MenyusuriKoneksiMoschinodenganUKGaragedanJungleRaves

September 14, 2018Qubicle Fashion
Kami menjelajah Depop demi bisa tahu kemana larinya dan berapa harganya sekarang pakaian pesta jungle dan UK garage pada era 90 di UK sana.

Sebelum musik populer EDM mencapai titik digdaya seperti sekarang, dinasti musik jungle, drum'n'bass serta UK garage sudah menjejaki langkahnya terlebih dulu sekitar tiga dekade lalu di sirkuit musik dansa bawah tanah maupun ranah industri. Ketiga nama genre yang besar di UK tersebut tidak bisa dipisahkan dari energi gaduh khas periode 90, lengkap satu paket dengan jamaahnya yang meskipun terkesan street rough namun tetap terlihat necis mentok dari atas sampai bawah, bergerak di lantai dansa bertabur peluh dan penuh semangat kebebasan.

Begitu pula dengan pakaian pesta yang mereka kenakan saat itu, tidak jauh-jauh dari asupan Italian luxury brands. Seperti penuturan drum'n'bass don, Goldie, kepada Dazed, banyak hal terkait era 80 tidak lepas dari subkultur teras stadion bola. Italian sportswear seperti Sergio Tacchini, Fila dan Cerrutti merupakan identitas mutlak bagi mereka penggiat kancah subkultur tersebut. Lalu setelah era casual 80 meredup, gelombang forsa 90'an beserta kultur rave datang melalui seragam Italian brands yang dipelintir ke atas secara hirarki. Beberapa nama haute couture seperti Versace dan Moschino muncul sebagai identitas sahih para pengikutnya. "Even those Italian fashion houses weren’t ready for how cool we made ‘em look.” punkas Goldie.

Rave di acara One Nation, September  1997. (Foto: Tristan O'Neill)

Bagi penggiat kultur fashion jungle, drum'n'bass dan UK garage, logo brand berukuran besar yang menempel pada pakaian mereka adalah segalanya. Namun bedanya, jika identitas fashion kancah jungle dan drum'n'bass lebih tampil sporty dengan mengenakan bermacam merek olahraga tersohor seperti Nike, Umbro, Slazenger atau Reebok, kancah dansa UK garage cenderung lebih pesolek, perlente, sesak grafik dan pastinya berbanderol harga mahal melalui essential Italian fashion brands seperti Moschino sebagai salah satu menunya.

Dengan tujuan sesederhana merayakan kembali konektivitas antara musik dansa bawah tanah Inggris dan identitas fashion pada era tertentu, kami mencoba membuka kembali arsip Moschino periode 90'an yang tersebar di internet. Daripada tersesat di belantara maya, mari fokus saja mengunjungi satu platform bernama Depop. Bagi yang belum familiar dengan nama Depop, aplikasi jual-beli sandang asal London ini merupakan salah satu pasar online khusus fashion paling banyak diminati kini dengan lebih dari 10 juta pengguna. Arsip Moschino vintage via Depop pilihan kami berikut sekaligus makna interpretasi lebih terhadap gaya busana maksimalis 90'an, yang menjadi substansi dasar subkultur, dan sebuah penghormatan kecil kepada subkultur musik dansa bawah tanah UK yang 'menghidupi' dunia.




Oleh: Aden Sanlano

Like what you read? Give Qubicle Fashion your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Fashion

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US