5AplikasiFashionyangWajibKamuDownload

November 08, 2018Qubicle Fashion
Aplikasi fashion berikut untuk fashionista yang tech-savvy dan tidak bisa dipisahkan dari ponsel!

Di era digital seperti sekarang ini, kemunculan beragam aplikasi terasa sangat membantu. Termasuk dalam urusan fashion! Apalagi bagi kamu yang sibuk dan selalu menempel dengan ponsel kesayangan, sederet aplikasi fashion ini bagaikan penyelamat hidup. Mulai dari membantu mengatur isi lemari, memberi hadiah trendi pada sahabat, tampil stylish di kantor setiap hari, melangkah ke pesta di akhir pekan, sampai menuruti dress-code tertentu pada sebuah event, semua momen jadi terselamatkan! Kami mengkurasi 5 aplikasi fashion yang wajib kamu download untuk mendapat inspirasi fashion yang tak ada habisnya!


ShopStyle

Aplikasi fashion ini sangat pas untuk shopping dan merencanakan pembelian di waktu mendatang. Brand seperti Nordstrom, Valentino, Thom Browne, Givenchy, Neiman Marcus hingga Nike ada di sini. Kamu dapat melihat rak toko-toko favorit, sehingga lebih praktis dibandingkan browsing sekian banyak brand atau membuka website-nya satu per satu. Kamu bisa membandingkan produk yang sama atau mirip di antara retailer berbeda, mengakses produk-produk yang paling baru, memantau harga barang desainer yang sedang kamu incar, bahkan bisa set notifikasi yang memberi tahu bahwa barang favoritmu sedang sale. Belum bisa memutuskan membeli pakaian, sepatu atau perhiasan? Klik gambar hati untuk memasukkan produk kesukaanmu ke dalam list dan kamu bisa membelinya lain kali.


Smart Closet

Smart Closet adalah aplikasi fashion yang ringan, cerdas dan mudah digunakan. Kamu akan sangat terbantu dalam mengenali warna, gaya dan brand kesukaan, serta mengatur isi lemari dan outfit yang dipakai sehari-hari. Kamu dapat memilih pakaian dari ribuan brand atau retailer dan memasukkannya ke lemari virtualmu. Kamu bisa juga memasukkan pakaian yang kamu punya di rumah dengan cara memotretnya, lalu melakukan mix and match dan menciptakan gaya yang kamu suka. Smart Closet juga terhubung dengan media sosial sehingga kamu bisa berbagi look buatanmu kepada teman-teman di Facebook atau Instagram. Tidak hanya untuk perempuan, Smart Closet juga menghadirkan men closet!


Style Theory

Menyewa baju? Kenapa tidak? Umumnya, perempuan memiliki lemari yang penuh dengan pakaian tetapi selalu mengeluh tidak punya sesuatu untuk dipakai. Dengan aplikasi fashion Style Theory, kamu tidak punya alasan untuk terus berkutat dengan masalah itu. Kamu bisa memilih untuk memakai beragam karya desainer tanpa harus memilikinya. Kamu bahkan bisa menyewa 3 gaya sekaligus dalam satu waktu! Aplikasi ini juga menawarkan langganan bulanan, sehingga kamu punya kebebasan untuk eksplor sederet pakaian, tas dan aksesori untuk pesta, bergaya di akhir pekan, atau sekadar dipakai bekerja ke kantor. Semuanya datang dalam kondisi sudah di-dry clean dengan bonus gratis pengambilan atau penjemputan. Seru kan?


Yuna + Co.

Yuna + Co. adalah aplikasi fashion buatan Indonesia untuk membantu customer menghemat waktu dan memilih barang. Aplikasi yang bertindak sebagai personal stylist kamu ini ingin menciptakan tiga kepentingan pada pemakainya, yaitu functional, experiential dan convenience. Founder-nya, Zendy Tedja, mengungkapkan bahwa ide dari konsep Yuna + Co. hadir pada saat ia sedang bekerja di Singapura. “Waktu itu saya sedang duduk di sebuah coffee shop dan melihat beberapa wanita yang masuk ke dalamnya dan terlihat sangat fashionable. Saya berpikir, "Berapa banyak waktu yang terbuang ya untuk bisa mencari pakaian yang cocok untuk mereka mau pakai hari itu?" Jadi, saya pikir pasti seru kalau ada personal shopper atau stylist yang bisa membantu perempuan setiap hari dan dibuat scalable. Saya berharap Yuna bisa membantu setiap orang untuk mendapatkan style yang cocok dengan kepribadian mereka dengan mudah dan hassle-free.”

