MelihatLangsungAksiLegendaHidupAgnosticFrontdiJakarta

May 08, 2018Yogha Prasiddhamukti W.
Dokumentasi momen ugal-ugalan sekaligus bersejarah di konser perdana dedengkot hardcore asal New York, Agnostic Front, di Jakarta.

Sepak terjang Agnostic Front di kancah hardcore dan punk dunia sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Menjadi band yang muncul sebagai perintis dari sejarah panjang NYHC (New York Hardcore) dan hingga saat ini menjadi salah satu yang paling berpengaruh serta dihormati, selama 38 tahun terakhir unit old school ini konsisten menjadi suara paling lantang dari jalanan pesisir timur Amerika.

Meskipun begitu, kesempatan Agnostic Front untuk bersua langsung dengan para penggemarnya di Indonesia baru datang akhir pekan kemarin. Roger Miret, Vinnie Stigma, Mike Gallo, Pokey Mo, dan Craig Silverman menyambangi 2 kota sekaligus, Bali pada Jumat (4/5) dan Jakarta (5/5) untuk menggelar konser perdana mereka. Khusus untuk Jakarta, kolektif dan label rekaman Trueside berperan menjadi pihak penyelenggaranya. 

Tentu saja, sebagai salah satu momen yang paling ditunggu, konser Agnostic Front akhir pekan kemarin dipenuhi oleh hardcore kids, skindheads, punks, dan semua yang ingin merasakan atmosfer spesial dan luapan enerji yang disajikan oleh Stigma cs. Band-band lokal dari kancah musik ini juga turut tampil; seperti Straight Answer, The End, Feel The Burn, Frack, dan lainnya.

Berkesempatan untuk hadir di konser mereka di Jakarta yang bertempat di Toba Dream Cafe, kami menyaksikan bagaimana grup seminal ini tampil sangat optimal dengan set berisi lebih dari 20 lagu. Hal ini tentu saja sangat inspiratif, mengingat bahwa personelnya sudah memasuki usia kakek-kakek. Vinnie Stigma itu sudah berumur 62 tahun, lho, tapi powernya tidak terlihat meredup sama sekali sepanjang repertoar mereka—yang diisi kombinasi lagu-lagu baru dan lagu-lagu klasik era 80-an semacam “Victim in Pain”, “Gotta Go”, “Friend or Foe”. Tak lupa, mereka juga memberi semacam tribute untuk kota asal mereka dengan membawakan ulang “Blitzkrieg Bop” dari Ramones dan “Old New York” dari album terbaru mereka The American Dream Died.

Berikut beberapa tangkapan momen ugal-ugalan sekaligus bersejarah di konser perdana Agnostic Front di Jakarta oleh fotografer kami R.M. Suryokusumo


Vinnie Stigma dan pose andalannya. (foto: R.M. Suryokusumo)
Roger Miret, salah satu vokalis terbaik di kancah NYHC. (foto: R.M. Suryokusumo)
Roget Miret tampil prima di usianya yang menjelang uzur. (foto: R.M. Suryokusumo)

Pencabik bass Agnostic Front, Mike Gallo. (foto: R.M. Suryokusumo)
Roger Miret tidak bisa dipisahkan dari bandana. (foto: R.M. Suryokusumo)
Stage diving is a mandatory. (foto: R.M. Suryokusumo)
Sing along to Agnostic Front. (foto: R.M. Suryokusumo)
The Godfather of NYHC, Vinnie Stigma. (foto: R.M. Suryokusumo)
Roger Miret. (foto: R.M. Suryokusumo)
Kepalan tangan, enerji meluap. (foto: R.M. Suryokusumo)
Gitaris Straight Answer. (foto: R.M. Suryokusumo)
Aca, vokalis band seminal hardcore Jakarta, Straight Answer. ((foto: R.M. Suryokusumo)
The End, unit Oi! kugiran Jakarta, didaulat jadi salah satu band pembuka Agnostic Front. (foto: R.M. Suryokusumo)


Like what you read? Give Yogha Prasiddhamukti W. your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Yogha Prasiddhamukti W.

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US