GEMASTAKBOLEHMEMOTRETDIISTANA-ISTANADITEHRAN

July 25, 2017Qubicle Travel
Tehran, Ibu kota Republik Islam Iran, banyak memiliki museum (yang dulunya istana), yang sungguh amat cantik.

Teks: Wahyuni Kamah (MyTrip Magazine) Foto: Wahyuni Kamah, Istimewa

Tehran, Ibu kota Republik Islam Iran, banyak memiliki museum (yang dulunya istana), yang sungguh amat cantik. Apalagi pengaturan perabotan di dalam istana-istana tersebut dipertahankan seperti aslinya. Sayang, kebanyakan nggak boleh difoto, bahkan untuk beberapa ruang masuk aja nggak boleh. Kita hanya bisa menontonnya dari luar.

KOMPLEKS SA’DABAD DI SHEMIRAN

Di Kompleks Sa’dabad seluas 300 hektar ini berdiri bangunan sisa monarki Iran dari Dinasti Qajar (1785-1925) dan Dinasti Pahlavi (1925-1979) yaitu 18 istana, tujuh di antaranya menjadi museum yang terbuka untuk umum. Ada dua museum yang perlu dikunjungi di dalam Kompleks Sa’dabad karena nilai sejarahnya.

1. Mellat Museum (White House)

Disebut juga White House semata-mata karena seluruh gedung dua lantai ini dicat putih. Dulu disebut Palace of the Nation. Istana yang masih terlihat apik ini dibangun pada 1931-1937 selama masa pemerintahan Rezashah Pahlavi dari Dinasti Pahlavi.

Aula Resepsi di White House

Secara keseluruhan luas bangunannya 5.000 m2 berikut dengan ruang bawah tanahnya. Seluruh ruangan diatur seperti aslinya dengan perabot dan perlengkapan seperti ketika masih digunakan. Kita bisa melihat persis kehidupan keluarga kerajaan dengan kemewahan dan kemegahannya. Agar puas melihat seluruh ruangan kita mungkin butuh waktu dua jam atau lebih. Tapi sayang, pengunjung hanya bisa melihat dari luar.


2. Green House (Shahvand House)


Disebut Green House karena warna tembok luarnya yang kehijauan yang diambil dari batu hijau Esfahan dan Zanjan di Iran, dengan tiang dari bebatuan di Italia. Dibandingkan dengan White House yang modern, Green House terlihat lebih klasik. Di pekarangannya terdapat kolam kecil dengan air mancur yang jadi ciri khas arsitektur Persia.

Masuk ke dalam Green House kita diharuskan buka sepatu untuk menjaga kelestarian gedung yang dibangun tahun 1922 hingga 1928 ini dan tidak diizinkan mengambil foto. Ruangannya sangat indah dan kita seperti berada di negeri dongeng. Sayangnya tidak semua ruangan dapat dimasuki pengunjung. Seperti di White House, pengunjung hanya dapat melihat dari luar seperti ruang tunggu, ruang kerja, ruang makan, ruang tamu, dan ruang upacara.

Portal dan tiang gedung dibuat dari marmer terbaik Iran dari Khorasan. Seluruh temboknya diplester ataupun ditutupi kaca yang diukir halus dan cermat. Tirainya pun berwarna emas ataupun perak.

Di ruang tunggu yang biasa disebut ruang cermin, temboknya diplester dengan cermin yang diukir. Desain karpet disamakan dengan desain langit-langit. Di dalam ruang itu semuanya serba berkilap sehingga kesannya sangat gemerlap. Sementara itu, tembok di ruang makan dihiasi karya pelukis terkenal Iran Behzad. Dekorasi ruangan seperti lampu gantung, vas, piano, perabot, dan juga tempat lilin ada yang diimpor dari Eropa.

Green House seperti miniatur karya seni terbaik di Iran, karena benda ataupun karya seni terbaik dipamerkan di sini. Pendek kata, perabot dan perlengkapannya hanya diambil dari kualitas yang berkelas.



3. Golestan Palace

Istana Golestan adalah salah satu situs warisan dunia yang dilindungi UNESCO sejak 2013.

Jika Kompleks Sa’dabad adalah tempat tinggal Dinasti Pahlavi, Istana Golestan adalah Kompleks Kerajaan Dinasti Qajar.

Kompleks Istana Golestan terdiri dari taman serta beberapa bangunan kerajaan yang merupakan monumen bersejarah tertua di Tehran. Dulunya, kompleks ini berada dalam lingkup tembok kota atau citadel yang dibangun pada abad ke-14.

Secara keseluruhan ada 17 bangunan termasuk istana, museum dan aula. Kita akan banyak berdecak kagum dengan keindahan karya seni Persia yang halus dan indah dalam bentuk patung, lukisan, ataupun plester tembok yang bercorak geometris dan bunga. Perpaduan antara motif dan warnanya luar biasa.


Pertama kali masuk kita disuguhi teras yang luar biasa yang disebut Tahta Marmer. Di teras ini terdapat tahta marmer dengan patung-patungnya, kisi-kisi jendela dengan lukisan dan detil yang sempurna, langit-langit cermin, serta tembok berukir bercorak bunga. Meskipun terkesan tua, teras Tahta Marmer mencerminkan kemegahan.

Penggemar karya seni bisa-bisa menghabiskan waktu lama di sini. Tembok bagian luar istana diplester dengan ubin yang membentuk corak geometris dan bunga yang sangat indah. Istana terdiri dari beberapa ruang besar yang indah, yang paling memukau adalah Ruang Cermin. Sayang sekali, keindahan itu tidak bisa dipotret.

Tapi jangan khawatir, di bangunan lain seperti Gedung Penangkap Angin dan Gedung Matahari kita bisa melihat ruangan kaca yang cemerlang. Ada beberapa ruang di kedua gedung yang tembok dan seluruh langit-langitnya diplester cermin yang berukir halus ini. Kaca jendelanya pun dilapisi kaca warna. Ada juga ruangan yang dipenuhi lukisan dengan lantai ubin bercorak bunga. Kita tidak akan bosan bolak-balik ke seluruh ruangan karena keindahannya memang luar biasa.


CARA KE TEHRAN

Dari Jakarta penerbangan ke Tehran dilayani AirAsia, Thai Airways, Qatar Airways, Emirates, Turkish Airlines, Etihad. Nama bandaranya: Bandara Internasional Imam Khomeini. 

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Travel

    The ultimate place for reflective travel and adventure experience.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US