Zendy Tedja, Founder Yuna + Co. (Foto : Dok. Pribadi)

Tidak hanya membantu kamu mengenali gaya pribadi dan toko kesukaan, Yuna + Co. juga menyediakan Yuna Matchbox, sebuah kotak berisi beberapa item pilihan sang stylist untuk kamu. Kamu hanya perlu mengisi data diri dan preferensi gaya pribadi, membayar paket yang kamu pilih, lalu mendapatkan “kejutan” berupa beberapa barang yang dipilihkan. Jangan khawatir bila ada yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau ukuranmu, karena barangnya bisa ditukar. Yuna Matchbox ini mempersilakan kamu merasakan pengalaman memiliki personal stylist dan membantu kamu mendapatkan beberapa barang dalam satu waktu dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan kamu membeli satuan.

Ketika ditanya pendapatnya tentang dunia fashion lokal, sang founder, Zendy, menyebutkan, “Dunia fashion Indonesia itu sangat berkembang, bahkan sebetulnya kategori fashion adalah kontributor terbesar dalam transaksi e-commerce secara keseluruhan. Yang menurut saya sangat menarik adalah bagaimana caranya untuk mendekatkan fashion ke masyarakat secara umum. Bukan hanya untuk membeli baju sebagai barang, namun bagaimana kita bisa membantu meningkatkan awareness untuk self-styling untuk meningkatkan personal confidence. Kalau menurut saya, fashion akan menjadi customer driven, sama seperti industri-industri yang lain, di mana trend akan dikendalikan oleh data dan keinginan konsumen. Sekarang sudah ada beberapa perusahaan yang menjadi data-driven, jadi menurut saya perkembangan dunia fashion 5 tahun hingga 10 tahun ke depan akan sangat menarik, menuju sustainable production, smart fashion dan personalisation.”


Shox

Gaby Pananda, Head of Brand Partnershio Shox, memberikan insight mengenai aplikasi Shox (foto : Dok. Pribadi)

Aplikasi unik ini juga buatan lokal. Dengan Shox, kamu bisa berbelanja tren terkini yang kamu lihat di media sosial. Cukup screenshot dan Shox dalam waktu beberapa detik saja akan mengirimkan notifikasi tentang look yang serupa atau bahkan sama dan memberi tahu tempat membelinya. Kamu bisa membeli dari beragam brand, retailer dan desainer terbaik, bahkan toko-toko yang menarik menarik perhatianmu di Instagram. Kamu bisa memilih berdasarkan budget yang kamu punya, karena kamu bisa menyaring melalui harga dan produk-produk yang sedang sale. Kamu pun bisa berbagi pengalaman tersebut ke sesama teman melalui Whatsapp, Twitter, Line, Facebook Pinterest atau email.

Gaby Pananda, Head of Brand Partnership dari Shox, bersemangat mengungkapkan alasan yang melatarbelakangi diciptakannya aplikasi ini. “Kami menemukan bahwa ada jutaan pinned images atau saved images di Pinterest dan Instagram setiap harinya untuk produk fashion. Hal ini sering kali karena user selalu berpikir "Wah, nanti aku mau beli yang seperti ini!", tapi sayangnya angan itu terbengkalai karena mereka tidak menemukan produk atau tokonya. Itulah yang menginspirasi kami mengembangkan aplikasi yang membantu user terhubung dengan berbagai fashion brand. Selain itu aplikasi ini dijalankan oleh Artificial Intelligence yang mempelajari sifat dari user sehingga dapat memberikan update atau rekomendasi produk-produk yang mereka inginkan. Kami harap aplikasi ini dapat menjadi penghubung nomor satu bagi user dan customer untuk menemukan brand atau e-commerce yang cocok untuk mereka.”

Menurut Gaby, peran aplikasi fashion saat ini sangatlah penting. Selain memudahkan untuk berbelanja di mana saja dan kapan saja, juga berfungsi sebagai retail therapy dan membantu untuk memantau tren terkini tanpa harus berkunjung ke mal, menonton televisi atau membaca majalah. Gaby menganggap bahwa tantangan terbesar kelangsungan aplikasi fashion di Indonesia adalah kondisi orang-orang Indonesia yang masih cukup konservatif dalam menunjukkan fashion sense mereka, sehingga butuh waktu cukup panjang untuk meyakinkan sesuatu yang baru. “Salah satu cara yang efektif adalah kehadiran influencer, karena budaya di Indonesia masih cenderung lebih suka mengikuti suatu contoh daripada mencoba sesuatu yang baru,” ungkap Gaby.

Namun ia optimis bisnis fashion di Indonesia akan semakin baik ke depannya. “Saya yakin apabila ekonomi membaik, bisnis fashion di Indonesia akan maju pesat baik dalam hal pertumbuhan finansialnya maupun style-nya. Dalam 10 tahun ke depan saya rasa perkembangan eco-fashion akan bertambah, melihat kesadaran tinggi para millennial terhadap keadaan dunia. Tren tidak lagi menjadi 'the thing' karna millennial cenderung lebih membangun diri dengan visi 'I am who I am', maka tiap individu akan lebih tertarik bergaya sesuai personality mereka.


Oleh : Poppy Septia

Like what you read? Give Qubicle Fashion your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Fashion

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US