LiburanUnikdiKuburanBersamaIndonesiaGraveyard

September 09, 2018Qubicle Travel
Kuburan memang identik dengan kesan mistis, namun Komunitas Indonesia Graveyard mencoba merubah paradigma tersebut. Simak ulasannya.

Mendengar kata kuburan bisa membuat bulu kuduk kita berdiri, namun berbeda dengan komunitas Indonesia Graveyard yang mengajak kita untuk melihat tempat peristirahatan terakhir ini dari perspektif yang berbeda. Melalui bidikan kamera, komunitas ini memberikan kita ruang untuk memahami masa lalu orang-orang yang dikebumikan di sana. Bersama dua pendiri komunitas ini, Deni Sadji dan Ruri Hargiyono, liburan unik kali ini akan menjadi perjalanan berkesan dan tidak terlupakan.

Bagi mereka, kuburan menyimpan banyak hal yang bisa dinikmati. Dari bentuk nisan yang unik, arsitektur yang ciamik, atap-atap kuburan Tionghoa yang penuh filosofi bahkan patung-patung tua dari abad pertengahan tidak akan luput dari mata lensa lensa milik mereka. Mendapatkan pengalaman menjelajahi jalan setapak dengan pemandangan batu nisan, tentunya akan mengasah rasa penasaran kita tentang sosok-sosok yang dikuburkan di sana. Berbagai informasi menarik bisa kita cermati dari nama di batu nisan, tahun dikuburkannya, usia batu nisan bahkan lambang-lambang tertentu yang terdapat di sekitar. Sejarah kehidupan sesorang akan menjadi hal yang menarik untuk ditelisik, terlebih jika menemukan makam sosok terkemuka di lokasi yang tidak terduga.  

Aksi Deni Sadji dan Ruri Hargiyono saat mengabadikan kuburan (Foto: Qubicle)


  Salah satu bentuk atap kuburan Tionghoa dengan bentuk yang unik dan memiliki banyak filosofi (Foto: Qubicle)  

Beberapa kuburan yang bisa menjadi alternatif liburan unik kalian:

Ereveld Menteng Pulo

  Barisan nisan Ereveld Menteng Pulo (Foto: Qubicle)  

Kuburan yang terletak di Menteng Pulo ini adalah salah satu dari 2 ereveld yang berada di Jakarta selain Ereveld Ancol di Jakarta Utara. Kuburan ini ternyata menyimpan sejarah dan keindahannya tersendiri. Alih-alih terlihat seram, kuburan ini justru memiliki pemandangan yang indah apabila dilihat dari ketinggian, nisan-nisan berwarna putih dan berbentuk salib tertata rapi di tanah yang dikelola oleh Yayasan Makam Belanda (Oorlog Graven Stichting). Jadi apabila kalian tertarik untuk mendatangi kuburan ini, maka diharuskan mengurus perizinan terlebih dahulu.

Kuburan yang dikenal juga dengan nama Taman Kehormatan Belanda Menteng Pulo (Netherlands Field Of Honour) ini merupakan kuburan para korban perang yang tewas di kamp tentara Jepang di Hindia Belanda serta tempat dikuburkannya para tentara Belanda yang tewas dalam agresi militer Belanda pada tahun 1945 – 1949.

TPU Petamburan

Mausoleum Oen Giok (OG) Khouw TPU Petamburan (Foto: Qubicle)

Mungkin tidak banyak yang tahu, kalau Jakarta memiliki sebuah mausoleum megah yang berdiri di TPU Petamburan. Berlokasi di wilayah Petamburan Jakarta Barat, TPU ini menyimpan banyak nisan bersejarah dari berbagai suku bangsa. Salah satu yang paling megah adalah Mausoleum Oen Giok (OG) Khouw, seorang pengusaha kaya Indonesia keturunan Tionghoa yang menjadi warga naturalisasi Belanda di abad ke-18.

Salah satu bentuk makam di TPU Petamburan (Foto: Qubicle)

Mausoleum memiliki fungi sebagai bangunan pelindung kuburan atau makam. Bila kalian datang langsung kesana, dijamin akan terpesona dengan kemewahan dan kemegahan Mauseoleum OG Khouw ini. Bangunan yang diketahui memiliki tinggi 9 meter dengan masing-masing tiang dan dindingnya berbahan marmer impor dari Italia berfungsi sebagai pelindung kuburan di bawahnya. Kehadiran empat patung penjaga di setiap penjuru membuat mausoleum semakin terlihat Indah.

Museum Prasasti

Bentuk nisan yang seperti prasasti (Foto: Qubicle)

Museum Taman Prasasti termasuk cagar budaya yang juga menjadi peninggalan kolonial Belanda. Patung-patung besar dan bentuk nisan menyerupai prasasti merupakan ciri khas dari komplek pemakaman ini. Tempat yang sering dijadikan lokasi shooting bahkan untuk pemotretan pra nikah ini memang layak dimasukkan ke dalam referensi tempat yang wajib kalian datangi. Rata-rata jenazah yang di kuburkan disini adalah bangsawan Belanda pada masa itu. Terdapat beberapa patung bidadari dan juga batu nisan yang dibangun di atas pondasi berbentuk segi delapan; nisan tersebut milik Olivia Mariamne Raffles yang merupakan istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles; sang pendiri Kebun Raya Bogor. Ada pula dua makam milik orang Indonesia yakni Soe Hok Gie dan Miss Riboet.

  Patung bidadari di makam Museum Prasasti (Foto: Qubicle)  

Bagi Indonesia Graveyard, liburan ke kuburan tidak lantas membuat mereka dihantui rasa takut, sesekali rasa takut itu muncul ketika mereka menyambangi areal kuburan di waktu senja atau hari mulai gelap. Tapi mereka percaya kuburan dapat memberikan banyak pelajaran kehidupan bahwa sejatinya yang tertinggal dari seseorang hanyalah sejarah kehidupannya.



Oleh : Wahyu Prabowo

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Travel

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US