MembahasFenomenaPinkTaxdiIndonesia

September 14, 2018Qubicle Beauty
Fenomena pink tax yang juga menjadi isu di Indonesia

Isu kesetaraan perempuan dan laki-laki adalah hal yang paling banyak dibicarakan dua tahun terakhir secara global. Belakangan kalian bisa menemukan banyak ‘kembaran’ produk perawatan tubuh sehari-hari untuk kedua gender. Mulai dari produk sabun wajah, sampo, kondisioner, pore pack, sampai pisau cukur sekarang punya dua versi: pink untuk menarik hati wanita dan kemasan gelap atau kebiru-biruan untuk menarik hati kaum lelaki. Serupa tapi tak sama, ternyata kedua versi ini juga punya perbedaan dari segi harga meski memiliki fungsi dan bentuk yang sama! Apakah hal ini yang disebut Pink Tax?

Pink Tax merupakan istilah rujukan pada kelebihan harga yang harus dibayar oleh kaum perempuan saat membeli produk atau pelayanan yang didasarkan dari gender pemakai. Dengan kata lain, adanya produk-produk mendasar kebutuhan dasar untuk kaum perempuan yang dibayarkan lebih besar ketimbang untuk para kaum pria. How's interesting? 

Dilansir dari Business Insider, dalam sebuah penelitian berjudul “From Cradle to Cane: The Cost of Being a Female Consumer,” Department of Consumer Affairs yang berlokasi di New York, Amerika Serikat telah melacak kesenjangan harga untuk produk-produk kembar yang dipasarkan untuk konsumen perempuan dan laki-laki.

Lebih dari 800 produk dari 35 kategori berbeda yang dipasarkan untuk konsumen wanita memiliki harga yang lebih tinggi daripada produk pria. (Foto: dok. Istimewa)

Hasil penelitian itu ternyata cukup mengejutkan karena lebih dari 800 produk dari 35 kategori berbeda yang dipasarkan untuk konsumen perempuan memiliki harga yang lebih tinggi daripada produk laki-laki. Mulai dari baju bayi, peralatan rumah, hingga perlengkapan sehari-hari seperti sampo, kondisioner, sabun cuci muka hingga alat cukur. Padahal nggak ada faktor pembeda yang signifikan dari produk pria dan wanita selain bau yang lebih identik dengan gender tertentu!

Situs spesialis pajak negara Inggris RIFT, ikut turut serta membandingkan 600 produk kebutuhan sehari-hari di seluruh toko ritel Inggris dan menemukan fenomena Pink Tax yang sama seperti di New York. Hasil dari perbandingan ini menyatakan  bahwa faktanya kelebihan harga yang harus ditanggung konsumen wanita bisa mencapai 34%. RIFT pun menyimpulkan harga yang terpampang pada label sebuah produk dapat bertambah secara cepat tiap bulannya, khususnya jenis produk yang sering dibeli tiap bulan atau minggu.

Perbandingan harga produk cukur wanita dan pria. (Foto: dok. Istimewa)

Itu terjadi secara global. Di Indonesia sendiri, keberadaan Pink Tax bisa kalian amati di toko serba ada terdekat atau online yang menjamur sekarang ini. Meski samar, kesenjangan harga itu hadir pada selisih dua ratus hingga enam belas ribu rupiah seperti yang nampak pada gambar di atas. So, is this an equality or just how the brand marketed their products? 

Dilansir dari Refinery29, untuk upah yang diterima oleh perempuan bisa memiliki perbedaan hingga 1 juta dollar amerika. Dan ini menjadi salah satu yang harus perempuan perhatikan dalam memenuhi kebutuhan dasar hingga komplemennya. Bagaimanapun untuk perempuan sendiri, kalian menyadari bahwa konsumen perempuan sangat konsumtif dalam kebutuhan sehari-harinya. Hanya saja cara ini menjadikan fenomena pink tax seperti bentuk diskriminasi gender, banyak faktor yang masih tersembunyi dari produsen hingga distributor untuk memberikan fakta secara gamblang kenapa perempuan harus membayar lebih banyak ketimbang laki-laki. Padahal dari segi ekonomi, perempuan sendiri masih sering mendapatkan diskriminasi untuk upah kerja yang mengharuskan mereka menerima salary lebih kecil dari laki-laki. 

Punya pendapat sendiri mengenai Pink Tax terutama di Indonesia? Share pandanganmu di kolom komentar bawah ya!



Oleh: MLR

Like what you read? Give Qubicle Beauty your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Beauty

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US