KaryaAndyWarholMeniruYayoiKusama?

August 03, 2018Qubicle Art
Seniman Yayoi Kusama pernah mengatakan bahwa Andy Warhol meniru karya seninya dalam segi repetisi dan akumulasi.

Polkadot dan jaring-jaring adalah dua motif yang mendefinisikan Yayoi Kusama. Ciri khas ini terlihat semenjak ia mulai menggambar di umur 10 tahun yaitu di sekitar era 1960an. Sementara itu, karya Andy Warhol yang identik dengan pop art juga mulai tenar pada era yang sama.

Hingga saat ini, karya Andy Warhol maupun Yayoi Kusama membuat nama keduanya sangat dikenal dalam dunia seni. Khususnya untuk Yayoi, Indonesia berkesempatan untuk melihat karyanya langsung di Jakarta. Kita bisa melihat ciptaan sekaligus kisah hidup seniman kontemporer ini pada tanggal 12 Mei hingga 9 September 2018 dalam pameran bertajuk Life is the Heart of Rainbow di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN).

Lahir di Matsumoto, Jepang di tanggal 22 Maret 1929, anak terakhir dari empat bersaudara ini mengekspresikan perjalanan hidupnya melalui berbagai karya seni seperti lukisan Beyond the End of the Century (1987), patung Pumpkin (1994), film Kusama’s Self Obliteration (1967), tulisan Manhattan Suicide Addict (2005), hingga seni pertunjukkan seperti Narcissus Garden (1966) dan Obliteration Room (2002). Konsistensinya dalam berkarya terpancar melalui pertarungan gangguan jiwa yang diderita beserta sifat kritis terhadap kondisi sosial dan politik di sekitarnya.

“Takdir telah ditentukan saat saya memutuskan untuk meninggalkan Jepang dan melakukan perjalanan ke Amerika,” tulis Yayoi dalam buku yang berjudul Infinity Net: The Autobiography of Yayoi Kusama (2003). Sejak tahun 1957 Yayoi tinggal di New York, Amerika Serikat dan langsung terjun ke dalam dunia ekspresi kreasi melalui pameran yang diselenggarakan pada bulan Desember di Dusanne Gallery, Seattle. Pada tahun 1958 ia mendapatkan pamor lebih akibat pameran Nova Gallery di Boston yang menunjukkan lukisan jaring-jaring pertamanya serta lima kanvas besar berwarna monokromatik.

Pada bulan Maret 1960, perempuan yang berkuliah seni melukis di Kyoto Municipal School of Arts and Crafts ini memulai terasosiasikan dengan kelompok avant-garde asal Eropa setelah menjadi seniman yang mewakili kota New York di acara Monochrome Malerei bersama Mark Rothko. Dilansir dari Play.qagoma.qld.gov, di tahun 1962 Yayoi melakukan eksperimen dengan patung lunak bersama pemahat Donald Judd yang memproduksi sebuah karya berseri dengan judul Accumulations.

Sepanjang hidupnya, Yayoi seringkali bersinggungan dengan seniman lain, salah satunya adalah pionir pop art dengan nama Andy Warhol yang dikatakan meniru seninya. Karya Andy Warhol identik dengan dekonstruksi seni dan mengubahnya menjadi simbol-simbol populer mulai dikenal melalui ciptaannya seperti Campbell’s Soup Cans (1962), Banana (1966), dan Mao (1973).

Menurut situs resmi Museum of Modern Art di Moma.org, Kedua karya Andy Warhol dan Yayoi Kusama pertama kali ditampilkan bersamaan pada tahun 1962 di Green Gallery, New York. Yayoi menunjukkan Accumulation No. 1 yang merupakan patung berbentuk kursi putih dengan tonjolan layaknya kelamin pria menyebar dimana-mana. Sedangkan Andy memperlihatkan 200 One Dollar Bills yang merupakan lukisan saring cetak dari satu dollar Amerika Serikat berjumlah 200 lembar. Pameran gabungan yang juga berisi karya dari Claes Oldenburg, James Rosenquist, dan George Segal ini disebut sebagai “abstraksi eksentrik” oleh penulis dan kritikus seni Lucy Lippard dalam buku Eccentric Abstraction (1966).

  Karya Yayoi (kiri) dan karya Andy (kanan) saat dipamerkan bersama pertama kali di Green Gallery (foto: moma.org)  

Dalam wawancara yang dilakukan oleh Oliver Maxwell Kupper di Autre.love pada tahun 2014, Yayoi mengatakan bahwa pemikiran dan tingkah laku Andy sangat berbeda dengannya saat berbincang tentang seni. “Saya telah menapak di jalan saya sendiri dalam mengembangkan ide inovatif untuk karya seni. Andy meniru ide saya seperti repetisi dan akumulasi untuk karya-karyanya,” ungkap Yayoi saat ditanya tentang hubungannya dengan Andy.

Dilansir dari Theguardian.com, setelah pameran Aggregation: One Thousand Boats Show di Gertrude Stein Gallery New York pada tahun 1963, Andy meminta izin menggunakan motifnya untuk diproses menjadi saring cetak yang ditolak oleh Yayoi. Karyanya adalah sebuah kapal yang diselimuti oleh objek lonjong layaknya kelamin pria dengan ruangan yang dipenuhi oleh kertas dinding bergambar kapal identik. Menurut Christies.com, Andy sendiri baru menggunakan kertas dinding pada tahun 1966 saat ia menempelkan cetakan gambar sapi identik yang memiliki warna berbeda (Cow Series).

  "Cow" dari Andy sebagai salah satu karya yang dipermasalahkan Yayoi (foto: Google)

“Saat Andy menempelkan kertas dinding ke langit-langit dan tembok di Leo Castelli Gallery dengan poster saring cetak, ia telah mengambil atau meniru dari One Thousand Boats Show milik saya”, ungkap Yayoi saat diwawancarai oleh Independent.co.uk pada tahun 2012. Selain Andy, ia juga mengatakan bahwa Claes Oldenburg (seniman asal Amerika Serikat) telah meniru patung lunak miliknya, sedangkan Damien Hirst (seniman asal Inggris) beserta beberapa seniman lain juga mengambil idenya dengan menggunakan polkadot.

Hubungan keduanya bisa dibilang kompleks, berteman namun Yayoi sama sekali tidak segan untuk mengatakan bahwa karya Andy Warhol meniru atau bahkan mencuri idenya. Untuk kebenaran mutlak dari Andy meniru karya Yayoi pun menjadi permasalahan yang bisa diperdebatkan, apakah memang benar atau sekadar terinspirasi.

Hal yang pasti adalah fakta bahwa kedua seniman ini telah memberikan kontribusi pada dunia dengan memberikan karya-karya fenomenal, baik secara estetika maupun isi pesan yang ingin disampaikan. Karya Andy Warhol maupun Yayoi Kusama mempunyai gaya definitif memiliki tempat bagi para pengagumnya.


Penulis: Bramantyo Indirawan

Like what you read? Give Qubicle Art your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Art

    If you curious about visual art movement, here is the best place to feed your curiosity.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US