BookReview:PekakolehIndraMenus

December 15, 2017Qubicle Music
Pekak membuka cakrawala baru. Kisah membuka jaringan di sejumlah negara Asia, ada di sini.

Oleh: Felix Dass

Indra Menus (kembali) melakukan kontribusi penting bagi scene noise, tempat ia dibesarkan. Perjalanannya keliling ke beberapa negara di awal 2017 ini, dilaporkan dalam bentuk buku sehingga banyak orang bisa mengambil manfaatnya kemudian. Minimal mereguk inspirasi untuk melihat cakrawala yang lebih luaslah.

Buku adalah catatan sejarah. Dan menulis adalah sebuah perbuatan untuk merekam peristiwa. Seringkali ruangnya personal, tapi kemudian gunanya bisa disebarluaskan sehingga bermanfaat secara kolektif untuk orang yang lebih banyak jumlahnya.

Kendati perjalanannya bersifat pribadi, tur cum riset yang dilakukan oleh Indra Menus secara spartan selama beberapa minggu ke beberapa negara, ternyata memberi banyak guna.

Lewat ceritanya, jaringan yang terbentang di sejumlah negara yang ia kunjungi, dibongkar. Jejak kerjasama –atau minimal obrolan ringan bersama— dipaparkan dengan bahasa yang mudah dicerna. Ia tidak menjebak dirinya sendiri masuk ke dalam format pelaporan yang njlimet dan berhasil mempertahankan kesederhaan hubungan yang sejatinya terjadi di level kehidupan sehari-hari.

Ada banyak tipe hubungan yang seringkali dimulai dengan hal-hal remeh-temeh yang disajikan dalam masing-masing bagian ceritanya dalam Pekak. Perbuatan-perbuatan sederhana yang bisa jadi rupanya seperti bertukar pesan di Facebook, menulis email bertanya apa kabar sampai dedikasi waktu untuk menemani ketika kompatriot berkunjung ke kota tempat seseorang tinggal, terbukti masih punya taji untuk membangun sebuah kisah sosial yang dibangun oleh minat yang sama. Jarak, hanya perkara mengumpulkan uang untuk menebus ongkos perjalanan. Selebihnya tidak. Dan jika persoalannya uang, maka ia selalu bisa dicari.

Pekak, membuka kemungkinan baru bagi orang yang membacanya. Buku yang bisa dibaca dengan waktu yang tidak terlalu lama ini, setidaknya bisa menjadi awalan untuk eksplorasi yang lebih lanjut.

Kendati sebenarnya, seluruh kisahnya ini punya celah untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih kompleks ketimbang sekumpulan catatan pribadi. Tapi secara garis besar, ada gambaran bagaimana interaksi di dalam scene musik noise terjadi.

Kalau diparalelkan dengan kondisi di bilik lain di dalam scene independen, berdasarkan cerita Menus di Pekak ini, bisa jadi kita semua perlu iri. Dengan mudah, jaringan dipersatukan tanpa banyak cingcong. Ya karena itu tadi, tipe hubungannya sederhana. Pasti kondisinya begini: tidak ada pertukaran riders teknis yang kadang bikin pening kepala, vokalis dan gitaris yang banyak mau karena punya preferensi berbeda atau urusan-urusan lain yang terkadang bikin perkara jadi tidak santai lagi.

Sedikit spoiler: Pertumbuhan kehidupan di dalam scene musik noise yang liar dan cenderung bisa belok kesana-kemari, membuat ia punya seninya sendiri. Batasan yang sangat-sangat cair, dengan sendirinya juga menciptakan pola hubungan yang seringkali tidak bisa diduga arahnya. Misalnya saja, cara menpersepsikan bagaimana musik diperlakukan sebagai bentuk karya seni. Ada yang membawanya ke ranah akademis sehingga bisa diukur dan dikaji secara terstruktur sehingga bisa diteruskan sebagai cabang ilmu budaya atau sesederhana melalaikan waktu janjian sehingga pertemuan molor dan kemudian tetap ditutup dengan tawa-tawa bertemankan minuman keras tanpa perlu membuat rangkuman atas apa yang dibicarakan.

Fungsi buku ini sebagai catatan, berhasil ditiriskan. Toh, Indonesia masih perlu mengebut produksi hal-hal seperti ini dalam bentuk kuantitas. Pekak akan dikenang sebagai belokan penting untuk isu dokumentasi. Dan semoga saja Menus terus pergi, berjalan-jalan dan tetap menulis.

Oh ketinggalan, satu hal penting yang juga ditinggalkan oleh buku ini adalah semangat untuk mendokumentasikan sesuatu dan kemudian memberikan inspirasi pada orang yang lebih banyak. Tentu, tanpa harus memaksa orang yang membacanya punya minat besar pada musik yang jadi latar belakang cerita. Contohnya saya, yang sampai hari ini masih sulit mengartikan sisi menarik musik noise. Haha. (*)

Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Music

    We found it's important to give people on good music whether they're made by established musicians or newcomers.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US