KembalinyaSirDandyHarrington

September 29, 2016Qubicle Music

Oleh: Felix Dass

Setelah menghilang tanpa kabar setahun belakangan, kini ia kembali. Walaupun agak lupa sama kunci gitar lagu-lagunya.

Ok. Sebelum lebih jauh, coba lihat sekali lagi video di bawah ini:

Itu adalah single berjudul Jakarta Motor City milik Sir Dandy. Diambil dari album Lesson #1 yang dirilis tahun 2011 yang lalu. Persoalan drama motor di Jakarta, tidaklah mereda. Semakin menyeramkan bahkan. Tingkat penerobosan lampu merah semakin tinggi, angka umpatan kasar yang terlontar pun makin menjamur.

Bersama lagu ini, Sir Dandy bermain di banyak tempat. Skill bermain gitarnya meningkat. Walaupun masih tidak stabil.

Cerita untuk bisa bermain gitar dimulai hanya beberapa tahun sebelum 2011. Ia, yang tadinya tidak bisa memainkan alat musik itu, tertarik untuk memiliki sebuah gitar. Mungkin, seperti panggilan bertemu jodoh yang tidak bisa diprediksi. Ia lantas belajar, di usia senja. Tidak pernah ada kata terlambat. Sekaligus mengkhianati prinsip utama band rocknya, Teenage Death Star, yang percaya bahwa skill is dead.

Di karir solonya, skill mau tidak mau harus dipelajari. Ia harus menulis lagu sendiri dan kemudian menyanyikannya di panggung dengan porsi bermain instrument yang besar. Tentu saja, namanya baru belajar, tidak bisa langsung sekelas pemain gitar kelas dunia.

Tapi, sedang enak-enaknya belajar dan mulai menapaki kemungkinan untuk masuk ke panggung politik praktis, ia harus meninggalkan Indonesia. Ada urusan penting menanti di Inggris Raya.

“Setahun menghilang, saya belajar menjadi kaum highlander di ibukota Scotland. Sambil mencoba mengasah ilmu mendirikan padepokan penggandaan uang dan pengepul mamah-mamah muda,” ceritanya.

Jazirah Inggris Raya sepertinya lebih menarik ketimbang politik praktis walau ternyata keduanya membuat ia jauh dari gitar. Padahal, sebelum pergi, ia sudah pelan-pelan bisa menguasai teknik bermain gitar melodi. Mendekati sang dewa gitar pujaannya, Antruefunk dari 70’s Orgasm Club.

Karena keterbatasan ruang dan misi mulia yang tidak bersentuhan dengan musik, sulit dipungkiri skillnya menurun. Sekarang, status kemampuan bermain musiknya tidak jelas. Meski tetap disanggah olehnya.

“Skill mah sebenarnya tetap seperti biasa. Tidak ada yang berubah. Karena saya menganut azas praduga tidak berubah, demi keseimbangan lahir dan batin,” katanya. Ngaco!

Hari Kamis, 29 September 2016 ini, ia berulang tahun. Dan kebetulan juga, akan dirayakan dengan penampilan comebacknya di acara ini:

“(Bisa kembali ke panggung) rasanya seperti baru mulai pacaran lagi; grogi, excited dan sedikit salah tangkap. Khas anak muda kalau pertama kali akan melakukan perbuatan a-nonoh kepada pacarnya,” ujarnya.

Pemain pelengkap bandnya yang segudang itu, juga tidak diajak semuanya. Ia memulainya kembali dengan sederhana.

“Untuk sementara, yang akan main masih si Hasief (Ardiasyah) saja. Tapi tidak tertutup kemungkinan dibuka kesempatan mendadak bagi mereka yang ingin berpentas bersama-sama. Hasief diperlukan karena dia lebih hafal kunci-kunci lagunya daripada saya,” jelasnya.

Kembalinya Sir Dandy ke arena juga menimbulkan pertanyaan lanjutan, “Apakah ia sudah menyiapkan materi baru untuk album berikutnya?”

“Ah, itu sudah tersirat. Tapi belum tersurat. Mungkin karena perangkonya belum cukup,” ucapnya serius.

Berencana boleh. Mari menunggu tanpa kepastian. Toh, kabar baik kembalinya ke Jakarta sudah bisa disebarluaskan dan dinikmati. Selain hari ini, ia juga akan bermain di sejumlah panggung lainnya dalam waktu dekat.

“Rencana itu lebih baik daripada modol dina calana,” tutupnya dalam bahasa yang campur-campur dengan Bahasa Sunda, warisan budaya leluhurnya dari sisi ibu. (*)


Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Music

    We found it's important to give people on good music whether they're made by established musicians or newcomers.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US