Merusak Uang, Apa Hukumannya?

Usai mengejutkan dunia persosial-mediaan dengan harga video call yang fantastis, Saiih Halilintar kembali menjadi perbincangan. Putra ke-enam pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogenu Faruk itu dikritik habis oleh netizen gara-gara postingan singkatnya di Instagram. Diketahui dirinya merobek uang kertas Rp 100 ribu yang kemudian diklarifikasi oleh Saiih bahwa uang tersebut adalah uang mainan.

Saiih robek uang Rp 100 ribu (Sumber: Instagram)

Terlepas dari uang yang dirobek Saiih tersebut adalah uang mainan atau bukan, merobek uang asli termasuk tindakan pidana, loh!

"Setiap orang yang dengan sengaja merusak rupiah dengan maksud merendahkan (seperti merobek, menggunting) rupiah, dikenakan pidana 5 tahun denda paling banyak Rp 1 miliar," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Suhaedi, seperti dikutip dari Detik.

Merujuk pada Pasal 35 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011. Ayat pertama menyebut setiap orang yang sengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan mengubah nilai rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah termasuk tindakan pidana. Sementara pada ayat ketiga menyebut setiap orang yang mengimpor atau mengekspor rupiah yang sudah rusak akan dipenjara maksimal 10 tahun dengan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Jadi, tindakan seperti melubangi uang kertas degan steples, digunting, dibuat hiasan, apalagi sampai ditulisi nomor ponsel atau puisi di atasnya, juga termasuk perbuatan merusak uang kertas. Lebih baik menghindarinya, deh.

Menukarkan uang yang sudah tidak layak juga bisa loh, ke BI. Uang yang bisa ditukarkan minimal dalam kondisi nomor seri yang masih terbaca dan bukan rusak karena disengaja. Jangan merusak rupiah, ya. Yuk, kita hargai rupiah sebagai alat pembayaran dan simbol kedaulatan bangsa.