Bocah Tua Nakal Itu Berulah Lagi

Oleh: Babotz

Enam bocah tua nakal itu membuat “ulah” lagi. Setelah mengacak-acak lagu milik Seringai, Efek Rumah Kaca dan Naif, kini giliran Kunto Aji. Lagu Terlalu Lama Sendiri berhasil dipermak oleh Johnny Iskandar (vokal, seruling), Boedi Padukone (gitar), Yuri Mahippal (mandolin), Imma Maranaan (bass), Ajie Cetti Bahadur Syah (perkusi) dan Harri "Muke Kapur" (mini drum) menjadi jenaka.

Semua dilakukan agar awet muda. Sesederhana itu alasan diberikan Johnny memilih lagu yang judulnya menjadi Too Long To Be Alone. Sementara Boedi memberikan alasan lain yang tak kalah absurd; Karena Kunto mirip Johnny ketika muda. Sedangkan alasan yang lebih masuk akal adalah syair lagu tersebut cocok untuk dikomersilkan.

Too Long To Be Alone secara resmi dirilis sebagai single pada Rabu, 16 Maret 2017. Dan sebuah pentas pun digelar di No Name Bar, Poins Square, di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tempat yang terbilang sempit dipenuhi dengan Sahabat Ratjoen, demikian penggemar OM PMR disebut.

Nunung CS bertindak sebagai penampil pembuka. Tampil cukup percaya diri membawakan beberapa karya orisinal dan lagu penyanyi bule yang diaransemen ulang ala Nunung CS. Menggelontorkan canda yang inginnya mengundang tawa namun kerap kali garing.

Leanna Rachel selanjutnya tampil menenangkan suasana dengan petikan gitar dan suaranya. Tanggapan penonton yang tampaknya tak sabar menanti OM PMR beragam. Entah tidak mengerti atau berusaha tidak meladeni, Leanna terus saja menyanyi atau sesekali menyapa penonton. Leanna tampil juga dengan dua orang temannya : Rebecca Reijman dan Athron.

Tempik sorak sontak terjadi ketika OM PMR hadir. Tapi diawali dengan hal yang serius : menyanyikan Indonesia Raya. Lagu “serius” lagi-lagi dibawakan ketika menjelang akhir pentas mereka. Rayuan Pulau Kelapa dibawakan dengan aransemen khas OM PMR tentunya.

Dibawakannya dua lagu nasional itu tampaknya adalah upaya OM PMR untuk menunjukkan kecintaan kepada Indonesia. Seperti yang diungkapkan Boedi beberapa jam sebelum acara, bahwa mereka ingin seperti Gombloh memiliki lagu nasionalis. Bukannya tidak pernah mencoba, sudah beberapa kali namun belum menemukan formula yang tepat.

Kembali ke suasana pentas, goyangan dan koor massal tak terbendung. Bahkan ada pula pemandangan yang kerap terlihat di konser dangdut; penonton berjoget sambil di gendong di bahu temannya. Lengkap pula dengan atraksi membuka baju lalu memutar-mutarnya.

OM PMR pun tak mau kalah. Harri Muke Kapur seperti biasa tampil menggila dengan mini drumnya. Bahkan mengajak Leanna dan Rebecca naik panggung untuk berjoget. Sementara Boedi, Johnny dan Ajie menggelontorkan humor dewasa. Johnny bahkan sempat pula menyinggung soal pengharaman musik. (*)