MengunjungiBoracayIslandSetelahKembaliDibuka

December 07, 2018Qubicle Travel
Baracay Island sempat ditutup akibat overtourism. Sebelum mengunjunginya, simak tips dari perjalanan kami terlebih dahulu ya
Pulau Boracay kembali dibuka setelah ditutup akibat overtourism (Foto: Qubicle)

 Boracay Island, Filipina, dulu sering disebut-sebut sebagai salah satu pantai terbaik di dunia dengan pasir putih dan laut jernihnya. Tahun 2016 lalu, Conde Nast Traveler Readers Choice Awards juga menganugerahkan Boracay Island sebagai pulau terbaik di dunia. Sayangnya, karena overtourism pulau ini sempat rusak dan penuh sampah. Bahkan presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut Boracay Island seperti "septic tank" dalam salah satu pidatonya. Oleh karena itu, pulau ini sempat ditutup sejak april 2018 lalu oleh pemerintah setempat untuk direhabilitasi.

Kabar gembira buat yang merencanakan liburan ke Boracay Island, Oktober lalu pulau ini sudah kembali dibuka untuk turis. Demi menjaga kelestariannya, sejumlah peraturan baru pun diberlakukan, berikut kami rangkum do's and dont's wisata di Boracay Island:

Siapkan booking penginapan

Boracay Island, Filipina (Foto: Istimewa)

Untuk berlibur di Boracay, kini turis enggak bisa go-show alias baru mencari penginapan saat sudah sampai di Boracay. Kami diminta menunjukkan bukti pemesanan hotel saat akan naik ke ferry yang mengantarkan kami ke Boracay Island. Ini berhubungan dengan pembatasan jumlah kunjungan turis maksimal perharinya yaitu 19 ribu turis perhari. Pemesanan hotel bisa dilakukan lewat situs-situs terpercaya dan pastikan kembali hotel tersebut belum ditutup karena tidak memenuhi aturan-aturan baru Boracay Island. Selain diminta bukti pesanan hotel, kami juga diminta menandatangani surat yang isinya "berjanji akan menjaga kelestarian Boracay"

Dilarang merokok dan nge-beer di pantai

Menikmati beer di pantai tidak bisa dilakukan di Boracay Island (Foto: Istimewa)

Peraturan yang satu ini mungkin cukup memberatkan bagi sebagian orang, namun untuk memastikan kebersihan pantai turis kini tidak boleh merokok dan nge-beer disepanjang bibir pantai. Restoran-restoran yang dulu berjualan di pinggir pantai pun kini tidak lagi beroperasi. Jangan coba-coba melanggar karena banyak polisi yang berpatroli. Jangan khawatir, merokok dan nge-beer masih bisa dilakukan di area-area tertentu seperti di smoking area hotel dan bar.

Enggak ada lagi istana pasir

Turis yang melompat di bukit Boracay Island (Foto: Qubicle)

Jika dulu salah satu yang sering terlihat di pesisir pantai di Boracay adalah istana pasir yang megah untuk background selfie, kini pemerintah setempat melarang membangun istana pasir lagi. Pembangunan istana pasir dinilai bisa merusak kontur pasir dan vegetasi pantai. Siapapun yang ketahuan melanggar akan didenda sebesar 2500 peso atau setara 680 ribu rupiah pada pelanggaran pertama dan kurungan selama 30 hari penjara pada pelanggaran kedua dan ketiga, wah mending enggak usah cari masalah deh ya!

Hiburan malam sedikit berkurang

Kini enggak ada lagi fire dancer yang menghembus-hembuskan api menggunakan bensin di malam hari. Penggunaan kembang api pun semakin dibatasi. Pesta tahunan terkenal Laboracay yang biasa diperingati saat Labor Day pun kabarnya sudah tidak akan diselenggarakan lagi. Ketiga hal ini diterapkan untuk mencegah polusi udara yang bisa mengganggu ekosistem hewan-hewan yang ada di Boracay.

Aturan yang diberlakukan untuk menjaga keindahan Boracay Island (Foto: Qubicle)

Meski nampak banyak peraturan yang membuat kaku, Boracay masih bisa kami nikmati untuk santai, menikmati pasir putih pantai dan lautnya yang sangat bening. Jika kalian juga berminat untuk mengunjungi Boracay, pulau ini bisa dicapai dengan pesawat terbang tujuan Bandara Caticlan dan Bandara Kalibo dari Manila atau Kuala Lumpur. Caticlan merupakan bandara yang paling dekat dengan Boracay Island yaitu hanya naik ferry selama 15 menit, namun harga penerbangannya lebih mahal. Sedangkan dari Bandara Kalibo menuju Boracay kita masih harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam perjalanan darat serta ferry 15 menit, tetapi dengan penerbangan yang lebih ekonomis.

Menurut kalian, gimana kalau Bali dan tempat wisata di Indonesia lainnya dibuat peraturan seperti ini?


Oleh : Miko Jat

Like what you read? Give Qubicle Travel your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Comments

    Qubicle User

    Qubicle Travel

    The ultimate place for reflective travel and adventure experience.

    Stay Updated.

    Every day, a dose of inspirations.ūüéČ
    Subscribe Qubicle
    Qubicle Logo
    © 2018 Qubicle. All rights reserved
    FOLLOW US