IMSAK

WIB

WITA

WIT

MAGHRIB

WIB

WITA

WIT

IMSAK

WIB

WITA

WIT

MAGHRIB

WIB

WITA

WIT

Ariel Victor Sang Ilustrator Merangkap Animator Yang Cinta Anjing

Ilustrasi warna-warni dengan aneka bentuk geometris begitu manis dipadu padankan dengan sederhana. Jatuh cinta pada pandangan pertama melihat karya ilustrasi Ariel Victor, tak menyangka bahwa dirinya juga merupakan seorang animator.

Ketertarikan Ariel pada film-film animasi Disney di masa kecilnya menghantarkan pria kelahiran Semarang ini berkuliah animasi dan media interaktif di RMIT University Australia.

Baru-baru ini, Ariel dan sahabatnya Monica Tedja yang merupakan seorang sutradara film, mewujudkan kolaborasi proyek mini seri yang sempat tertunda selama dua tahun. Traveling Richie judulnya, berkisah tentang Richie si anjing beagle yang selalu memposisikan dirinya di tempat baru sebagai sebuah petualangan. Proyek ini menggabungkan doodle animation dan live action.

Tak ada obrolan mengenai Traveling Richie di bawah ini, hanya Peter Pan, keinginan untuk sekolah lagi, dan kesibukan pria pecinta anjing ini.

Apa film Disney favorit kamu?

Waduh ini pertanyaan susah sih haha.. Mungkin top two kali yah. The Lion King sama The Emperor's New Groove. Lion King karena pas masih kecil, aku koleksi mainan binatang-binatangan dan sering banget baca-baca ensikopedia binatang. Jadi suka banget tuh ngeliat simba sama zebra-zebra haha.. Animasi, cerita, dan warnanya juga bagus banget! The Emperor's New Groove, menurut aku sampe sekarang hands-down animasi Disney yang paling lucu. Kalau lagi pengen ketawa pasti deh nonton itu.

Dalam beberapa video yang kamu buat, kamu juga menulis cerita, menyutradarai, sampai membuat animasinya sendiri. Wow, multitalented sekali. Tapi dari semua hal yang kamu kerjakan, bagian mana sih yang paling dinikmati?

Haha.. nulis dan direct, memang by choice sih. Walaupun ga semua project kok, karena aku suka beride cerita yang ujungnya kepengen direalisasikan sesuai visual yang aku mau. Dari proses writing dan directing, aku suka bagian untuk bikin karakter dan dunia sendiri sesuai bayangan aku. Walaupun seringkali, aku ngerasa menulis itu susah banget, lebih sering mandeknya daripada majunya haha..

Kalau soal animasiin sendiri sih, ga selalu by choice - keterbatasan resource, kerena prosesnya panjang banget dan seringkali bikin bosen. Tapi pas sampai momen ketika bisa lihat karakter dan dunia yang tadinya cuman gambar itu bergerak dan hidup, it's all worth it! Overall di semua bagiannya aku punya love-hate relationship sendiri.

Biasanya buat bikin satu animasi itu, ambil contoh Me & Them, berapa lama sih dari awal sampai akhir? Biasanya, proses apa sih yang membutuhkan waktu terlama?

Kalau Me & Them, karena ngikutin jadwal tugas akhir di kampus, pengerjaannya 3 bulan untuk preproduction - ide, design, storyboard, dan rough animation. Dan 3 bulan untuk production - animation, music, sound, dan editing. Soal proses mana yang makan waktu paling lama, kadang-kadang antara tahap penggarapan ide atau design, dengan tahap produksi animasi bisa dibilang hampir sama waktu pengerjaananya. Contohnya dari film The Chosen Generation, mungkin pengerjaan ide vs animasi, bisa dibilang imbang, masing-masing 1 bulan. Tapi itu kan contoh film extra pendek yang cuman 3 menit ya, kalau lebih panjang lagi, udah pasti proses produksi animasinya akan lebih lama. Durasi film pengaruh banget sih.

Lewat berkarya melalui animasi, hal apa yang ingin kamu capai? Apakah ada values yang ingin disampaikan?

Harapan dari film-film aku sejauh ini cuman sesederhana pengen menceritakan segala macem isi kepala ini aja sih. Values yang ingin disamapaikan pun bervariasi dan besar banget dipengaruhi dengan kondisi aku saat bikin filmnya; mungkin keresahan atau kekeselan tersendiri yang mau diceritain dan apa yang lagi dipikirin saat nulis. Bahkan kadang-kadang filmnya bisa berasal dari puzzle-puzzle ide yang sebenarnya sedang berusaha aku solve. Overall, aku sejauh ini tertarik menceritakan hal-hal yang menyangkut manusia; cara pikir, kebiasaan-kebiasaan, atau motivasi orang dalam melakukan sesuatu.

Kalau tools favorit kamu ketika membuat ilustrasi? Apakah lebih senang manual atau digital?

Tools sejauh ini lebih sering digital. Karena background-ku juga digital animator, aku merasa lebih confident, technically, dengan digital tools. Walaupun seringkali mumet juga sih liatin komputer terus. Nah kalau gitu biasanya diimbangin dengan doodle-doodle di sketchbook, biasanya pakai brush pen sama markers aja, atau bikin acrylic painting. Belakangan lagi suka bikin-bikin karya dengan teknik linocut, proses carving linoleumnya sangat-sangat therapeutic banget.

What's next?

Kedepannya pengen banget bikin lebih banyak cerita. Kalau ga sempet bikin banyak-banyak animasi, mau mulai dari short illustrated stories. Selain itu, lagi mikir-mikir juga untuk nerusin study, dan belajar lagi soal animasi. Kangen sekolah lagi tiba-tiba haha..

Kalau bisa dilahirkan jadi salah satu tokoh di film animasi, kamu ingin jadi siapa?

Hmmm.. aduh ini susah banget juga pertanyaanya. Selama ini somehow ga pernah mikir mau jadi karakter animasi yang mana. Random aja mungkin Peter Pan haha.. Alesannya, dia rada rese tapi pinter dan tinggalnya di Neverland yang bagus banget itu, saking bagusnya, pas masih kecil aku sering banget gambar Neverland terus-terusan. Also, he can fly!

BTW, kalau sekarang lagi sibuk apa?

Sekarang sih lagi gali-gali ide film lama yang kemarin-kemarin sempet tertunda. Belakangan idenya mulai terngiang-ngiang, mungkin ngingetin udah waktunya bikin film lagi haha..

Sekarang sih lagi banyak nulis project-nya. Lagi revisit script short film. dari ide lama yang mau direalisasiin tahun ini. Satu lagi, lagi nulis-nulis, edit-edit, dan corat-coret untuk bikin an illustrated book very soon!

Mantab, tak sabar tuk segera melihat illustrated book-nya, semoga segera terwujud Ariel!


Foto Dokumentasi: Nathania Gabriele & Ariel Victor

Penulis: Nathania Gabriele