Merekam Jejak Rekaman Keliling

Merekam suara, mengambil gambar bergerak dan merilis adalah rangkuman kegiatan rutin yang juga tertulis di bio akun Instagram @rekamankeliling. Kolektif yang bisa disingkat KAMLING ini merupakan non profit organization yang bergerak di bidang pengarsipan musik indie, khususnya Bandung. Menurut Tisa Wiriaatmadja, salah satu produser Rekaman Keliling, project ini berdasarkan “ke – bm – an” semata. Awalnya kolektif ini hendak merekam audio dan merilisnya dalam bentuk CD. Tapi nyatanya, mereka menemukan serunya merilis rekaman tersebut dalam bentuk audio dan visual. Belum satu tahun berdiri, sudah sekitar 29 rekaman yang mereka rekam dan dirilis lewat kanal YouTube Rekaman Keliling. HANALANA berbincang dengan Tisa & Dissa Kamajaya tentang KAMLING dan proses pengarsipan musik yang tidak semudah kedengarannya :


HANALANA : Halo ! Bisa diceritain awal terbentuknya Rekaman Keliling ?

REKAMAN KELILING : Awalnya kita kaya berkumpul nih yang terdiri dari sound engineer, cameraman, video editor, colour grading sama producer. Kita kumpul, terus gerah aja gitu. Bandung tuh punya banyak talent bagus, tapi pengarsipannya kurang. Terutama di indie yah.. Bukan di major label ke atas, udah beda ceritanya. Kita berusaha mengarsipkan itu semua dalam dunia digital.


HANALANA : Momen pertama merekam bersama KAMLING ?

REKAMAN KELILING : Pertama kali banget, 1 Januari 2017. Awalnya belum bernama Rekaman Keliling sih. Jadi, malem taun baru gitu kita subuh – subuh ke Tahura. Itu sama vokalis Kuburan, Priya. Jadi kita niat nih bawa mic, sound card, mixer segala macem buat ngerekam ke hutan. Terus setelah dari situ kita lanjut, karena ternyata hasilnya memuaskan banget. Ternyata merekam tuh bisa dimana aja. Kita pengen memulai untuk khususnya di dunia pengarsipan. Bahwa pembuatan musik yang berkualitas tidak harus dibuat di studio, bisa juga di alam terbuka.

HANALANA : Emang sebenernya gimana sih pengarsipan musik di Indonesia sendiri ?

REKAMAN KELILING : Untuk Indonesia, saya kira, pengarsipan kita tuh kaya masih berjalan sendiri – sendiri sih. Jadi belum ada yayasan atau asosiasi yang khusus menaungi berbagai macam para dokumenter gitu. Atau saya sendiri belum tau. Mungkin studio – studio yang di YouTube, jadi kaya terlalu besar aja gitu kalo ngomongin Indonesia, ada dari berbagai macam kota.


HANALANA : Kendala ketika menjalankan proses merekam ?

REKAMAN KELILING : Paling utama sebenernya waktu. Jadi, kaya kita tuh terdiri dari berbagai macam disiplin kan. Ada yang pekerja, barista, masih kuliah … Jadi kita mengumpulkan mereka dalam waktu yang sama tuh susah banget. Selebihnya, kalo dalam kendala teknis sih, Alhamdulillah kita udah punya kapabilitas dalam bidang itu. Ini menjadi sebuah playground untuk mereka yang sudah lelah dengan terus – terusan mencari uang gitu. Buat yang punya passion sama, mungkin ini dijadiin pelampiasan mereka gitu


HANALANA : Sampai sekarang sudah ada berapa musisi yang sudah direkam ?

REKAMAN KELILING : Sampai sekarang kurang lebih ada 29 sampai 30 musisi dan semuanya rilis di YouTube. Berarti kalau kita hitung, dalam satu bulan minimal kita ngerekam 3 band.


HANALANA : Capek nggak sih dalam sebulan merekam segitu banyak ?

REKAMAN KELILING : Nah .. capek banget sebenernya, tapi karena kita tidak berorientasi sama uang, nah itu .. Karena konsep playground kita itu untuk berkarya.

HANALANA : Tanggapan musisi soal adanya KAMLING ?

