen to: “LOVE YA!”, “Citizen Kane”, “Goodbye Seoul”

Habsi Mahardicha

Like what you read? Give Qubicle your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US