Kiki Chan and Her Second Soul, Fragrance

Fashion menjadi passion-nya, sementara musik menenangkan jiwa dan raga Mariam Rizkie Barnaby yang lebih dikenal sebagai Kiki Chan – vokalis Olive Tree, sebuah band indie asal Bandung. Lama tak bermusik, Kiki Chan hadir kembali bersama mini album musikal yang dipadukan dengan fashion, berjudul “The Beginning of a New Unknown”.

Senang rasanya berkesempatan ngobrol bareng perempuan multitalenta di balik Fragrance, yang ternyata lulusan desain interior ini.

Sebelum Fragrance, dulu pernah usaha lulur juga ya?

Iya bener, pernah coba usaha jual lulur bubuk habis lulus kuliah hihi.. Bertahan hanya beberapa bulan, mungkin karena passion-nya ga di situ.

Terus, usaha lain yang sempat dijalanin ada apa lagi?

Sebelum Fragrance, pas kuliah pernah bikin clothing namanya Hatsu Ratsu. Terus jualan lulur bubuk, namanya kalau ga salah Spice Spice.

Kenapa pada kandas?

Dipikir-pikir bisa kandas karena memang manajemennya ngarang sih haha.. Uangnya dipakai buat jajan, jadi ya ga balik modal.

Sampai akhirnya di tahun 2007 memutuskan untuk menjalankan Fragrance hingga sekarang, gimana ceritanya?

Sebetulnya, dari kecil memang suka sekali hal-hal yang berbau fashion. Sempat ambil kursus pola dan jahit di Shinly, Bandung. Setelah itu hasrat bikin baju semakin menggebu, akhirnya dengan modal seadanya mencoba bikin brand. Nama Fragrance dipilih karena mencerminkan kepribadian, keindahan, kebahagiaan, cinta, passion yang dirasakan oleh indera penciuman, tapi oleh aku sendiri inginnya dirasakan juga dengan indera penglihatan dan seluruh anggota badan. Fragrance sendiri itu seperti my second soul, my world, my passion, my happiness. bekerja untuk Fragrance tidak seperti bekerja. Semua mengalir bagai air. Mungkin itu yang membuat Fragrance tetap bertahan sampai sekarang.

Inspirasi dalam berkarya?

Inspirasi banyak sekali. datang dan pergi. Sebetulnya aku pribadi sangat tergantung mood. bisa beberapa hari inginnya main Candy Crush, males bikin baju. Tapi kalau lagi mood, beberapa menit jadi beberapa design hehe.. Tapi itu sekarang ga berlaku, karena harus tanggung jawab juga terhadap klien. Sebisa mungkin mood selalu dijaga. Inspirasi biasanya selalu datang kalau bekerja sambil dengerin musik.

Koleksi Fragrance paling berkesan?

Koleksi yang paling berkesan, tahun 2009 ketika masuk Cleo Fashion Award dan fashion show di JFW (Jakarta Fashion Week). Koleksi yang dibuat terinspirasi dari nelayan Jepang, dengan aplikasi smock yang tiba-tiba terlintas ketika membaca buku Manipulation Fabric.

Bisa ceritain tentang Fragrance Gold?

Fragrance Gold itu divisi Fragrance untuk berkarya. Aku bebas membuat baju apapun, karya apapun untuk momen apapun terserah. Untuk awal, proyek Fragrance Gold ikut men-support proyek musik album aku "The Beginning of a New Unknown". Mini album musikal yang dipadukan dengan fashion. Untuk ke depannya Fragrance Gold akan mendukung artist, musisi, atau seniman yang ingin karyanya dipadukan dengan fashion.

Kalau bisa dilahirkan kembali jadi binatang, Kiki Chan ingin jadi apa?

Hihi.. Aku suka pertanyaannya. Kalau dilahirkan kembali, sepertinya ingin jadi kupu-kupu putih. Karena setiap ketemu kupu-kupu putih, ada keberuntungan yang terjadi. Itu benar adanya. Cobain deh kalau ketemu bilang, “Hello kupu-kupu putih,” besoknya atau lusa lah, bisa dapat rejeki, atau ketemu orang yang menyenangkan.

Gambarkan Fragrance dalam 5 tahun ke depan!

5 tahun kedepan Fragrance lebih matang, lebih professional, dan lebih kuat brand-nya. Ikut membangun industri kreatif dan merangkul anak-anak muda berbakat untuk berkarya di dunia fashion. Kebetulan, di tahun ini owner dari Fragrance bukan hanya aku pribadi. ada Annisa Hudaya (HGL House) yang ikut bersama membesarkan Fragrance. Doakan ya..

Sumber : Dokumentasi Instagram Kiki Chan

Penulis: Nathania Gabrielle