BernostalgiaBersamaPantjoranTeaHouseYangBerjayaPadaMasanya

March 23, 2017Qubicle Culinary

Saya yakin sebagian dari kita pasti belum pernah mendengar tempat yang satu ini. Mungkin juga masih jarang buat yang pernah mengunjunginya. Namanya adalah Pantjoran Tea House yang sangat terkenal pada masa dulu.

Pantjoran Tea House ini berada di daerah Glodok. Sekarang tempat ini tidak hanya sebagai tempat untuk makan dan minum saja bagi orang-orang yang datang saja, tetapi juga sebagai pengingat memori atas kejayaannya di masa lalu.

Pada masa kejayaannya, tempat ini dikenal sebagai Apotek Chung Hwa yang telah dibangun sejak 1928. Gedung ini sangat terkenal karena merupakan ini merupakan gedung pertama yang akan dikunjungi oleh para pendatang ketika mereka ke Batavia; sebelum menjadi Jakarta, dahulu namanya Batavia.

Seiring berjalannya waktu, tempat ini menjadi tidak terurus dalam waktu yang cukup lama. Untungnya ada Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC); sebuah konsorsium swasta, didirikan sekitar tiga tahun lalu oleh beberapa orang yang merasa prihatin terhadap upaya pengembangan kawasan kota tua Jakarta yang dikesankan 'berjalan di tempat' dan juga Jakarta Endowment for Art and Heritage (Jeforah), yang bisa dikatakan sebagai “penyelamat” Kota Tua.

Ternyata tidak mudah untuk merevitalisasi gedung yang hanya tersisa 20 persen dari aslinya. Ide untuk mengubah sebuah apotek menjadi tempat minum kopi datang dari Gan Djie. Ia adalah seorang pemimpin dari komunitas China yang tinggal di sekitar daerah Kota Tua.

Pada saat itu ia bersama istrinya sudah sangat dikenal suka dengan membagikan teh kepada siapa pun yang berhenti untuk beristirahat di depan kantornya di Kota. Setiap hari Gan menyediakan delapan pot teh serta gelasnya di depan kantornya. Pada waktu itu penjual makanan dan minuman belum sebanyak sekarang, makanya ia menjadi terkenal.

Balik ke masa sekarang, Pantjoran Tea House telah dibuka sejak tahun lalu (2016). Karena lokasinya di daerah Pecinan, maka makanan yang dijual juga khas Peranakan. Yang kami rekomendasikan ketika berkunjung ke sini adalah Nasi Goreng khas Pantjoran, Gurame Asam Manis, dan Dimsum.

Selain makanan, minumnya adalah teh pastinya. Kamu harus mencoba berbagai teh yang tersedia di sini. Seperti misalnya mereka menjual Chinese Tea yang juga termasuk melati, smoky green, jade oolong, tie gaun; teh asal jepang seperti ocha dan genmaicha, serta English tea dan teh Indonesia.

Like what you read? Give Qubicle Culinary your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Culinary

    Explore what happens behind the kitchen, what serves on the menu, and global F&B trends.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US