GunungSalakdanCiremaiBerbuahMitos

March 14, 2018Qubicle Travel
Dua gunung di Jawa Barat ini dekat dan erat dengan sejuta nilai mistis. Berangkat dari peninggalan sejarah, cerita kuno dengan bumbu mitos

Dua gunung di Jawa Barat ini dekat dan erat dengan sejuta nilai mistis. Berangkat dari peninggalan sejarah, cerita kuno dengan bumbu mitos masyarakat setempat, menjadikan kedua gunung ini bergelar gunung terangker di Tanah Pasundan. Gunung Salak dan Gunung Ceremai memiliki segudang mitos dan pengalaman mistis bagi banyak pendaki. Sejatinya gunung, hutan, laut dan samudera adalah istana dan tempat bersemayamnya mahluk gaib.

Anda pernah kesana? atau berencana kesana? 


GUNUNG SALAK

Nama Gunung Salak berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu “salaka” yang berarti “perak”. Gunung Salak dianggap sebagai tempat suci dimana dipercaya menjadi tempat moksa (menghilang bersama jasadnya) Prabu Siliwangi, pendiri Kerajaan Padjajaran. Gunung Salak memiliki beberapa puncak, dan yang tertingginya bernama Puncak Manik atau Salak 1 dengan ketinggian 2.211 mdlp. Terkenal sebagai tempat petilasan raja-raja menjadikan gunung salak santer dengan kata kesaktian. Banyaknya makam kuno yang berusia ratusan tahun menambah nilai mistis gunung ini.


Penghuni Gaib Gunung Salak

1. Ki Baping Mayit, penguasa kaki Gunung Salak

2. Mbah Jangkung, lelembut Gunung Salak (lokasi jatuhnya pesawat sukhoi)

3. Mbah Hasan bin KH. Bahyudin bin Pangeran Natamanggala, bin pangeran Wirasuta (Suta Jaya) Kuningan,  

    penguasa Puncak Manik atau Puncak Salak Satu

4. Eyang Maha Prabu Siliwangi, penguasa Puncak Salak Dua

5. Eyang Sarean (Cirebon), penguasa Puncak Salak Tiga

6. Sosok Seorang Nenek yang sering menampakan dirinya di wilayah Puncak Salak Empat.



Binatang Gaib Gunung Salak

Menurut masyarakat setempat, binatang gaib yang sering nampak berwujud babi hutan raksasa, ular kuda emas, bahkan macan yang dipercaya jelamaan dari Prabu Siliwangin.



Suara Gamelan

Banyak cerita para pendaki saat menaiki Gunung Salak sering mendengar suara gamelan. Jika dicari atau diikuti sumbernya, suaranya akan terus menjauh dan menuju kedalam hutan yang tidak jelas dimana tempat asal suara tersebut.



Arwah gentanyangan di Kawah Ratu dan Curug Seribu

Dua spot favorit wisata guung salak ini memiliki prestasi tinggi dalam merenggut nyawa. Masyarakat percaya bahwa banyak arwah-arwah korban keracunan gas belerang kawah ratu dan tenggelam di curug seribu bergentayangan di kawasan tersebut.



Mimpi Masal Berkencan dengan Wanita Cantik

Cerita ini berasal dari pengalama tim SAR Sukhoi yang mengalami mimpi basah berjamaah. Mimpinya serupa, bertemu wanita cantik dan diajak kedalam rumah yang berisikan banyak wanita cantik dengan perlakuan layaknya suami istri.



Pasar Setan

Menurut kepercayaan masyarakat setempat dan pengakuan beberapa pendaki, bahwa di sekitaran puncak manik atau Puncak Salak satu terdapat pasar setan.

Saat bermalam pendaki mendengar suara gaduh, bising dan berisik ibarat kerumunan orang yang sedang beraktifitas seperti pasar.



Puncak Manik Markas Besar Lelembut

Puncak Manik memiliki banyak kejanggalan. Selain kabut tebal yang datang tiba-tiba atau angin kencang yang tak tentu arah pergerakannya. Nilai mistis Puncak Manik juga diperkuat oleh makam keramat yang konon katanya dapat menimbulkan asap. 



PANTANGAN: DILARANG MEMETIK BUNGA ANGGREK YANG ADA DI GUNUNG SALAK. JIKA MELANGGAR, DAPAT TERSESAT DAN NYAWA MENJADI TARUHANNYA.






GUNUNG CIREMAI

Gunung Cirmai adalah gunung berapi tertinggi di Jawa Barat. Memiliki ketinggian 3.078 mdpl tidak menjadikannya mudah untuk begitu saja untuk di daki. Menurut cerita, Gunung Ciremai sangat berkaitan dengan sejarah republik Indonesia. Gunung Ciremai menjadi tempat bermusyawarahnya para Wali Songo menanggapi serangan portugis dalam menghabisi para ulama. Saat itu Sunan Gunung Jati, dan Syarif Hidayatullah ditemani oleh kakeknya Sunan Gunung Jati, Satria Kawirangan sebagai pemandu via jalur Linggar Jati.


