Café Jamu Acaraki, Kekinian dan Sangat Herbal

Belum lama ini muncul sebuah café jamu dengan konsep baru untuk merangkul para generasi milenial. Dengan tagline ‘Jamu New Wave’, inilah cara baru menikmati jamu masa kini. 

 

Café jamu kekinian    


  Lokasi Acaraki jamu yang beradi di dalam Gedung Kertanegara (Foto: Qubicle)  

Café yang menjual kopi mungkin sudah biasa. Bagaimana jika café dengan menu utama jamu? Mungkin bisa dihitung lewat jari. Nah, berlokasi di Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, kalian akan menemukan cafe jamu Acaraki di sini.

Lokasi café jamu berada di dalam Gedung Kertanegara, masih satu deret dengan Café Historia. Masuk ke dalam, di sebelah kanan langsung tampak wujud dari Acaraki. Nama Acaraki sendiri memiliki arti orang yang meracik jamu, khususnya pada zaman kerajaan dahulu.

Acaraki Jamu adalah café yang menjual menu utamanya jamu. Yang bikin unik adalah racikan jamu ini menggunakan alat manual brew yang biasa dipakai meracik kopi. Langkah ini sebagai inovasi baru dalam meracik minuman jamu agar kembali diminati masyarakat luas, bahkan di era modern saat ini.  

“Kami ingin membangkitkan kembali jamu, karena terkadang jamu dipandang sebelah mata, padahal ini peninggalan nenek moyang kita. Bahkan di zaman dulu, jamu adalah sesuatu yang sangat sakral,” cerita Joni Yuwono, pemilik Acaraki Jamu dengan antusias.


  Inovasi baru meracik jamu menggunakan manual brew layaknya kopi (Foto: Dok. Acaraki Jamu)  

Cukup disayangkan karena belakangan ini justru kopilah yang banyak digandrungi masyarakat, padahal bisa dibilang rasanya sama-sama pahit. Untuk itulah, Joni Yuwono pun mulai berinovasi membuat café jamu dan meracik jamu sendiri agar dapat dinikmati masyarakat masa kini.

Diakuinya, ia menemukan formula baru ini setelah riset selama 4 tahun. Berbagai percobaan telah ia lakukan untuk menemukan racikan baru, hingga akhirnya ia terpikir untuk menggunakan manual brew layaknya membuat kopi di café  jamu miliknya.  


Jauh dari kesan mbok-mbok jamu  

Dulu, penjual jamu kebanyakan seorang perempuan yang berusia lanjut. Mengenakan pakaian kebaya dan kain jarik, rambut yang disanggul, serta gendongan jamu di punggungnya, sangat identik dengan jamu itu sendiri.

Kini, mengikuti jaman yang sudah modern, jamu pun merambah ke bangunan berupa café. Seperti di Acaraki, interior café pun terbilang cukup nyaman dengan sentuhan gaya industrial. Dinding bata ekspos dipilih untuk menggambarkan kesederhanaan layaknya jamu.


  Interior Acaraki Jamu dengan sentuhan gaya industrial (Foto. Qubicle)  

Kalian bisa memilih area duduk yang telah disediakan, tapi bisa juga duduk di area bar sembari melihat cara meracik jamu. Nah, seiring berjalannya waktu, nantinya di lantai dua café jamu ini akan digunakan untuk kelas meracik jamu yang bisa diikuti oleh siapa saja.


Dua jenis jamu  

Di Acaraki, ada dua jenis jamu yang ditawarkan, yaitu beras kencur dan kunyit asam. Ketika ditanya alasan hanya menggunakan dua jenis jamu saja, Joni Yuwono menjelaskan bahwa dari kedua jenis jamu itu masih bisa diolah menjadi beragam cara.  



  Menu minuman di Acaraki Jamu, banyak variannya (Foto: Qubicle)

Minuman jamu yang patut dicoba adalah kunyit asam saring dan golden sparkling. Cara pembuatan kunyit asam saring sama persis dengan membuat kopi. Alat yang digunakan adalah V60, semacam alat seduh kopi berbentuk kerucut di bagian bawahnya. Bagaimana rasanya?  


Acaraki membuat kunyit asam menggunakan V60 (Foto: Dok. Acaraki)

Ketika dicoba, ternyata rasanya benar-benar enak! Padahal belum dicampur dengan gula, masih berupa mentahan jamunya. Kalau kalian suka rasa manis, tinggal tambahkan gula dan tidak akan mengurasi rasa jamu itu sendiri. Recommended.  


  Ice kunyit asam saring, rasanya jauh dari kesan pahit  (Foto: Qubicle)

Berikutnya adalah sparkling gold, ini merupakan campuran antara kunyit asam, gula, dan soda. Wahh, jamu dicampur dengan soda. Rasanya nikmat banget! Meskipun dicampur dengan soda, rasa jamunya masih terasa kuat.   


  Ice sparkling golden, campuran antara jamu dengan soda (Foto: Qubicle)  

So, buat kalian yang bosan dengan kopi, sebuah cara baru menikmati jamu di café jamu kekinian patut kalian coba!

Lokasi: Acaraki: Jl. Kali Besar Tim., Kota Tua, DKI Jakarta 


Penulis: Stevani Arin