SekarangNggakAdaAlasanuntukNggakBikinPartySendiri

September 14, 2018Qubicle Music
Jika kalian DJ atau punya kolektif bareng temen, nggak ada salahnya untuk mulai coba bikin party sendiri. Kalau nanya kenapa, ini alasannya.

“How come everybody doesn't want to be a painter? tanya penghuni tahta tertinggi Detroit techno, Carl Craig di akun Twitternya dua tahun silam. Ia juga menambahkan hashtag #EverybodyWantsToBeADJ yang membuat sekitar sembilan puluh ribu followersnya sepakat dan lalu bertanya-tanya, "Apa iya, sekeren itu jadi seorang DJ?"

Popularitas figur, banyaknya party seru, hingga anggapan bahwa masa depan live music ada di tangan disjoki kian menggiurkan banyak orang (dan mungkin kalian juga) untuk menjadi seorang DJ. Mulai belajar menggunakan piranti CDJ, ngulik lagu-lagu yang kalian suka, sampai berkhayal membayangkan gimana kerennya kalian pas tampil di depan banyak orang. Masalahnya kemudian, ada nggak yang mau ngajakin kamu main di party?

Nggak ada? Terus mulai sadar kalau ternyata ada banyak banget DJ di luar sana? Lalu khawatir kalian nggak kebagian panggung atau kesempatan buat jadi pengiring dan pemandu lagu di party? Tenang dulu, kalian bisa kok buat mencoba untuk bikin party kalian sendiri dan tampil di sana.

Selektor di salah satu acara party mandiri, Gaduh, yang diadakan rutin sebulan sekali di Mondo by the Rooftop, Jakarta. (foto: Yogha Prasiddhamukti)

Cara yang satu ini sebenarnya banyak dilakukan oleh musisi/produser yang hari ini bahkan sudah punya reputasi yang sangat baik. Bukan sekedar supaya bisa tampil dan jadi pemandu utama party, sebenarnya ada alasan-alasan lain kenapa kalian harus segera bikin party kalian sendiri. Kira-kira begini nih beberapa diantaranya.

Menampilkan Identitas Musik Kalian yang Sebenarnya

Selama musik kalian memang berkualitas, percaya aja kalau selalu ada pendengar untuk setiap genre dan gaya musik. Dengan membuat party sendiri, kalian nggak perlu kompromi untuk membawakan lagu-lagu mainstream yang sering diputar di lantai dansa. Kemas party kalian dengan konsep yang baik dan jelas, lalu silakan bawa setiap crowd yang datang ke dalam petualangan musikalitas kalian.

Nah, untuk hal ini, aktivitas publikasi secara digital juga harus digerakkan. Bisa dimulai dengan membuat podcast dan mengunggah mixtape kalian. Ini bisa berguna untuk ngasih tahu gaya musik kalian ke orang banyak sebelum datang langsung ke party-nya nanti.

Membentuk Komunitas Baru

Lebih dari satu dekade sebelum hari ini, party dengan lagu-lagu singalongable udah ada di Jakarta. Pionirnya tentu adalah Monday Mayhem—atau yang sekarang lebih sering disebut Mayhem X—pesta seru buat nyanyi-nyanyi lagu '80s, Britpop, indie rock, dan lagu-lagu ajaib lain yang digagas oleh Nasta, Henry 'Batman' Foundation (Goodnight Electric) dan kawan-kawan di tahun 2002.

“Waktu itu setelah BB’s bubar, Nasta pengen provide satu acara biar anak-anak skena indie tuh punya tempat lah. Terus mulai dibikin deh acara regular setiap hari Senin namanya Monday Mayhem dan gue salah satu DJ-nya,” kata Batman. “Awal-awal sepi banget, nggak ada yang dateng. Terus besoknya mulai ada yang dateng-dateng terus dan akhirnya bisa rame,” lanjutnya.

Meski sekarang bersifat nomaden, keberlangsungan Monday Mayhem sampai hari ini jadi bukti yang kuat bahwa dengan eksekusi yang baik dan konsisten, satu party dapat membentuk komunitas baru yang terus berkembang. Coba liat deh gimana maraknya party dengan konsep karaoke hari ini!

Crowd dan atmosfer pesta Monday Mayhem. (foto:  Yogha Prasiddhamukti)

Terbukanya Kesempatan Kolaborasi

Selain teman-teman dan crowd yang lagi pengen party, bisa jadi ada DJ, musisi, atau bahkan promotor yang dateng ke party kalian. Momentum seperti ini pastinya bisa ngebuka lebih besar lagi kesempatan untuk lebih sering tampil di waktu-waktu mendatang. Bukan cuma itu, bisa jadi ide kolaborasi muncul ketika kalian mau membuka diri untuk ngobrol langsung sama mereka.

Dimas, figur dibalik kolektif psy-trance, Psilo, juga sepakat akan pentingnya kolaborasi antar komunitas. “Apalagi ketika mau membentuk sesuatu yang besar, kerjasama sangat diperlukan. Terutama dengan komunitas-komunitas yang memang punya kesamaan visi misi,” tambahnya.

Keuntungan Ekonomis

Baiknya, sih, ini bukan jadi tujuan utama kalian untuk melakukan ini semua. Tapi emang nggak bisa dipungkiri, kalian bisa dapat keuntungan dalam konteks ekonomi dari mengadakan sebuah event, dalam hal ini party. Well, makanya ada event organizer.

Ada baiknya untuk mulai mengatur keungan dari laba yang kalian hasilkan. Pastikan agar menggunakannya untuk upgrade hal-hal yang lebih ingin kamu maksimalkan di gelaran party kalian selanjutnya. Contohnya sound system, lighting, merchandise, dan lain-lain. Kalau hal-hal pendukung party kalian tersebut makin mantep kualitasnya, tentu saja party kalian bisa dijamin akan makin optimal. Dan party yang optimal bakal ngedatengin hal-hal yang kami sebut di atas.


Oleh: Yehezkiel Sihombing

Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Music

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US