Kita sering mendegar pengalaman mistis pendaki yang tersesat saat mendaki gunung ini. Kepercayaan dan pengakuan dari masyarakat setempat soal keangkeran Gunung Ciremai menambah unsur magis dan menjadikan Gunung Ciremai sebagai Gunung terangker.



Batu Lingga

Batu lingga adalah batu besar yang memiliki cekungan berbentuk jantung manusia. Menurut cerita, Kakek Sunan Gunung Jati, Satria Kawirangan meneruskan semedinya sambil bermunajat kepada Allah saat para Wali Songo selesai bermusyawarah dan turun dari Gunung Ciremai. Satria Kawirangan terus bersemedi di batu tersebut hingga akhir hayatnya. Untuk mengenang dan menghormati perjuangan kakeknya, akhirnya Sunan Gunung Jati bersemedi selama kurang lebih 9 tahun di batu yang sama, sehingga batu tersebut dikenal bernama Batu Lingga. Menurut masyarakat setempat dan beberapa pendaki, sering muncul penampakan sosok kakek tua berjubah putih di sekitar area Batu Lingga.



Nyi Linggi

Karisma Batu lingga terus bersinar, hingga menarik perhatian Nyi linggi bersama dua macan tutul peliharaannya untuk mengikuti jejak Sunan Gunung Jati yang bersemedi di Batu Lingga. Namun Nyi Linggi Wafat sebelum menyelesaikan persemediannya. Anehnya, warga sekitar hanya menemukan jasad Nyi Linggi, dan keberadaan dua macan tutul peliharaannya tidak diketahui keberadaaannya. Masyarakat pun sering melihat ada penampakan sosok nenek tua yang kerap muncul bersama dua macan tutul di sekitar daerah Batu Lingga.


Suara Gamelan Jawa

Banyak pendapat yang berbeda mengenai maksud atau pesan dari kejadian ini. Ada yang berpendapat bahwa suara gamelan itu adalah ucapan selamat datang, ada juga yang berpendapat bahwa suara gamelan itu adalah gangguan lelembut penghuni Gunung Cermai untuk mengganggu konsentrasi dan mengecok pendaki agar keluar jalur dan tersesat.




Jalak dan Tawon Hitam

Kemunculan dan kehadiran dua hewan ini menambah nilai mistis Gunung Cermai. Jalak hitam ibarat hewan penghantar para pendaki dari Pos Pengalap sampai Seruni, sedangkan Tawon Hitam lekat dengan perannya yang mengganggu.



Tanjakan Bapak Tere

Bicara soal medan tanjakan, Gunung Cermai memiliki spot tanjakan yang ekstrim bernama tanjakan Bapak Tere. Menurut cerita, dahulu ada seorang bapak bersama anaknya mendaki ke Gunung Cermai. Tanpa alas an yang jelas, sang bapak membunuh anak tirinya tepat di tanjakan tersebut. Sejak peristiwa terbunuhnya sang anak akibat kekejaman bapak tirinya, tanjakan itu diberi nama Tanjakan Bapak Tere.



Tradisi menghentakan bumi

Menurut kepercayaan, bagi setiap pendaki Gunung Cermai hendaknya menghentakan kaki ke bumi sebanyak tiga kali sambil mengucap salam atau permisi di setiap pos. Hal ini dipercayai dapat menghindari gangguan mahluk halus penghuni Gunung Cermai. Kisahnya berasal dari banyaknya manusia berkuda yang meninggal di kawasan Gunung Cermai akibat kekejaman dan tugas yang diberikan penjajah Belanda.



PANTANGAN: MENGELUH DAN BUANG AIR SEMBARANGAN. JIKA MELANGGAR RASA LELAH AKAN TERUS MENGHANTUI DAN GANGGUAN AKAN DATANG.


Namanya mitos, boleh percaya boleh tidak. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa nilai-nilai mistis akan selalu terkait dengan kearifan lokal setempat . Ketahui mitos gunungnya agar Anda makin cinta dengan alam Indonesia.

Tujuannya hanya semata-mata untuk menjaga kelestarian gunung, hutan dan seluruh penghuni di dalamnya. Maka, baiknya kita jaga bersama dengan penuh kesadaran 1000% dan tegaskan, bahwa kita hanya meminjam segala kekayaan alam gunung, hutan, dan laut Indonesia dari anak dan cucu kita. Menjaganya untuk tetep lestari adalah kewajiban dan tanggungjawab kita bersama. Jangan tinggalkan apapun selain kenangan dan jejak kaki anda. SALAM LESTARI..


Sumber:  

www.tentik.com

www.pendakigunung.top

foto: Istimewa


Ikuti terus perjalanan dan petualangan kami dan follow sosial media kita:

Facebook: Escapadeqube

Instagram: @escapadeqube

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Travel

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US