10 JENIS KATAK YANG DAPAT DIPELIHARA

Hi, Pet Lovers! Barangkali reptil yang kerap dipelihara umumnya yaitu ular, iguana atau kura-kura. Di luar itu semua, ternyata katak atau kodok juga merupakan hewan yang termasuk jenis yang banyak digemari untuk dipelihara. Katak, seperti halnya kura-kura, adalah juga hewan amfibi.

Ada 10 jenis spesies katak atau kodok yang dapat dipelihara, berikut ini datanya:


1. Kodok Bangkong Bertanduk ( Megophrys montana)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/90/Megophrys_montana%2C_Taman_Nasional_Gunung_Halimun_Salak%2C_19012016.jpg

Kodok yang satu ini bertubuh pendek agak gendut, berkepala besar dengan runcingan kulit di atas kedua mata dan di ujung moncong, mirip tanduk. Ukuran tubuh umumnya sedang sampai besar, 60-95 mm. Kodok jantan lebih kecil daripada yang betina. Kodok ini banyak dijumpai hutan-hutan di Indonesia, umumnya di Pulau Sumatera dan Jawa.


2. Bangkong Serasah (Leptobrachium hasseltii)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2e/Leptob_hasselt_M_080208-4534_clobk.jpg

Kodok ini bertubuh sedang antara 50-70 mm. Jantan umumnya lebih kecil daripada yang betina. Gendut pendek dengan kepala bulat dan besar, lebih besar daripada tubuhnya, mata besar dan melotot. Kodok ini juga banyak dijumpai di Indonesia dan populasinya tersebar sepanjang Pulau Jawa, Madura dan Bali. Habitatnya di hutan dan senang hidup di genangan air yang tenang, seperti kolam.


3. Bangkong Kolong (Bufo melanostictus)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f0/Bufo_melanosticus_01.JPG

Kodok yang satu ini juga berukuran sedang. Yang dewasa berperut gendut, berbintil kasar. Jenis ini tak asing lagi bagi kita yang tinggal di Indonesia. Sering kita jumpai di kebun atau di pinggir kolam ikan.


4. Kongkang Gading (Hylarana erythraea)
https://www.thainationalparks.com/img/species/2016/10/01/210698/hylarana-erythraea-800x600.jpg

Kodok ini ramping dan berwarna hijau zaitun, hijau lumut atau hijau muda di punggungnya. Tangan dan kaki berwarna kuning coklat muda, dengan coreng-coreng terutama pada paha. Sisi bawah tubuh berwarna putih. Kulit licin dan halus. Kodok jantan sekitar 30-45 mm, dan yang betina 50-75 mm. Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah subtropis atau tropis, hutan pegunungan tropis subtropis atau tropis, danau air tawar, danau air tawar intermiten, rawa air tawar, rawa air tawar intermiten, kebun pedesaan, bekas hutan terdegradasi, lahan irigasi, lahan pertanian.


5. Kodok Puru Hutan (Ingerophrynus biporcatus)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/20/Ingerophrynus_biporcatus.jpg/1280px-Ingerophrynus_biporcatus.jpg

Kodok yang satu ini memiliki punggung kecokelatan, keabu-abuan atau kehitaman, dengan coreng-moreng kecokelatan. Ada pula spesimen yang berwarna cokelat kemerahan, dengan deretan bintil di belakang berwarna merah jambu. Jenis ini endemik di Indonesia. Habitat alaminya adalah hutan dataran rendah subtropis atau tropis, sungai, perkebunan dan kebun pedesaan. Jenis kodok ini terancam punah karena habitatnya mulai hilang tergerus oleh kerusakan lingkungan.


6. Bangkong Tuli (Limnoectes kuhlii)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4c/Kuhl%27s_Creek_Frog_%28Limnonectes_kuhlii%294.jpg

Kodok ini gemuk berotot, panjang tubuh dari moncong ke anus sampai dengan 80 mm pada kodok jantan, dan sekitar 70 mm pada yang betina. Kepala lebar dengan pelipis berotot, tangan dan kaki pendek berotot. Spesies asli Limnonectes kuhlii ditemukan di Jawa, dan itulah satu-satunya wilayah di mana spesies "sejati" berasal.


7. Precil Jawa (Microhyla achatina)
https://3.bp.blogspot.com/-F3ASPWLx-o8/TuI3MFPluDI/AAAAAAAAAG8/1TasXEsDv48/s1600/microhyla+acathina.jpg

Kodok yang satu ini ukurannya mini, sehingga disebut precil dalam bahasa Jawa. Kodok ini punggungnya berwarna cokelat muda kekuningan atau agak kemerahan dengan sepasang garis gelap agak kehitaman.

Kodok ini asli Jawa, termasuk Jawa Barat (Banten, Bogor, Sukabumi, Cibodas, Lembang, Bandung, Gunung Papandayan, Gunung Ciremai, Kuningan, Leuweung, Sancang, dan Pangandaran), Jawa Tengah (Gombong dan Wonosobo), dan Jawa Timur (Tuban dan Pegunungan Tengger). Ini juga telah ditemukan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Sumatera, Indonesia.


8. Katak Pohon Bergaris (Polypedates leucomystax)
https://www.frogsofborneo.org/images/Polypedates_leucomystax/becssg_images/Polypedates_leucomystax%20%283%29_597_398_95.jpg

Katak ini berukuran ramping, dan sedang. Kulit punggungnya halus, tanpa lipatan dan tonjolan. warnanya berubah-ubah, ada yang cokelat kekuningan, keabu-abuan, sampai pucat keputihan.


 9. Kodok Tegalan (Fejervarya limnocharis)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/66/Paddy_Frog_%28Fejervarya_limnocharis%294.jpg

Kodok ini kecil hingga sedang, bertubuh pendek kekar dan berkepala meruncing. Punggung berwarna cokelat lumpur, dengan bercak-bercak gelap simetris.

Ditemukan tersebar luas di Asia Selatan. Hal ini dikenal dengan banyak nama umum, termasuk katak kriket India, kodok katak Boie, katak sawah, dan kodok rumput Asia.


10. Bangkong Sungai (Bufo asper)
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5d/Asian_Giant_Toad.jpg

Kodok buduk yang besar, tidak gendut dan agak ramping, kadang disebut kodok sungai, berasal dari Asia Tenggara. Punggung berwarna cokelat tua kusam, keabu-abuan atau kehitaman. Sisi bawah berbintik hitam. Jantan biasanya dengan kulit dagu yang kehitaman.


Sumber : https://www.brilio.net/binatang/10-jenis-katak-ini-bisa-jadi-hewan-peliharaan-ada-yang-bertanduk-160510k-splitnews-2.html

Social Media: Instagram: @petology.id | Facebook Page: @petology.id