Foto-Foto Kilas Balik Konser Perdana Protomartyr di Jakarta 

Paska libur panjang hari besar Lebaran beberapa waktu lalu, kolektif serta label rekaman asal Jakarta, 630 Recordings dan Winona Tapes menggelar hiburan berupa konser. Tidak tanggung-tanggung, mereka meingimpor unit art-rock/post-punk asal kota Detroit, Amerika Serikat, Protomartyr, untuk tampil secara langsung, pada hari Kamis malam (21/6). Penampilan grup yang dihuni oleh Joe Casey (vokalis), Greg Ahee (gitaris), Scott Davidson (bassist), dan Alex Leonard (drummer) tersebut juga merupakan kali pertama bagi mereka di Jakarta—ibukota Indonesia menjadi kota pamungkas dalam rangkaian tur mereka di benua Asia pada semester pertama tahun ini. Kebetulan lagi, konser ini berlangsung selang seminggu setelah EP terbaru mereka, Consolation E.P keluar. Mantap.

Rasanya, acara yang dihelat di lantai dasar Rossi Musik Fatmawati—yang selama ini menjadi “tanah suci” bagi kancah hardcore/punk—ini bisa dibilang adalah acara yang menarik. Selain atmosfer venuenya yang selalu menarik dan terkesan intim, dua band lokal yang didaulat untuk tampil sebagai band pembuka konser Protomartyr juga patut dijadikan faktor yang membuat acara ini menyenangkan. Pertama, ini adalah penampilan perdana (juga) Crayola Eyes setelah mengeluarkan single mereka yang sudah tertunda hampir 6 tahun serta The Porno dengan formasi paling baru. Kedua, menurut Qubicle, dua band ini adalah band yang punya penampilan live apik namun jarang sekali manggung.

Crayola Eyes menjadi penampil pertama, disusul dengan The Porno. Seperti biasa, Crayola Eyes tidak kehilangan kharisma mereka walaupun sudah lama tidak menyentuh panggung. Catatan bagi The Porno, sedikit disayangkan sebenarnya karena ternyata penampilan mereka agak terganggu dengan masalah teknis. Bisa jadi mereka belum siap sekali untuk tampil dengan formasi terbaru mereka, namun kami lebih memilih bahwa ini hanya soal masalah teknis saja. Lagipula, melihat mereka membawakan banyak materi baru adalah hal yang cukup mengasyikan.

Pukul 10 lewat, Protomartyr naik panggung. Membawa 2 ember berisi kaleng bir dan penuh es batu sebagai sesajen di atas panggung, Joe Casey cs membuka repertoar dengan “My Children”, lagu dari album yang kenyang akan puja puji dari publik, Relatives in Descent. Sebagai seorang wordsmith plus vokalis era kini yang punya pesona dan karakter yang cukup kuat, Joe menyanyikan—atau lebih tepatnya, menuturkan, kali ya—semua lirik grup tersebut dengan pas. Sedikit lantang, dengan kaleng bir bergantian di tangan kiri, namun juga misterius. Tentu saja, kompatriotnya mengiringi dengan tight. “Don’t Go to Anacita”, “Male Plague”, “A Private Understanding”, “Wait”, “Wheel of Fortune”, dan “Half Sister” adalah beberapa yang dari set 16 lagu Protomartyr malam itu.

Walaupun ternyata AC tambahan yang disediakan oleh pihak penyelenggara tidak bisa mendinginkan sekitar 200 orang yang datang, namun secara keseluruhan gig ini berjalan dengan lancar dan seru. Bahkan setiap personel dari Protomartyr sendiri setuju satu sama lain bahwa Jakarta tepat menjadi kota penutup rangkaian tur Asia mereka—save the best for the last, huh?

Nah, sebagai pendukung kilas balik konser tersebut, Qubicle mengajak kalian untuk menyimak beberapa tangkapan foto dari momen yang terjadi malam itu. Semuanya hasil jepretan kontributor R.M. Suryokusumo dan bisa dilihat di bawah ini.


Reno NIsmara, vokalis Crayola Eyes, tampil flamboyan malam itu (Foto:  R.M. Suryokusumo)
Crayola Eyes sebagai band pembuka konser Protomartyr di Jakarta (Foto: R.M. Suryokusumo)
Formasi baru The Porno (Foto: R.M. Suryokusumo)
The Porno banyak membawakan materi baru saat konser Protomartyr di Jakarta (Foto: R.M. Suryokusumo)
Joe Casey, penulis dan penutur lirik vital bagi Protomartyr (Foto: R.M. Suryokusumo)
Penampilan Greg Ahee yang optimal pada malam itu (Foto: R.M. Suryokusumo)
Scott Davidson, pemain bass Protomartyr yang doyan kikil dan otak sapi (Foto: R.M. Suryokusumo)
Protomartyr saat menjejaki panggung Rossi Musik Fatmawati (Foto: R.M. Suryokusumo)
Ki-ka: Greg Ahee, Joe Casey, Scott Davidson (Foto: R.M. Suryokusumo))
Joe Casey yang seakan enggan melepas genggamannya dari kaleng bir dingin (Foto: R.M. Suryokusumo)