16HiddenParadisediIndonesia

January 18, 2017Qubicle Travel

Teks: Mayawati NH (MyTrip Magazine) Foto: Mayawati NH

‘Surga’ tersembunyi alias tempat-tempat menawan di Indonesia, dari ujung barat di Sumatera sampai ujung timur di Papua, tentu tak terhitung. Daftarnya tak akan pernah tuntas disusun. Yang akan saya bagikan di sini berdasarkan pengalaman saya saja. Kriterianya: tempat cantik sekaligus sulit dijangkau --at least butuh perjuangan, dan mungkin beberapa di antaranya jarang terdengar. Urutan bersifat random, bukan peringkat.

1. Tanjung Ringgit, Lombok, NTB

Terletak di ujung paling selatan pesisir timur Lombok, tepatnya di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Perjalanan 3-4 jam dari Senggigi atau 2-3 jam dari Bandara Lombok Praya terbayar lebih dari lunas begitu kita sampai. Dari atas tanjung, di kejauhan terlihat dua tonjolan tanjung yang mirip moncong buaya. Di bawahnya ombak berdebur-debur keras. Tanjung ini lebih cantik saat ditimpa matahari pagi yang membuatnya tampak bersinar keemasan.

Tanjung Ringgit, Lombok, NTB
Tanjung Ringgit, Lombok, NTB

2. Kali Biru, Raja Ampat, Papua Barat

Bukan, ini bukan Kalibiru di Kulon Progo Yogyakarta, tapi Kali Biru (Wemalao) di Desa Warsambin, Teluk Mayalibit, Raja Ampat. Kali atau sungainya benar-benar biru jernih. Berada di tengah hutan, tapi hanya ditempuh 20 menit jalan kaki. Asyiknya, kita bisa berenang di sini. Airnya sejuk segar!

Kali Biru, Raja Ampat, Papua Barat
Kali Biru, Raja Ampat, Papua Barat

3. Pantai Tembeling, Nusa Penida, Bali

Berada di pesisir barat Nusa Penida, di Desa Batumadeg, untuk ke sini naik motor dari Toyapakeh sekitar 1 jam. Kalau naik mobil lebih lama dan harus sambung jalan kaki lebih jauh. Kalau naik motor jalan kakinya tinggal 10-15 menit. Spot yang bisa dinikmati antara lain kolam mata air khusus buat kaum pria, kolam buat wanita, pantai penuh batu karang dengan ombak keras, dan karang bolong besar. Pokoknya banyak spot Instagenik deh!

Pantai Tembeling, Nusa Penida, Bali
Pantai Tembeling, Nusa Penida, Bali

4. Cunca Wulang, Labuan Bajo, Flores, NTT

Melihat ngarai dengan tebing batu bertekstur, air terjun dan kolam alami berwarna hijau toska, mata siapa yang tak terpuaskan? Benar-benar surga, yang harus ditempuh 1,5 jam berkendara dari Labuan Bajo, dan disambung jalan kaki 1 jam lebih untuk sampai ke lokasi di Desa Wersawe. Jalurnya mudah, tapi di beberapa ruas butuh kehati-hatian. Kita bisa berenang di kolamnya, cukup aman asal jangan mendekati air terjun. Kita juga bisa terjun dari tebing ke kolam. Saya, ditemani pemandu, sempat mencoba berenang mendekati air terjun, setelah terlebih dulu terjun dari tebingnya. Sensasinya luar biasa!

Cunca Wulang, Labuan Bajo, Flores, NTT

5. Air Terjun Tiu Kelep, Lombok, NTB

Saat puncak musim hujan, air terjun di Desa Senaru ini ditutup karena cukup berbahaya. Ya, karena untuk mencapainya kita harus melewati aliran sungai. Bagi yang bisa berenang jangan ragu menceburkan diri di kolam di bawah air terjun. Sejuknya poll! Tapi jangan coba-coba memasang punggung di bawah air terjun. Air terjunnya tinggi banget, 50-an meter. Bagi yang nggak bisa berenang cukup memuaskan mata dan main-main di pinggir kolamnya aja ya, karena kolamnya sangat dalam.

Air Terjun Tiu Kelep, Lombok, NTB

6. Batu Solor/So'on, Bondowoso, Jawa Timur

Walaupun ‘cuma’ di Jawa Timur, tapi lokasi batu yang mirip Stonehenge di Inggris ini tak mudah ditemukan, bahkan dengan bantuan Google Maps sekalipun. Amannya, begitu mendekati lokasi di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, tanya penduduk lokal. Dari Surabaya berkendara ke sini total sekitar 6 jam (nonstop). Lalu sambung naik ojek 15 menit lewat jalur turun naik. Worth the effort kah? Iya dong. Formasi 6 bongkah batu menjulang setinggi 10-an meter yang didekap rimbun pepohonan di tengah perbukitan ini bisa kita nikmati dari jauh, juga bisa didekati hingga ke dasarnya. Buruan ke sini sebelum jadi mainstream deh!