REKAMAN KELILING : Tanggapan musisi sendiri sangat positif. Di temen – temen indie khususnya. Mereka sekarang setiap manggung sering minta di KAMLING - in. Pada awalnya kita yang nawarin diri. Kita bergeriliya terus sampe akhirnya cukup hmm .. Ramai dibicarakan di kalangan. Akhirnya kita mulai banyak diambil. Salah satu yang pernah diambil itu kemaren konsernya Efek Rumah Kaca.


HANALANA : Dari 29 – 30 rekaman itu, yang paling menantang buat KAMLING ?

REKAMAN KELILING : Hmm … Yang paling menantang itu kalau medannya sulit untuk ditempuh gitu. Salah satunya itu Jason Ranti, jadi kita kaya harus melewati bukit – bukit terus pegunungan, bawa equipment. Pas udah disana kana da air terjun, suaranya kan berisik banget, suara sungai gitu . Tapi ternyata, konsep kita yang seperti itu, yang membiarkan alam juga ceritanya ikut bernyanyi malah jadi enak – enak aja. Malah jadi bukan gangguan.


HANALANA : Peralatan yang dibawa untuk merekam apa saja sih ?

REKAMAN KELILING : Equipment nya kita cuman bawa sound card, portable recorder, terus microphone, kamera, dan laptop buat dokumentasi ngumpulin data. Tantangannya juga kita balapan sama waktu baterai, belum lagi kalau hujan…


HANALANA : Memang apa saja segment – segment yang ada di Rekaman Keliling ?

REKAMAN KELILING : Kita ada beberapa segment kaya “Pertunjukan Rahasia”, yang venue - nya nggak kita sebutin ada dimana, kita cuman kasih clue aja. Terus biasanya kita post di Instagram, nanti kalo ada orang kepo banget, mereka boleh nanya di Instagram dan boleh ikut sesi rekaman itu bareng. Hampir nggak ada penonton karena tempatnya cukup rahasia dan cukup seksi gitu. Kadang di atas gedung. Kita pernah di atas gedung universitas, di atasnya harus bawa tangga dan udah sampe di atas ternyata ujan, sampe bawa drum gitu – gitu..


HANALANA : Selain Pertunjukan Rahasia, ada apa lagi ?

REKAMAN KELILING : “Pertunjukan gabungan” tuh kalo kita kolaborasi sama event. Kita kurasi dan rekam musisi di event itu. Terus ada lagi “Pertunjukan Berencana”. Biasanya itu di record saat pemain itu yang susah dateng ke Bandung atau yang susah untuk direkam. Biasanya kita janjian dulu untuk ngerekam dia sebelumnya, gitu .. Nah kalau “Pertunjukan Kolaborasi Bersama Lazy Hiking” itu selalu di alam bebas, sambi hiking kita juga bawa equipment terus ngerekam performer nya. Terus yang terakhir ada “Pertunjukan Betulan”. Nah, ini yang membutuhkan equipment dan treatment yang serius seperti orchestra, atau band yang instrumennya sangat banyak dengan panggung yang sangat besar. Contohnya waktu ada orchestra amal gitu di CCF.


HANALANA : Harapan kedepannya buat KAMLING ?

REKAMAN KELILING : Kita pengen memperbanyak troops dan lebih blow up temen – temen yang kerja di belakang layar kaya pemain audio dan video. Kadang yang naik kan si artisnya, kita pengen nge- blow up kalo orang – orang yang ada di belakang itu justru yang mereka bisa disebut sebagai pendukung seniman, atau mereka juga seniman juga. Jadi kaya misalkan kaya mas – mas yang ngerekam, yang foto dan video. Itu kita kategorikan sebagai seniman yang terlibat gitu.


HANALANA : Apakah KAMLING khusus untuk musisi indie aja atau ada rencana ngerekam artis lain ?

REKAMAN KELILING : Nggak sih, sebenernya itu bukan batasan. Cuman, kita bisa menjangkau teman – teman indie dengan lebih baik gitu … Terjangkau lah, kita bisa menghubungi dia, kita bisa merencanakan hal – hal yang aneh dengan dia hehehe …



Photo source : @0mbeng

Video : Rekaman Keliling