Memaknai Lukisan Terakhir Gunarsa, Sang Legenda yang Menutup Usia

Bali memang merupakan rumah bagi ratusan bahkan ribuan seniman. Namun, maestro yang bernama Gunarsa, mungkin salah satu seniman yang patut dibanggakan. 60 tahun secara konsisten berkarya dan mengharumkan nama Bali, baik di kancah Nasional dan Internasional, Gunarsa harus beristirahat dengan tenang setelah menderita serangan jantung tanggal 11 September 2017.

Didetik akhir hidupnya, Gunarsa masih terus aktif berkarya. Bulan lalu pun, Gunarsa masih merayakan 60 tahun lamanya ia berkarya dengan menghadirkan sebuah pameran bertajuk "Ode Bagi Negeri" yang mana Gunarsa merayakan baktinya untuk negeri ini melalui seni dan apresiasi yang telah diberikan baik untuk dirinya maupun untuk para seniman di seluruh pelosok negeri. 

Di sepanjang hidupnya, Gunarsa telah melahirkan banyak karya dan berhasil memerkan karyanya baik di Eropa, Amerika Utara, sampai pelosok Asia. Gunarsa berhasil mendirikan 2 museum, pertama di Yogyakarta tempatnya menimba ilmu dan mengabdi menjadi pengajar di ISI (Institut Seni Indonesia) dan di Klungkung, Bali tempat kelahiranna.

Perjalanan Gunarsa yang mengaggumkan tak luput dari sorotan media. Ia terus memberikan karya terbaiknya, termasuk karya terakhirnya yang bertajuk "Presiden Jokowi Mendalang". Ada hal menarik yang patut kita apresiasi dari karya seni yang satu ini. Gunarsa memang seorang pengabdi negeri dan juga penggemar Presiden Jokowi. Atas bentuk apresiasinya, Gunarsa membuat lukisan ini dan dimaknai oleh besar harapan Gunarsa bagi Pak Jokowi untuk terus mampu menuntun negeri ini, menjadi negara yang besar dan utuh tanpa perpecahan. Gunarsa mengingatkan bagi para pemimpin negeri ini untuk terus bahu membahu dan bekerja sama membangun negeri ini. Tak lupa Gunarsa memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi atas usahanya membangun negeri ini.

Lukisan ini akan dipajang di Museum Gunarsa di Klungkung dan tidak berencana untuk dijual oleh pihak keluarga, mengingat lukisan ini merupakan peninggalan terakhir beliau dan memiliki makna yang mendalam. Besar harapan Gunarsa untuk terus berdoa bagi kelangsungan semangat para seniman Indonesia untuk terus berkarya, layaknya beliau yang tak pernah henti mengharumkan negeri, sampai di nafas terakhir.

Selamat jalan, Sang Maestro