Nada-NadaJuni2018

June 08, 2018Qubicle Music
Bulan Juni sudah tiba. Kita ada di tengah tahun. Ini lagu pilihan bulan ini. Selamat mendengarkan.

Oleh: Felix Dass

Tidak terasa, 2018 sudah masuk periode belahan tahun. Waktu berjalan cepat. Setelah badai Records Store Day di mana orang berlomba-lomba merilis karya mereka, kehidupan musik kembali pelan. Sangat disayangkan sebenarnya, mungkin juga ada hubungannya dengan bulan Ramadhan yang memang secara tradisi sudah membuat banyak aktivitas berjalan dengan lebih pelan.

Bulan ini, pilihan jatuh ke sejumlah talenta baru yang perlu dicermati lebih lanjut. Selain tentunya ada nama-nama lama yang kembali ke arena. Seperti biasa, perpaduan itu selalu coba dipelihara di dalam list ini. Supaya berimbang dan punya guna banyak untuk panduan mencari tahu apa yang sedang terjadi di sekitar.

Selamat mendengarkan! (*)

01. Iksan Skuter feat. Galang – Nanti Tuhan Marah

Produktivitas Iksan Skuter, sulit dihentikan. Kegelisahan sebagai bensin baginya untuk bergerak, nampaknya tersedia dalam jumlah berlebihan. Kali ini, ia kembali merilis proyek lagu anak. Di kompilasi baru yang ia produseri, Kecil Itu Indah vol. 3, ia menggandeng sejumlah penyanyi anak untuk bernyanyi. Jangan terkecoh, lagunya ditujukan untuk orang dewasa. Mungkin karena orang dewasa selalu terlihat kekanak-kanakan, jadi masuk bahasa dan maknanya.

02. Black Finit – Bukan Puisi

Karya pertama yang dirilis resmi oleh Black Finit bersama Doggyhouse Records. Penyanyi reggae berbasis Jogjakarta tapi asli Flores ini, kembali lagi merilis karya setelah sempat hilang tanpa kabar sehabis merilis karya yang lumayan jadi desas-desus lewat sebaran tangan ke tangan, kosan ke kosan di era pertengahan 2000-an dulu.

03. Bin Idris – Pulang Kampung

Setelah setahun dirilis gratis lewat Tirto.ID, lagu Pulang Kampung yang ada di album Anjing Tua ini, masuk ke kanal-kanal musik digital. Ada perbaikan kualitas. Semoga ada rencana untuk dirilis dalam bentuk fisik. Kalau macet di perjalanan mudik tahun ini, coba dengarkan lagu ini berulang. Mungkin dapat teman baru.

04. Tanya – Bayangan

Penyanyi yang harus diberi perhatian lebih. Tahu setahun setelah videonya dirilis di Youtube, pun tidak apa. Untuk tahu musik bagus, tidak perlu jadi yang paling cepat. Itu apologia yang tersisa.

05. Navicula – Ibu

Materi pertama yang dirilis oleh Navicula dari album kesembilan mereka, Earthship yang akan segera dirilis. Album baru ini, menandakan kontribusi perdana drummer baru, Palel Atmoko sekaligus yang terakhir untuk pemain bas Made Indra yang meninggal beberapa waktu yang lalu. Awas video klip penuh siksa yang menyajikan kenyataan pahit tentang kelakuan kita, manusia.

06. Superman is Dead – Batas Cahaya

Raksasa Bali lainnya selain Navicula yang juga merilis single baru di awal Juni 2018 ini. Batas Cahaya (dan videoklipnya) menyajikan Superman is Dead yang makin berisi daging dan digerus usia. Tetap konsisten melawan dan padat berisi energi empowerement.

07. Answer Sheet – Meditate

Band berbasis ukulele yang kini berkembang formatnya. Ini wajah baru musik mereka. Memang, jadinya agak jauh dengan apa yang sudah pernah mereka hasilkan di masa lalu.

08. Asteriska feat. Dewa Budjana – Karvanda

Jika biasanya Asteriska menjadi penyanyi tamu, maka di album solo keduanya, ia mengundang Dewa Budjana di sebuah track cantik berjudul Karvanda ini. Seolah ada dialog antara vokal dan suara gitar. Kerjasama ini melanjutkan kontribusi Asteriska pada sejumlah penampilan panggung Dewa Budjana di album solonya beberapa waktu yang lalu. Album kedua Asteriska, Past Possesions, dirilis bulan April lalu. Cukup menegaskan kalau ada kehidupan musik yang lain di luar band suksesnya, Barasuara. Model operasi begini, dimiliki oleh mayoritas personil band itu di mana mereka masih meluangkan waktu untuk mengejar keinginan pribadi di musik.

09. The Southern Beach Terror – Cobra Swing

Masuknya dedengkot surf rock Indonesia era kini, The Southern Beach Terror, di dalam daftar ini, semata-mata untuk merayakan konfirmasi penampilan panggung mereka di Synchronize Festival 2018 mendatang. Semoga penyelenggara festival tidak meletakkan mereka di panggung besar dan mereka ulang suasana seperti yang terjadi di video ini. Sayang, hanya dua dari tiga personil mereka yang bisa bermain nanti.

10. Belladona – Selamat Tidur, Dara

Belladona adalah satu eksponen shoegaze lokal asal Depok yang tidak pernah begitu produktif, tapi juga tidak lantas mati. Mengagetkan sebenarnya mendengar kabar mereka merilis karya baru di tahun ini. Nikmati saja. Semoga suka. Harap maklum kalau mencari materi lamanya susah.

Like what you read? Give Qubicle Music your appreciation.

From a quick cheer to a standing ovation, like to show how much you enjoyed this story.

Qubicle User

Qubicle Music

Similar stories

Stay Updated.

Every day, a dose of inspirations.🎉
Subscribe Qubicle
Qubicle Logo
© 2018 Qubicle. All rights reserved
FOLLOW US