Batu Solor/So'on, Bondowoso, Jawa Timur
Batu Solor/So'on, Bondowoso, Jawa Timur

7. Labuan Cermin, Berau, Kalimantan Timur

Dari Kota Tanjung Redeb di Berau naik mobil ke Biduk-Biduk makan waktu 5-6 jam melewati ruas jalan yang di beberapa tempat rusak parah, membuat kita terguncang-guncang di dalam mobil. Sampai di Biduk-Biduk sambung naik perahu di Labuan Kelambu selama 15 menit. Saya berani bertaruh, sampai di Labuan Cermin kalian akan senang tak terkira melihat air danau yang super bening bagai cermin. Sehabis perahu membawa berkeliling, pasti kita pengen buru-buru nyemplung deh. Buat yang nggak bisa berenang, tenang, ada penyewaan life jacket atau ban. O ya, danau ini airnya dua rasa lho, di bagian atas tawar dan di bagian bawah asin.

Labuan Cermin, Berau, Kalimantan Timur
Labuan Cermin, Berau, Kalimantan Timur

8. Kedung Tumpang, Tulungagung, Jawa Timur

Kedung Tumpang yang berada di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung ini dapat dicapai dari Kota Blitar, dengan berkendara 1,5 jam. Kalau bawa mobil, sambung ke lokasi dengan naik ojek 15 menitan. Lalu kita harus jalan kaki lagi menuruni tebing pantai yang cukup curam selama 15 menitan juga. Barulah ketemu jajaran kubangan air di sela lekuk-liku batu karang yang cakep ini. Ada kubangan yang bisa direnangi, ada juga yang tidak. Tapi tetap hati-hati karena saat ombak besar mengempas, bisa saja yang sedang berenang terangkut keluar, ke Samudera Indonesia.

Kedung Tumpang, Tulungagung, Jawa Timur
Kedung Tumpang, Tulungagung, Jawa Timur

9. Tumpak Sewu, Lumajang, Jawa Timur

Tak berlebihan kalau air terjun ini disebut Niagara-nya Indonesia. Air tercurah deras di beberapa titik di dinding tebing yang entah berapa ratus meter lebarnya itu. Makanya namanya Tumpak Sewu (sewu dalam Bahasa Jawa berarti seribu). Menonton air terjun yang berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang ini cukup dari pelataran pandang. Dari tempat parkir cukup jalan kaki selama 15 menit ke sini. Bagi yang suka tantangan bisa turun mendekati air terjun lewat jalur tangga bambu dan jalur batu di tebing yang curam, plus menyusuri dan menyeberangi sungai.

Tumpak Sewu, Lumajang, Jawa Timur
Tumpak Sewu, Lumajang, Jawa Timur

10. Gua Wora Wari, Kebumen, Jawa Tengah

Pasti banyak yang belum pernah dengar nama gua ini dan meragukan keindahannya. Saya pun awalnya ragu saat hendak memasukinya. Worthed kah? Tapi makin masuk, makin terpesona saya. Lekuk-liku interior gua yang dihiasi stalagtit dan stalagmit membakar gairah saya untuk terus dan terus. Keren! Asyiknya, menelusuri gua ini tak perlu pakai peralatan, kecuali senter. Untuk yang suka tantangan, bisa lanjut mendaki hingga ke lubang besar di bagian akhir gua yang merupakan jalan tembus untuk kembali ke tempat parkir.

Gua Wora Wari, Kebumen, Jawa Tengah
Gua Wora Wari, Kebumen, Jawa Tengah

11. Pulau Marsegu, Seram, Maluku

Aha, pulau ini pasti super asing buat kalian. Bahkan kalau saya sebut aksesnya dari Pulau Osi pun kalian tetap bingung. Kalau disebut Pulau Seram, ooo.. barulah paham ya? Pulau Osi berada di Kabupaten Seram Bagian Barat. Untuk mencapai Pulau Osi saja butuh bergonta-ganti moda transportasi: dari Kota Ambon naik mobil ke Pelabuhan Liang, menyeberang dengan kapal feri ke Waipirit di Pulau Seram, naik mobil lagi ke Desa Pelita Jaya di Piru, lalu sambung lagi dengan ojek yang akan melintasi jembatan kayu ke Pulau Osi. Jauh sangat ya... Dari Pulau Osi ke Taman Wisata Alam Pulau Marsegu naik perahu 15 menitan. Pulau tak berpenghuni ini pantainya berpasir putih. Air lautnya gradasi hijau kebiruan. Dan yang juara, bawah lautnya sangat kaya. Terumbu karangnya warna-warni dan rapat! Ikan-ikannya juga banyak. Semuanya cukup dinikmati dengan snorkeling aja dari bibir pantai. Asyiknya lagi, pulaunya sepi total. Benar-benar hidden paradise!

