Multimedia dan teknologi dalam seni pertunjukan

Memasuki era Digital dan teknologi membuat banyak sekali seniman memanfaatkan kemudahan dan keamajuan yang ada, ada yang mengimbuhkannya sebagai hal yang minor ada yang membungkus pertunjukan seutuhnya dengan nuansa futuristis.

High tech, sebuah istilah yang sedang marak didunia seni pertunjukan khususnya di kalangan event organizer. Hampir semua pihak mengadopsi teknologi dan multimedia sebagai elemen pemanis dalam mengeksekusi pertunjukan.

Sebut saja ajang perhelatan Super Bowl yang setiap tahunnya selalu mengadopsi urusan teknologi di pertunjukannya. Dari projection mapping hingga pemanfaatan drone pun tak luput dari kehebohan yang selalu terjadi di ajang ini. Hal-hal ini menjadikan ajang ini selalu viral di internet karena hal yang di lakukan selalu kekinian dan terbilang original.

Teknologi juga sudah dimanfaatkan untuk launching beberapa produk seperti mobil mewah. Salah satu brand terkenal memanfaatkan teknologi Hologram sebagai hal yang membuat heboh seluruh dunia melalui viralnya di internet.

Sebagai seniman di dunia pertunjukan, banyak sekali dari pemanfaatan teknologi dan multimeda sebagai penunjang visual dari pertunjukan tari. Sebut saja Fabas Art, sebuah dance company yang muncul di era digital dengan dobrakannya menampilkan pertunjukan tari kontemporar yang mengusung tarian tradisional namun di rangkai dengan gaya modern dan juga dibungkus dengan visual yang mengadopsi berbagai macam teknologi.

Adapun pertunjukan tari asal jepang yang terkenal dengan istilah kagemu. Kagemu sampai bisa dibilang sebuah jenis dance yang aslinya adalah nama dari pencetus gaya tari dengan teknologi ini. Pemanfaatan projektor juga permainan grafis dan koreografi menjadikan kagemu menjadi sesuatu yang fenomenal dan diadopsi oleh banyak brand ternama di seluruh dunia.

Yang terakhir akan Penjoged bahas adalah pemanfaatan sensor kinetik sebagai media eksplorasi gerak. Dari penggabungan teknologi sensor, multimedia grafis dan juga projektor ini bisa menghasilkan pertunjukan yang spektakuler. Hasilnya pun lebih natural dan spontan karena semua visual yang ditampilkan sesuai dengan gerak pada saat itu. Kekurangan dari teknologi ini adalah sensifitas sensor yang terkadang suka tidak sesuai harapan.

Dari sekian banyak teknologi yang ada pastinya sebagai seorang koreografer harus lah bisa memilih mana yang akan menjadi cocok dengan kebutuhan dan juga yang akan menyampaikan pesan dengan baik. Jangan sampai pemanfaatan teknologi hanya sebagai faktor tambahan yang tidak memiliki hubungan kuat dengan pesan tersebut.

Selamat mencoba.