Berkenalan dengan Kinabalu National Park

Hari itu terik, tapi keinginan saya untuk melihat langsung sang raksasa tertinggi di Asia Tenggara ini tak surut. Kota Kinabalu yang merupakan ibu kota Sabah, Malaysia, jadi tempat awal perjalanan saya. Meski nama kota dan gunung ini sama, tapi saya masih butuh berpindah sejauh 86 km ke arah kota kecil bernama Kundasang. Kota inilah tempat sang gunung bersemayam dengan megah.

Kinabalu - Gunung Kinabalu dari Kejauhan - Natalia Oetama Sorasoca

Dari depan Dreamtel Hotel di Jalan Padang Merdeka, saya menggunakan minivan seharga 20 RM (Ringgit Malaysia)per orang. Sebenarnya ada beberapa pilihan transportasi umum lain untuk menjangkau National Park dari Kota Kinabalu. Ada bus antarkota dengan tujuan Sandakan atau Tawau seharga 15-20 RM, taksi seharga 90-100 RM untuk satu kali jalan, atau tentunya dengan menyewa mobil. Terlepas dari pilihan transportasi yang dipilih, kondisi jalan yang berkelok-kelok dan menanjak akan menyita waktu sekitar 2 jam.

Gunung yang berdiri kokoh setinggi 4.095 meter punya beberapa rute untuk bisa didaki. Timpohon Trail adalah rute paling ramah dan paling sering digunakan. Ada juga Mesilau Trail yang sedikit memutar namun menawarkan pemandangan yang lebih memanjakan mata. Berbeda dengan Ferata trail, Iron Road menawarkan sesuatu yang lebih ekstrem dan cocok bagi para pecinta adrenalin. Pendakian dengan jalur ini mengikutsertakan peralatan panjat tebing yang serius, menggantungkan hidup pada seutas tali besi.

Kinabalu - Trail di dalam Kinabalu National Park - Natalia Oetama Sorasoca

Memahami keterbatasan waktu dan fisik saat itu, saya cukup puas menikmati perkenalan dengan Kinabalu National park dari jalur-jalur tracking-nya. Membayar sebesar 15 RM untuk wisatawan mancanegara, saya berjalan dari satu jalur ke jalur lainnya. Ada sekitar 10 jalur tracking yang tersebar di kawasan taman Nasional pertama Malaysia yang memiliki luas 754 kmini.

Secara umum jalur tracking di Kinabalu National Park terbagi dua, jalur yang menyusuri pungungan bukit atau jalur yang menyusuri sungai. Tingkat kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk masing-masing jalur juga berbeda-beda. Dan berpindah dari jalur satu ke jalur lain juga sangat memungkinkan.

Siang itu jalur pertama yang saya pilih adalah jalur Bukit Tupai yang melalui hutan-hutan tropis asri dan berbelok ke arah jalur Silau-Silau ditemani bunyi gemercik sungai. Di dalam kawasan taman nasional ini terdapat juga restoran, kafe, bahkan ada juga hostel dan lodge bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan world herritage ini pada malam hari atau untuk beristirahat setelah pendakian.

Bagi para calon pendaki, ada tambahan biaya seharga 120 RM per orang untuk permit menakklukan wahana utama Kinabalu National Park ini. Bagi siapa saja yang telah mencapai puncak, akan dihadiahi sertifikat sebagai kenang-kenangan.

Taman nasional ini paling nyaman dikunjungi pada bulan Maret hingga Mei terutama untuk pendakian. Pada rentang waktu ini, curah hujan mulai berkurang dan langit malam sedang cerah-cerahnya untuk menikmati taburan bintang yang dijamin membuatmu terpesona.