Pulau Marsegu, Seram, Maluku
Pulau Marsegu, Seram, Maluku

12. Blue Hole, Pulau Kakaban, Berau, Kalimantan Timur

Nggak afdol rasanya kalau saya tak memasukkan salah satu dive site dalam daftar ini. Yang membuat saya ternganga tak terhitung. Tapi yang sulit memasukinya, penuh ketegangan, bisa dihitung, salah satunya Blue Hole di Pulau Kakaban, Kepulauan Derawan, Kaltim. Pintu masuknya berupa lubang menganga, dan di dalamnya terdapat gua bawah laut. Di aula guanya ada setitik cahaya matahari masuk dari celah di atas gua. Ada 3 exit, yang pertama jalur populer di mana kita akan keluar di 20-an meter. Yang kedua di 30-an meter. Nah kalau nyasar ke jalur paling kiri, keluar di 60-an meter, dan diprediksi saat itu penyelam sudah akan kehabisan udara di tabung. Saya mengikuti pemandu masuk ke jalur yang benar. Lorongnya sempit, gelap, dan tambah nggak kelihatan karena kicking teman saya di depan membuat partikel-partikel naik. Fiuhhh... untung jalurnya nggak bercabang, dan saya selamat sampai keluar.

13. Gua Pawon, Padalarang

Banyak orang tahu Stone Garden. Tapi mungkin masih sedikit yang tahu kalau di dekat Stone Garden ada gua eksotis bernama Gua Pawon. Mencapainya sih tidak sulit, cukup jalan kaki sedikit dari tempat parkir, menaiki anak tangga. Tapi toh banyak yang tak sanggup menjelajahinya terus hingga ke bagian akhir gua karena bau kotoran kelelawar yang menyengat. Padahal di ruang gua terakhir itulah pesona gua ini berada. Ada ‘jendela’ besar dengan pemandangan mengampar di bawahnya. Ada beragam formasi bebatuan yang Instagenik. O ya, saya juga sangat suka pemandangan di sekitar pohon besar sebelum memasuki ruang gua pertama. Suasananya magis, bagai di negeri dongeng.

Gua Pawon, Padalarang
Gua Pawon, Padalarang

14. Puru Kambera, Sumba Timur, NTT

Pantai Puru Kambera adalah salah satu sunset spot ciamik di Sumba Timur yang bisa ditempuh 45 menit dari Kota Waingapu (ibu kota Sumba Timur). Garis pantainya panjang, diteduhi kerindangan pepohonan. Bukan cuma pantainya yang berkategori surga, tapi juga sabana yang dilalui dalam perjalanan ke sana. Ada satu lokasi agak tinggi yang memungkinkan kita melihat laut di kejauhan, dan di sekitarnya terhampar padang rumput dengan pohon-pohon menyembul di sana sini. Terkadang ada kawanan kuda liar sedang merumput. Pokoknya breathtaking! Apalagi menjelang sunset, semburat warna oranye, pink, ungu di langit benar-benar membuai mata.

Puru Kambera, Sumba Timur, NTT
Puru Kambera, Sumba Timur, NTT

15. Batu Papan, Wamena, Papua

Batu Papan belokasi di atas Danau Habema, di kaki Puncak Trikora, dengan akses dari Kota Wamena. Dari Kota Wamena kita harus naik mobil 4WD, mendaki hingga ketinggian 4.000-an meter lebih selama +/-3 jam. Sampai di sana... Uwowww.... Seperti berada di padang salju! Padahal itu hanya hamparan luas batu berwarna putih laksana salju yang permukaannya banyak yang rata, seperti papan. Dan tentu saja daerah ini sepiiii.... in the middle of nowhere!

Batu Papan, Wamena
Batu Papan, Wamena

16. Rimau, Pagar Alam, Sumatera Selatan

Rimau adalah nama area di kaki Gunung Dempo yang dapat dicapai dengan berkendara 1,5 jam dari pusat kota Pagar Alam. Pemandangannya sangat indah dengan hamparan kebun tehnya yang hijau rapat, diselingi jalan berliku tajam dan menanjak.

Rimau, Pagar Alam, Sumatera Selatanpetualnga

Ini hidden paradise versi saya. Bagaimana versi kalian? Bagikan di kolom komen ya....

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Travel

    The ultimate place for reflective travel and adventure experience.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US