MencobaKulinerBaliyangOtentikdiWarungMekJuwel

October 01, 2018Qubicle Culinary
Warung Nasi khas Bali yang tersembunyi, namun cukup terkenal bagi kalangan wisatawan dan warga lokal yang ingin menikmati kuliner Bali.

Kurang afdol rasanya kalau melewatkan makan nasi campur ketika ke Bali. Campuran rempah serta bumbu pada ayam betutu, disajikan dengan sambal matah, lauk lain serta nasi putih, disiram kuah kuning berempah yang khas, inilah kuliner Bali yang sangat nikmat!

Foto etalase depan WMJ (Foto: Qubicle)

Pun begitu banyak kedai nasi campur yang ada di Bali. Nah, kalau ke Ubud, ada sebuah nasi campur yang cukup terkenal di sana, letaknya yang tersembunyi membuat orang sungkan untuk ke tempat ini. Tapi ketika sampai, kita bisa merasakan kuliner Bali yang sangat nikmat!  

Daerah Ubud, Bali, memang dikenal sebagai wilayah Bali yang lebih sejuk. Pusat kegiatannya pun tidak jauh dari Pasar Seni Ubud yang berada di jalan raya Ubud. Banyak restoran hingga kedai makan yang siap melayani mulai dari makan pagi, siang, hingga malam. Tapi bergeser sedikit ke arah Desa Sayan, ada sebuah warung nasi campur yang tersembunyi karena lokasinya yang kurang strategis. Perlu niat ekstra dan petunjuk arah dari google maps untuk menuju ke lokasi ini. Pun ketika sampai, kita bisa terlewat karena hanya ada satu papan kecil bertuliskan "WMJ" di depan pintunya, singkatan dari "Warung Mek Juwel". Di sinilah salah satu kedail kuliner Bali yang otentik. Hanya ada lahan parkir kecil untuk beberapa mobil dan maksimal 10 motor kalau bawa kendaraan ke sini. Itu pun mengambil bahu jalan yang hanya cukup untuk satu mobil lewat, harus pintar parkir kalau bawa mobil ke sini.

Bagian depan WMJ (Foto: Qubicle)

Setelah melihat papan "WMJ Food & Drink" kita masih harus naik tangga batu untuk masuk ke warung ini. Ketika sampai, ada sebuah warung kecil yang menyajikan menu kuliner Bali dengan 1 etalase yang dikelilingi berbagai minuman ready to drink dan berbagai cemilan. Hanya ada beberapa meja lesehan dan satu area makan yang cukup besar untuk makan di sini. Itu pun terlihat seperti meminjam bagian depan rumah khas Bali untuk dijadikan warung. Suasananya sangat sejuk karena di bawah pohon rindang, dan pemandangan langsung ke sawah ketika makan. Wah, lokasi yang tepat untuk menikmati kuliner Bali 

Suasana WMJ (Foto: Qubicle)

Untuk memesan kuliner Bali ini langsung saja ke counter makanan, dan pilih sendiri dimana kita ingin duduk. Tidak ada daftar menu atau harga, di sini WMJ hanya menjual satu jenis menu: Nasi Campur Ayam. Cukup bilang jumlah porsi yang ingin kita makan dan akan diantar ke meja. Hanya ada dua orang yang melayani pesanan. Semua lauknya sudah matang, tinggal dicampur saja ke dalam piring pesanan. Itu pun tidak menggunakan sendok, tapi dengan tangan. Karena ayam betutu harus disuwir dulu sebelum disajikan. Bahkan kita bisa melihat ayam utuh yang sudah dibumbui kuning dari balik etalase kaca. 

Ayam betutu WMJ (Foto: Qubicle)

Ketika sampai, tampilan kuliner Bali ini cukup sederhana, tapi isinya cukup ramai. Ada ayam betutu yang disuwir, ayam bakar, sayur urap, telur rebus, mie goreng, sambal matah, kulit ayam goreng, ati ampela goreng, kacang goreng, serta serundeng. Nasi campur yang bagaikan festival. Suapan pertama, bumbu ayam betutu yang disiram ke atas nasi terasa harum walau tidak terlalu pedas. Kacang goreng, serundeng, juga kulit ayam goreng memberi tekstur renyah yang dinamis ketika dimakan. Sangat pas bertemu dengan lembutnya suwiran ayam yang terasa empuk ketika dikunyah. Sambal matahnya tidak terlalu pedas, tapi harum dan tekstur dari sereh cukup kuat untuk memperkuat kesan kuliner Bali dalam hidangan ini. Memang benar otentik rasanya, semua bumbunya pas, tidak terlalu pedas tapi masih ada rasa kuliner Bali nya. Apalagi ketika berbincang dengan pengelolanya, resep nasi campur ayam ini sudah diturunkan selama 3 generasi! Terutama resep ayam betutu dan ayam panggangnya. Kalau membahas masalah keaslian, mungkin ini salahsatu kuliner Bali yang bisa dibilang legendaris karena sudah resepnya masih bertahan sejak berjualan di tahun 1980-an!

Nasi campur ayam WMJ (Foto: Qubicle)

Resep yang diwariskan turun-temurun ini jugalah yang menjadi dasar nama "WMJ". Kata 'Mek' itu artinya 'anak', dan 'Juwel' itu adalah nama anaknya. Sang Ibu, pemilik resep orisinal pertama memang berniat untuk mewariskan resep kuliner Bali ini kepada sang anak, Juwel, makanya menamakan kedai ini dengan nama anaknya. Tidak disangka juga walau dulunya hanya berupa kedai kecil di pinggir jalan, resep otentik ayam betutu dan ayam panggang bumbu membuat WMJ cukup ramai hingga harus menyediakan tempat yang lebih besar untuk berjualan. Sehari mereka bisa menjual hingga 15 ekor ayam betutu besar! Pun ketika makan siang, WMJ tidak hanya ramai oleh warga sekitar, tapi juga wisatawan lokal dan mancanegara! WMJ memang pantas menyandang gelar 'kuliner Bali otentik' terutama di daerah Ubud!  



Oleh: Ainin Dita Z


Like what you read? Give Qubicle Culinary your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Culinary

    Explore what happens behind the kitchen, what serves on the menu, and global F&B trends.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.🎉
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US