Cinetalk:HarvanAgustriansyahBikinFilmdenganSophiaLatjuba

October 12, 2016Qubicle Film and TV

Akrab dipanggil Harvan, sutradara sekaligus penulis naskah ini senang membuat film pendek indie. Film-filmnya sering diikutkan ke berbagai festival film lokal hingga dunia dan salah satu karyanya yang saat ini sedang dibawa keliling berjudul Biang.

Film pendek ini bercerita tentang lapo (rumah makan khas Batak) yang menyediakan makanan dengan bahan dasar anjing, seorang ibu, dan ketiga anaknya ada di antara hidup dan mati. Film tersebut ia garap bersama Sophia Latjuba dan Eva Celia.

Usai pemutaran film Biang di HelloFest 2016 Harvan berbagi pengalamnya tentang pembuatan film Biang kepada Slate. Simak obrolan singkat dengan Harvan berikut ini.

Harvan sudah punya banyak pengalaman dalam membuat film pendek dan Biang adalah salah satu film yang terbaru. Apakah masih menemukan kesulitan yang besar dalam proses pembuatan film ini?

Tentu masih. Di dalam film ini, anjing-anjing yang dipakai adalah anjing rumahan dan ada pemiliknya. Saat shooting belum selesai, ada pemilik anjing yang pengen segera bawa pulang anjingnya. Sedangkan, kalau anjing itu diambil, nanti nggak continuity dong gambarnya. Ini salah satu kesulitan saat produksi film Biang. Selain itu, saya membuat film dengan eksekutif produser yang cinta dengan anjing. Saya jadi harus sangat berhati-hati membuat sebuah adegan dalam film ini.  Mbak Sophie sering nangis, saya sering bikin scene ngumpet-ngumpet, saya minta Mbak Sophie datang ke lokasi nanti-nanti aja. Supaya nggak liat proses shooting adegan yang tragis bagi dia nantinya. Karena kalau ada Mbak Sophie bikin adegan ini nggak boleh, itu nggak boleh.

27
86

Dari semua film pendek yang pernah dibuat, apakah film Biang termasuk film pendek low budget?

Iya. Ini film dengan budget yang kecil. Meskipun eksekutif produser kami bisa saja kasih dana lebih, tapi saya selalu berusaha membuat film dengan budget yang sesuai dengan kebutuhan aja. Saya nggak mau kehilangan unsur indie-nya. Total budget film ini kurang lebih 15 juta. Saya banyak berpikir kalau film itu ide ngikutin budget. Kita punya uang berapa, kemudian ide itu ngikutin. Saya memang mau bikin film ini indie. Saya lebih suka bikin film indie.

Apa yang seru dari proses pembuatan film Biang ini?

Yang seru dari pembuatan film ini banyak banget. Di film ini saya langsung berhadapan sama tempat-tempat jagal anjing. Saya jadi tahu semua lapo-lapo anjing di Jakarta. Dan saya berhadapan langsung dengan pemiliknya. Saya jadi tahu di Jakarta ada sebuah lapo yang setiap hari memasok 30 anjing dari Jawa. Berapa harganya, cara mukulnya gimana, saya tahu semua. Saya harus berani menghadapi orang yang ngeri-ngeri itu. Tapi saya sebenarnya bukan pecinta anjing yang ingin mengampanyekan sesuatu di film ini. Ini pengalaman baru. Niat saya cuma ingin bercerita saja, sih. Seru banget pengalaman-pengalaman baru waktu bikin film ini. 

Dari semua film pendek yang pernah Harvan buat, mana yang paling berkesan?

Dari sekian film yang saya buat, ini film yang paling saya cinta. Karena lucu saja, pengalaman baru.

Film ini temanya sangat sensitif, kira-kira film ini akan dibawa ke mana saja?

Film ini akan kami masukkan ke festival-festival film dunia yang pas dengan tema film. Festival-festival film tertentu saja. Karena ternyata tema film Biang ini sangat sensitif, saat produksi saya terus berusaha menggali agar pesan dari ide ini tetap tersampaikan, tapi tidak secara langsung memperlihatkan kesadisan terhadap anjing. Misal dengan simbol-simbol sebagai metafora. 

Apa next project Harvan?

Saya sedang proses mau bikin cerita panjang. Targetnya, sih, tahun depan shooting. Selain itu film pendek saya yang judulnya Pangreh juga lagi keliling festival-festival. November nanti ada di Toronto.

Apa tips filmmaking Harvan untuk filmmaker indie di luar sana?

Bikinlah film yang kita suka. Yang benar-benar mau kita buat. Kalau bisa, nggak usah memaksakan dengan biaya. Targetkan film sesuai dengan biaya tertentu yang ada. Itu latihan untuk kita men-deliver cerita, konsep, sesuai dengan budget dan tidak berlebih-lebihan. 


Oleh : Muthi'ah Khairunnisa


Social Media :

Facebook : slate id | Twitter : @slate_id | Instagram : @slate_id | YouTube : slate_id

Like what you read? Give Qubicle Film and TV your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Film and TV

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US