Mengulas Sosok Seniman “MOTOR” Kota Madya Denpasar

KEDUX GARAGE ! Iyeesss, bagi pecinta kustom bike dan pecandu kesenian ogoh ogoh di pulau dewata tentu tidak asing dengan nama tersebut. Nama dari sebuah bengkel motor di seputaran wilayah Denpasar yang didirikan oleh sang “Seniman Kodya” yaitu Nyoman Gede Sentana Putra. Seniman? Itu kan bengkel? Eiiittss jangan salah bro/sis/gan/sob/cuy. Bengkel motor yang satu ini berbeda dari bengkel motor pada umumnya.

KEDUX GARAGE adalah sebuah bengkel yang khusus membangun ataupun memodifikasi motor kustom. Japstyle, chopper, caferacer hingga motor besar Harley Davidson pernah di bangun oleh Keduk, sapaan akrab sang builder. Mengapa saya berani menyebutnya “Seniman Kodya”? karena dari sudut pandang saya, Keduk merupakan seorang seniman multitalenta asli kota Denpasar. Selain sebagai seorang builder kustom bike, Keduk juga merupakan seorang pioneer pinstriping art di Bali, dan yang terbaik versi saya. Keduk juga merupakan salah satu pelestari budaya Ogoh Ogoh paling berpengaruh di Bali. Karyanya selalu dinanti nanti oleh masyarakat Bali. Itu sebabnya pria kelahiran 17 Desember 1986 yang hobi menggambarini dijuluki seniman ber”taksu”.

Oke balik lagi ke garage nya yang merupakan cikal bakal dari kesuksesannya sekarang. Berawal ditahun 2000an awal semenjak Keduk memulai karir sebagi seorang montir di bengkel Harley Davidson dekat rumahnya. Di bengkel Harley ini pula dia memulai karirnya sebagai pinstriping artist. Diceritakan awal perjalanan karirnya sangat berat. Keduk sendiri tidak memiliki basic pendidikan teknik mesin. Dia belajar dari membaca majalah motor, dan bertukar pikiran dengan para montir motor. Sedikit demi sedikit dia belajar mendesain motor. Sampai suatu ketika seorang customer memintanya untuk belajar pinstriping, karena melihat potensi yang luar biasa dalam menggambar. Karena keterbatasan biaya, keduk bahkan mengkustom kuas pinstripnya. Berbulan bulan dia belajar hingga akhirnya merasa mampu untuk menarik tariff untuk karyanya. 700 ribu adalah uang yang didapat dari karya perdananya untuk customer. Suatu ketika, tanpa alasan yang jelas, Keduk diberhentikan oleh tempatnya bekerja. Karena merasa sudah banyak “mencuri” ilmu, Keduk memberanikan diri untuk meminjam uang di Bank untuk membuka garage sendiri sebagai tempatnya mencari nafkah. Dan pada 2007 lahirlah KEDUX GARAGE.

Yang menarik dari bengkel ini adalah, semua karya motor yang dibangunnya tidak ada yang sama. Semua memiliki story masing masing. Menurutnya, bukan dirinya yang membentuk motor yang dibangunnya, tp motor itulah yang akan membentuknya menjadi karya seperti apa nantinya. Keduk memang memasang target hanya mengerjakan 3-4 motor dalam setahun yang artinya 1 motor butuh waktu 3 bulanan untuk selesai. Kenapa? Karena menurut Keduk sebuah karya yang hebat memerlukan waktu untuk membuatnya maksimal. Dan memang benar, hampir semua motor yang dibangunnya mendapat juara dari setiap kontes motor bergengsi tingkat nasional. Yang tentu membuat karyanya lebih dikenal.


Dalam kehidupan dimasyarakat, Keduk juga aktif sebagai builder Ogoh Ogoh di desanya. Karyanya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Hampir setiap pecinta ogoh ogoh dibali mengagumi karyanya yang sungguh memiliki “taksu”. Akan konsistensi karya karyanya yang sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya Bali, Keduk juga sempat mendapat apresiasi langsung dari walikota Denpasar. Benar benar seniman yang menginspirasi.