KARTEL AWUL YK : " Berdiri Karena Srawung" 

Beberapa minggu yang lalu setelah membahas Ngawulbuburit, kali ini mas Anggoro Dewanto akan cerita tentang sejarah berdirinya KARTEL AWUL YK. Simak yuk!

Kartel Awul adalah kerja sama antar beberapa penjual pakaian awul untuk memasarkan barang mereka dengan ketentuan yang berlaku dan telah disepakati sebelumnya.

Di kota-kota besar seluruh Indonesia sedang marak penjualan baju bekas impor ini. Kini pakaian bekas impor sudah banyak peminatnya. Tidak hanya para penjual-penjual dalam partai besar yang sekarang mulai bermain dalam bisnis pakaian bekas impor tersebut. individu-individu yang awalnya hanya mencari pakaian bekas impor untuk dipakai sendiri, saat ini sudah mulai berani mencari dan menjual pakaian bekas impor tersebut dalam partai kecil. Biasanya mereka hanya mencari pakaian bekas impor yang bermerek terkenal dan memang mempunyai harga jual yang tinggi apabila kondisinya masih baru. Melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram para penjual barang bekas tersebut menjual dan menawarkan barangnya.

Tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya, di Yogyakarta para pemburu pakaian bekas impor bermerek juga terhitung. Melihat fenomena tersebut, pada awal tahun 2014 berdirilah “Kartel Awul YK” untuk menaungi dan memberi wadah kepada para individu-individu tersebut. Kegiatan awal hanya berupa kumpul-kumpul, sharing, hunting bareng keluar kota sampai pada akhir tahun 2014 kami mengadakan acara Kartel Awul Vol. 1 “Street Culture Festival” yang sukses besar dan menyedot animo masyarakat luas. Sempat vakum beberapa bulan tanpa mengadakan kegiatan apapun karena kesibukan masing-masing anggotanya, akhirnya pada akhir bulan Januari tahun 2016 kemarin kita diundang oleh Djendelo Cafe untuk ikut memeriahkan acara garage sale yang dibuat oleh cafe tersebut. Ternyata antusias dan animo masyarakat khususnya anak muda juga masih tinggi sehingga menguntungkan kedua belah pihak, antara Djendelo Cafe dan Kartel Awul YK itu sendiri. Melihat antusias masyarakat yang tinggi, Akhirnya pada bulan April 2016 diadakan Kartel Awul Vol.2 “Bongkaran Kolprik” yang bertempat di Indiecology Café Sagan. Pada Acara tersebut kami mengundang grup music hip-hop lokal dan juga DJ kenamaan di Yogyakarta. Pengunjung pada acara kali ini juga tidak kalah dari tahun sebelumnya meskipun tempatnya lebih kecil dibanding acara ditahun sebelumnya.

Seiring dengan meningkatnya ketertarikan anak muda dalam masalah penampilan, maka pada awal bulan Maret 2017 kami akan mengadakan acara Kartel Awul Vol. 3. Seperti acara sebelumnya yang alhamdulillah cukup sukses, di acara kartel awul ketiga ini kami mengundang band-band dari beberapa temen yang cukup membuat acara semakin crowded dan meriah.

Selain itu setiap bulan ramadhan kami juga rutin mengadakan acara ngawulbuburit, ngawul buburit sudah kami adakan sejak 2016 dan pada 2017 kemarin adalah acara ngawulbuburit ke dua kami.

Untuk masalah siapa saja yang bisa menjadi anggota kartel awul kami sendiri tidak membatasi siapapun boleh menjadi bagian dari kami. Tapi seperti yang saya jelaskan pada saat kita ketemu kemarin, kartel awul sendiri berdiri karena kita semua sering nongkrong bareng, kumpul bareng, ngawul bareng dan itu sudah terjalin sejak lama sekali jauh sebelum kartel awul itu kami dirikan. Setiap acara yang kami adakan juga tidak selalu kami berorientasi pada keuntungan penjualan barang-barang kami. jadi siapa saja bisa menjadi bagian dari kami asalkan kami bisa merasa cocok dengan orang tersebut. kami juga menolak kalau ada orang yang bergabung dengan kami hanya untuk mencari keuntungan dari berjualan awul-awul.